35.6 C
Jakarta
Jumat, Oktober 16, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANKemarau Panjang Segera Berakhir, BMKG Prediksi Bencana saat Musim Hujan

Kemarau Panjang Segera Berakhir, BMKG Prediksi Bencana saat Musim Hujan

katafoto, Magelang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi menjelang datangnya musim hujan. Peringatan ini disampaikan setelah fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan relatif lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada akhir November 2026. Perubahan kondisi cuaca tersebut perlu diantisipasi sejak dini untuk mengurangi risiko bencana akibat peningkatan curah hujan.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan, perhatian terhadap risiko bencana perlu ditingkatkan meskipun saat ini sejumlah wilayah masih menghadapi dampak kekeringan.

“Saat ini kita semua sedang menangani dampak bencana kekeringan. Namun, dalam waktu dekat kita tentunya juga harus bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi saat musim basah tiba,” ujar Teguh kepada awak media di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/10).

Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat mulai menyusun langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana ketika intensitas hujan kembali meningkat.

Menurut Teguh, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat juga diperlukan agar risiko kerugian material maupun korban jiwa dapat ditekan.

Teguh menjelaskan, kondisi kemarau yang lebih panjang dan kering akibat El Nino turut memengaruhi waktu dimulainya musim hujan serta durasi musim basah pada tahun ini.

“Dampak El Nino untuk 2026 ini memang membuat kemaraunya lebih panjang dan juga lebih kering. Hampir seluruh wilayah Indonesia diproyeksikan baru memasuki musim hujan pada akhir bulan November,” katanya.

Selain mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi, BMKG juga memperkuat edukasi kebencanaan melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG).

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proses geologis, prosedur evakuasi mandiri, serta langkah-langkah keselamatan sebelum dan ketika bencana terjadi.

BMKG menilai edukasi menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko gempa bumi karena waktu dan lokasi terjadinya gempa belum dapat diprediksi secara presisi.

Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, BMKG berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mitigasi dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Dengan potensi peralihan dari kemarau panjang menuju musim hujan, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana serta meminimalkan dampaknya.

Baca Juga

Asap Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, 93 Penerbangan Dibatalkan dalam Tiga Hari

katafoto, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Radar Maritim di Aceh, Data Arus Laut Bisa Jadi Pendukung Deteksi Tsunami

katafoto, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

PGE Kebut Pengembangan Panas Bumi di Tiga Wilayah

katafoto, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)...

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia Bebas Bea Masuk, Ini Dasar Hukumnya?

katafoto, Jakarta - Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang...

Kabut Asap Karhutla Mengancam Pernapasan, Rumah Aman Asap Jadi Tempat Perlindungan Warga

katafoto, Palangkaraya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini