katafoto, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah upaya untuk menghadapi penurunan kualitas udara di ibu kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara bagi kesehatan.
Rano mengatakan, kondisi udara yang memburuk perlu disikapi dengan langkah penanganan yang tepat. Menurutnya, Pemprov DKI terus berupaya mengendalikan polusi sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
“Yang pasti, kita enggak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini,” ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (17/10).
Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov DKI adalah mengoperasikan teknologi water mist untuk membantu mengendalikan polusi udara di sejumlah wilayah Jakarta.
Rano menegaskan, penggunaan water mist bukan satu-satunya cara untuk mengatasi persoalan kualitas udara. Pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai upaya lain agar penanganan polusi dapat berjalan lebih optimal.
“Usaha kita Jakarta mungkin bukan hanya ini, tapi mesti dilakukan lagi. Water mist, itu salah satu juga, bukan satu-satunya. Salah satunya untuk mengendalikan di beberapa wilayah,” jelasnya.
Selain mengandalkan upaya pengendalian polusi, Rano mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan polutan, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.
Ia juga mengingatkan adanya potensi penularan penyakit influenza yang perlu diwaspadai masyarakat.
“Masker barangkali memang harus, karena ya sekarang bukan hanya asap, juga mungkin di beberapa tempat sudah terjadi yang disebut flu,” kata Rano.
Fasilitas Kesehatan Diminta Siaga
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak penurunan kualitas udara. Instruksi tersebut terutama ditujukan kepada rumah sakit dan puskesmas agar siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Pemprov DKI Jakarta memiliki jaringan fasilitas kesehatan yang terdiri atas 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan bagi warga di berbagai wilayah ibu kota.
Selain itu, Jakarta juga dilengkapi ratusan alat pemantau emisi untuk membantu memantau kondisi kualitas udara. Pemantauan ini menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam mengidentifikasi kondisi pencemaran dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi kualitas udara, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika diperlukan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan yang memburuk.

