26.9 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALKembali ke NKRI, 8 Anggota OPM dan Keluarga Menyerahkan Diri

Kembali ke NKRI, 8 Anggota OPM dan Keluarga Menyerahkan Diri

Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 501/BY berhasil memfasilitasi kembalinya delapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap IV/Sorong Raya, Papua, beserta keluarga mereka ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, di mana tiga simpatisan OPM menyerahkan diri pada pertengahan bulan ini.

Delapan anggota OPM yang menyerahkan diri membawa serta keluarga mereka, termasuk istri dan anak-anak. Keputusan mereka untuk kembali ke NKRI menjadi sinyal penting dalam upaya perdamaian di Papua.

Proses kembalinya para anggota OPM ini dimulai dari komunikasi intensif yang dibangun oleh Satgas Yonif 501/BY dengan anggota kelompok tersebut yang masih bertahan di hutan. Operasi yang berlangsung sejak 15 Desember 2024 ini berfokus di Distrik Aifat Selatan, Fuog Komplek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Operasi ini telah membuahkan hasil signifikan dengan sebelumnya tiga simpatisan OPM berhasil dibujuk untuk menyerah. Ketiga simpatisan tersebut kemudian membantu menjembatani komunikasi antara Satgas Yonif 501/BY dan rekan-rekan mereka di kelompok OPM.

“Mereka menyampaikan pesan perdamaian yang diusung oleh Satgas Yonif 501/BY kepada kelompok yang masih berada di hutan. Pendekatan humanis yang kami terapkan telah menunjukkan hasil positif dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu Ariyanto dikutip dari keterangan tertulis Puspen TNI pada Jumat (27/12)

Letkol Yakhya menambahkan, pendekatan berbasis kemanusiaan yang diterapkan oleh Satgas telah menjadi kunci keberhasilan dalam memediasi kelompok-kelompok OPM. Langkah ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat di Kabupaten Maybrat.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa operasi yang kami jalankan tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga mengutamakan pendekatan dialogis. Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif, sehingga masyarakat Papua dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan,” tegasnya.

Kembalinya para anggota OPM ini diharapkan menjadi titik balik dalam proses rekonsiliasi di Papua. Kepercayaan masyarakat terhadap pendekatan humanis Satgas Yonif 501/BY menunjukkan bahwa kolaborasi dan dialog adalah jalan terbaik untuk mencapai masa depan Papua yang damai dan sejahtera.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Hunian MBR di Cikarang, Program 3 Juta Rumah Mulai Bergerak

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman...

Menag Soroti Kualitas Speaker di Masjid, ITS Tawarkan Bantuan Teknologi

Surabaya -  Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

Menu MBG Dikeluhkan Orang Tua, Wabub Batang Ancam Tutup SPPG Nakal

Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten...

Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Antisipasi Lonjakan Harga

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini