29 C
Jakarta
Rabu, September 9, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALKembali ke NKRI, 8 Anggota OPM dan Keluarga Menyerahkan Diri

Kembali ke NKRI, 8 Anggota OPM dan Keluarga Menyerahkan Diri

Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 501/BY berhasil memfasilitasi kembalinya delapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap IV/Sorong Raya, Papua, beserta keluarga mereka ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, di mana tiga simpatisan OPM menyerahkan diri pada pertengahan bulan ini.

Delapan anggota OPM yang menyerahkan diri membawa serta keluarga mereka, termasuk istri dan anak-anak. Keputusan mereka untuk kembali ke NKRI menjadi sinyal penting dalam upaya perdamaian di Papua.

Proses kembalinya para anggota OPM ini dimulai dari komunikasi intensif yang dibangun oleh Satgas Yonif 501/BY dengan anggota kelompok tersebut yang masih bertahan di hutan. Operasi yang berlangsung sejak 15 Desember 2024 ini berfokus di Distrik Aifat Selatan, Fuog Komplek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Operasi ini telah membuahkan hasil signifikan dengan sebelumnya tiga simpatisan OPM berhasil dibujuk untuk menyerah. Ketiga simpatisan tersebut kemudian membantu menjembatani komunikasi antara Satgas Yonif 501/BY dan rekan-rekan mereka di kelompok OPM.

“Mereka menyampaikan pesan perdamaian yang diusung oleh Satgas Yonif 501/BY kepada kelompok yang masih berada di hutan. Pendekatan humanis yang kami terapkan telah menunjukkan hasil positif dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu Ariyanto dikutip dari keterangan tertulis Puspen TNI pada Jumat (27/12)

Letkol Yakhya menambahkan, pendekatan berbasis kemanusiaan yang diterapkan oleh Satgas telah menjadi kunci keberhasilan dalam memediasi kelompok-kelompok OPM. Langkah ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat di Kabupaten Maybrat.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa operasi yang kami jalankan tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga mengutamakan pendekatan dialogis. Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif, sehingga masyarakat Papua dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan,” tegasnya.

Kembalinya para anggota OPM ini diharapkan menjadi titik balik dalam proses rekonsiliasi di Papua. Kepercayaan masyarakat terhadap pendekatan humanis Satgas Yonif 501/BY menunjukkan bahwa kolaborasi dan dialog adalah jalan terbaik untuk mencapai masa depan Papua yang damai dan sejahtera.

Baca Juga

Terendus dari Media Sosial, Patroli Siber Bongkar Jual Beli 7 Burung Langka di Papua

Jakarta - Tim patroli siber Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap...

Pisang Cavendish Lumajang Bidik Pasar Hong Kong dan Malaysia

katafoto.id, Lumajang - Pisang Cavendish dari Kabupaten Lumajang, Jawa...

Bukan Cuma Helikopter, Prabowo Siapkan Kapal Induk hingga Drone untuk Hadapi Karhutla

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi besar untuk...

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Nasib Penyeberangan Bakauheni-Merak?

Jakarta - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini