29.1 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJABPS Sebut Ekspor Indonesia 2024 Naik 2,29 Persen, Pertanian dan Industri Melesat

BPS Sebut Ekspor Indonesia 2024 Naik 2,29 Persen, Pertanian dan Industri Melesat

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa total nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Desember 2024 mencapai USD264,70 miliar, mengalami peningkatan sebesar 2,29 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk ekspor nonmigas, total yang dicapai mencapai USD248,83 miliar atau meningkat 2,46 persen.

Sepanjang tahun 2024, ekspor nonmigas dari sektor industri pengolahan menunjukkan kenaikan sebesar 5,33 persen dibandingkan tahun 2023. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan ekspor logam dasar mulia.

Di sektor lain, ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 29,81 persen, yang sebagian besar didorong oleh kenaikan ekspor kopi. Namun, ekspor dari sektor pertambangan mengalami penurunan 10,20 persen, terutama akibat turunnya ekspor batubara.

Pendiri sekaligus CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menekankan pentingnya penerapan sistem rantai dingin (cold chain) yang terintegrasi secara menyeluruh untuk komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mudah rusak.

“Dibutuhkan gudang dingin (cold storage) dan teknologi khusus seperti controlled atmosphere storage (CAS) untuk menjaga kualitas produk,”ujar Setijadi dikutip dalam laman infopublik pada Selasa (28/1)

Ia juga menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pengemasan dan proses konsolidasi guna meningkatkan efisiensi serta skala ekonomi. “Proses hilirisasi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sangat krusial untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, serta daya saing produk,” tambahnya.

Kepala Laboratorium Supply Chain Management, Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama, Verani Hartati, menyoroti ketidakseimbangan kontribusi ekspor antarwilayah. Berdasarkan data dari BPS, tiga provinsi memberikan kontribusi sebesar 33,65 persen dari total ekspor nasional selama periode Januari-Desember 2024, yaitu:

  • Jawa Barat: USD37.872,3 juta (14,31 persen)
  • Jawa Timur: USD25.716,1 juta (9,72 persen)
  • Kalimantan Timur: USD25.461,5 juta (9,62 persen)

Verani mendorong pengembangan ekspor berbasis komoditas unggulan di setiap daerah. “Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ekspor, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Ia juga menekankan perlunya sinergi dalam meningkatkan aksesibilitas serta konektivitas logistik antar kementerian dan lembaga terkait.

“Optimalisasi konektivitas logistik harus dilakukan berdasarkan pemetaan rantai pasok (supply chain mapping) serta pengembangan sistem hub & spoke yang tepat,” jelasnya.

Selain itu, pemilihan lokasi strategis untuk pintu ekspor juga dianggap penting guna memastikan distribusi produk ke pasar internasional berjalan dengan lebih efisien dan efektif.

Baca Juga

Polres Sumenep Lakukan Pemeriksaan Senjata Api, Disiplin Anggota Jadi Sorotan

Sumenep - Polres Sumenep melaksanakan pemeriksaan senjata api (senpi)...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Gratis Naik Transjakarta Saat Lebaran 2026, Simak Jadwal dan Rute Ini

Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan kesiapan untuk...

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Menag Soroti Kualitas Speaker di Masjid, ITS Tawarkan Bantuan Teknologi

Surabaya -  Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini