<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bencana alam - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/bencana-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/bencana-alam/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 03:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>bencana alam - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/bencana-alam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anggaran Bencana Meledak, DPR Siapkan Rp1,1 Triliun untuk 2027</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/15/anggaran-bencana-meledak-dpr-siapkan-rp11-triliun-untuk-2027/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/15/anggaran-bencana-meledak-dpr-siapkan-rp11-triliun-untuk-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 03:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran Bencana 2027]]></category>
		<category><![CDATA[Banggar DPR]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19590</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Jakarta &#8211; Anggaran penanggulangan bencana pada 2027 diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengungkapkan, alokasi anggaran tersebut naik dari Rp494 miliar pada 2026 menjadi Rp1,1 triliun pada 2027. Said menjelaskan, anggaran tersebut mencakup sejumlah pos untuk mendukung penanganan bencana, termasuk dana siap pakai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/15/anggaran-bencana-meledak-dpr-siapkan-rp11-triliun-untuk-2027/">Anggaran Bencana Meledak, DPR Siapkan Rp1,1 Triliun untuk 2027</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Jakarta</b> &#8211; Anggaran penanggulangan bencana pada 2027 diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengungkapkan, alokasi anggaran tersebut naik dari Rp494 miliar pada 2026 menjadi Rp1,1 triliun pada 2027.</p>
<p>Said menjelaskan, anggaran tersebut mencakup sejumlah pos untuk mendukung penanganan bencana, termasuk dana siap pakai dan dana on call.</p>
<p>&#8220;Di 2026 Rp 494 miliar, sekarang Rp 1,1 triliun. Di dalamnya termasuk dana on call, dana siap pakai Rp 256 miliar. Kemudian ada dana on call, DSP Dana Siap Pakai Rp 5 triliun, masih ada dana pooling insurance kebencanaan Rp 14 triliun,&#8221; tutur Said di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9).</p>
<p>Menurut Said, kebutuhan anggaran penanganan bencana pada 2027 masih dapat bertambah. Pemerintah juga menyiapkan alokasi khusus untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.</p>
<p>&#8220;Belum rehab-rekon untuk Sumatera, Aceh, ada Rp 10 triliun,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Dengan berbagai tambahan alokasi tersebut, Said menilai peningkatan anggaran penanggulangan bencana pada 2027 cukup besar.</p>
<p>&#8220;Besar sekali, tinggi sekali bukan besar sekali,&#8221; kata Said.</p>
<p><b>DPR Soroti Karhutla</b></p>
<p>Selain anggaran bencana, Said turut menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut dia, persoalan karhutla kini telah berkembang menjadi isu nasional karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Bahkan, asap akibat karhutla disebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi negara-negara tetangga.</p>
<p>&#8220;Karhutla ini menjadi masalah bukan hanya masalah publik tapi sudah menjadi masalah nasional, bahkan negara tetangga juga tidak nyaman,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Said meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani karhutla. Menurutnya, upaya penanganan juga perlu melibatkan kerja sama dengan negara lain.</p>
<p>&#8220;Kami hanya mengimbau agar secepatnya lah mengambil langkah-langkah apa yang bisa dilakukan, bahkan bantuan dari berbagai negara khususnya Jepang sudah masuk, supaya kita ini dinilai oleh negara lain bahwa jangan sampai itu dianggap ritual tahunan oleh negara tetangga kita dan terutama dampaknya bagi masyarakat kita,&#8221; Said menandaskan.</p>
<p>Ia berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih serius dan berkelanjutan sehingga persoalan tersebut tidak terus berulang setiap tahun. Selain berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan, karhutla juga dapat memengaruhi hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/15/anggaran-bencana-meledak-dpr-siapkan-rp11-triliun-untuk-2027/">Anggaran Bencana Meledak, DPR Siapkan Rp1,1 Triliun untuk 2027</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/15/anggaran-bencana-meledak-dpr-siapkan-rp11-triliun-untuk-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRIN Jawab Isu Tsunami Anak Krakatau, Tapi Alat Deteksinya Sempat Mati 11 Jam</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/15/brin-jawab-isu-tsunami-anak-krakatau-tapi-alat-deteksinya-sempat-mati-11-jam/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/15/brin-jawab-isu-tsunami-anak-krakatau-tapi-alat-deteksinya-sempat-mati-11-jam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pendeteksi Tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[Selat Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19581</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Jakarta &#8211; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada awal September 2026 tidak memicu tsunami. Informasi mengenai air laut yang disebut surut maupun terjadi gelombang tinggi di sekitar kawasan tersebut juga ditegaskan sebagai kabar bohong. Kepastian itu disampaikan Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Semeidi Husrin. Berdasarkan hasil [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/15/brin-jawab-isu-tsunami-anak-krakatau-tapi-alat-deteksinya-sempat-mati-11-jam/">BRIN Jawab Isu Tsunami Anak Krakatau, Tapi Alat Deteksinya Sempat Mati 11 Jam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Jakarta </b>&#8211; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada awal September 2026 tidak memicu tsunami. Informasi mengenai air laut yang disebut surut maupun terjadi gelombang tinggi di sekitar kawasan tersebut juga ditegaskan sebagai kabar bohong.</p>
<p>Kepastian itu disampaikan Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Semeidi Husrin. Berdasarkan hasil pemantauan selama 90 hari terakhir, sejak Juni hingga September 2026, tidak ditemukan sinyal anomali laut yang berpotensi memicu tsunami.</p>
<p>&#8220;Hasil monitoring 24 jam tidak ada tsunami. Kalau ada informasi gelombang surut, gelombang tinggi, itu dipastikan hoaks,&#8221; tegas Semeidi dalam Geohazard Webinar BRIN bertajuk “Karakteristik Vulkanik Gunung Api Krakatau”yang digelar secara daring, Senin (14/9).</p>
<p>Meski demikian, BRIN mengungkap adanya persoalan pada sistem pemantauan muka air laut di sekitar Gunung Anak Krakatau. Perangkat pendeteksi tsunami sempat berhenti beroperasi selama sekitar 11 jam ketika aktivitas vulkanik GAK sedang tinggi.</p>
<p><b>Alat Deteksi Dipasang Dekat Gunung Anak Krakatau</b></p>
<p>Pemantauan kondisi air laut di Selat Sunda selama ini dilakukan secara real time menggunakan perangkat yang dikembangkan BRIN, yakni inexpensive device for sea-level measurement (IDSL) atau Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA).</p>
<p>Perangkat tersebut ditempatkan di Pulau Rakata, salah satu lokasi yang berada paling dekat dengan sumber potensi bencana. Posisi tersebut dinilai penting karena memungkinkan deteksi perubahan muka air laut dilakukan lebih cepat.</p>
<p>Semeidi menjelaskan, setiap perubahan atau anomali muka air laut yang terdeteksi perangkat akan diteruskan ke server untuk dianalisis.</p>
<p>&#8220;Keberadaan IDSL/PUMMA di kompleks Gunung Anak Krakatau Rakata itu sangat penting sekali. Semakin dekat, semakin baik. Semakin dekat, maka kita akan semakin cepat mendeteksi tsunami yang terjadi dengan mekanisme apa pun,&#8221; papar Semeidi.</p>
<p>Namun, sistem tersebut mengalami gangguan pada saat aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat. Gangguan bukan disebabkan kerusakan perangkat, melainkan berkurangnya pasokan daya dari sistem baterai.</p>
<p><b>Panel Surya Tertutup Abu Vulkanik</b></p>
<p>Menurut Semeidi, kemampuan sistem kelistrikan IDSL/PUMMA mulai melemah sejak akhir Agustus hingga memasuki September 2026. Kondisi tersebut mencapai puncaknya pada 6 September 2026 ketika perangkat sempat mati total.</p>
<p>Material abu vulkanik yang berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menutupi panel surya yang menjadi sumber energi perangkat. Akibatnya, suplai daya tidak mencukupi dan sistem pemantauan sempat berhenti bekerja selama sekitar 11 jam.</p>
<p>&#8220;Memang terlihat ada pelemahan dari sistem power supply, sistem baterai kita di akhir bulan Agustus dan masuk ke bulan September. Puncaknya pada 6 September waktu itu, bahkan sempat mati,&#8221; beber Semeidi.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat pemantauan muka air laut di sekitar Gunung Anak Krakatau mengalami jeda pada periode tersebut. Meski demikian, BRIN menegaskan tidak ada data yang menunjukkan terjadinya anomali laut yang mengarah pada tsunami.</p>
<p><b>BRIN Evaluasi Sistem Deteksi Tsunami</b></p>
<p>Gangguan pada perangkat pemantauan tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat mitigasi bencana di kawasan Gunung Anak Krakatau.</p>
<p>BRIN mendorong peningkatan sistem pemantauan, termasuk penambahan perangkat pendeteksi anomali muka air laut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan data, terutama ketika terjadi erupsi atau aktivitas vulkanik yang dapat mengganggu sumber daya perangkat.</p>
<p>Masyarakat juga diminta tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Informasi terkait potensi tsunami maupun aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya merujuk pada keterangan dari lembaga dan otoritas resmi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/15/brin-jawab-isu-tsunami-anak-krakatau-tapi-alat-deteksinya-sempat-mati-11-jam/">BRIN Jawab Isu Tsunami Anak Krakatau, Tapi Alat Deteksinya Sempat Mati 11 Jam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/15/brin-jawab-isu-tsunami-anak-krakatau-tapi-alat-deteksinya-sempat-mati-11-jam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Cuma Helikopter, Prabowo Siapkan Kapal Induk hingga Drone untuk Hadapi Karhutla</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/08/bukan-cuma-helikopter-prabowo-siapkan-kapal-induk-hingga-drone-untuk-hadapi-karhutla/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/08/bukan-cuma-helikopter-prabowo-siapkan-kapal-induk-hingga-drone-untuk-hadapi-karhutla/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Drone]]></category>
		<category><![CDATA[kapal induk Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi besar untuk memperkuat penanganan bencana di Indonesia. Pemerintah akan menyusun master plan atau rencana induk yang mencakup langkah mitigasi hingga respons ketika bencana terjadi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemanfaatan kapal induk dari Italia untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/08/bukan-cuma-helikopter-prabowo-siapkan-kapal-induk-hingga-drone-untuk-hadapi-karhutla/">Bukan Cuma Helikopter, Prabowo Siapkan Kapal Induk hingga Drone untuk Hadapi Karhutla</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi besar untuk memperkuat penanganan bencana di Indonesia. Pemerintah akan menyusun <i>master plan</i> atau rencana induk yang mencakup langkah mitigasi hingga respons ketika bencana terjadi.</p>
<p>Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemanfaatan kapal induk dari Italia untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<p>Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas penanganan sejumlah bencana, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga karhutla. Rapat berlangsung secara virtual melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).</p>
<p>&#8220;Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif. Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita,&#8221; kata Prabowo sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.</p>
<p>Menurut Prabowo, kapal tersebut nantinya akan difungsikan sebagai kapal induk yang dapat mengoperasikan helikopter dan drone untuk mendukung penanganan bencana. Armada itu terutama akan dimanfaatkan ketika terjadi karhutla yang membutuhkan respons cepat.</p>
<p>Kapal tersebut, lanjut Prabowo, dapat membawa hingga 10 helikopter kelas menengah dan 10 helikopter medium.</p>
<p>&#8220;Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI-17 yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan dukungan armada tersebut, Prabowo berharap proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat, terutama di wilayah yang memiliki banyak titik api.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,&#8221; sambung Prabowo.</p>
<p><b>Pesawat Modifikasi Cuaca Ditambah</b></p>
<p>Selain memperkuat armada udara untuk pemadaman, Prabowo meminta pemerintah meningkatkan jumlah pesawat yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).</p>
<p>Ia juga mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian untuk menentukan bahan atau zat yang paling efektif digunakan dalam mempercepat proses modifikasi cuaca.</p>
<p>Tak hanya pesawat dan helikopter, pemerintah juga berencana menambah drone berukuran besar yang dapat digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran.</p>
<p>Prabowo mengatakan terdapat drone yang mampu membawa hingga 50 kilogram air dalam sekali operasi.</p>
<p>&#8220;Kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, mengdrop 50 kilo air. Kalau 50 kilo air 10 drone sama dengan 1 helikopter kemampuannya. Oh tidak, tidak, 50 kali 10 baru 500, setengah ton ya,&#8221; jelasnya.</p>
<p><b>Minta Peralatan Disiapkan Sebelum Bencana</b></p>
<p>Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus mengedepankan prinsip kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Menurutnya, persediaan peralatan sebaiknya lebih banyak daripada justru kekurangan ketika bencana sudah terjadi.</p>
<p>Karena itu, ia meminta jajaran menteri memperkuat ketersediaan berbagai peralatan, termasuk helikopter, pompa air, dan kendaraan pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan karhutla.</p>
<p>&#8220;Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator di tingkat, ekskavator-ekskavator kecil di tempat desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan itu lebih baik,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Prabowo menilai keberadaan peralatan di lokasi yang rawan bencana akan mempercepat penanganan sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.</p>
<p>&#8220;Tapi minimal kalau ada di tempat terdepan ini akan sangat. Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,&#8221; imbuh Prabowo.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/08/bukan-cuma-helikopter-prabowo-siapkan-kapal-induk-hingga-drone-untuk-hadapi-karhutla/">Bukan Cuma Helikopter, Prabowo Siapkan Kapal Induk hingga Drone untuk Hadapi Karhutla</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/08/bukan-cuma-helikopter-prabowo-siapkan-kapal-induk-hingga-drone-untuk-hadapi-karhutla/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/06/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-sampai-jakarta-lakukan-langkah-perlindungan-ini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/06/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-sampai-jakarta-lakukan-langkah-perlindungan-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 08:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[abu Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[asma]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Jakarta. Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawari, menjelaskan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus dan dapat mengandung silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif. Menurut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/06/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-sampai-jakarta-lakukan-langkah-perlindungan-ini/">Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Jakarta.</p>
<p>Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawari, menjelaskan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus dan dapat mengandung silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif.</p>
<p>Menurut Ani, abu vulkanik yang terhirup atau mengenai tubuh dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan. Bagian yang paling berisiko terdampak antara lain saluran pernapasan, mata, dan kulit.</p>
<p>Pada saluran pernapasan, paparan abu dapat menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit pernapasan yang sudah diderita seseorang, seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).</p>
<p>Sementara itu, mata yang terkena abu vulkanik dapat mengalami iritasi dengan gejala berupa rasa perih, kemerahan, dan seperti ada benda yang mengganjal. Paparan pada kulit juga dapat menimbulkan gatal maupun iritasi.</p>
<p>&#8220;Sebab itu masyarakat diimbau untuk melakukan beberapa langkah perlindungan. Terutama saat abu vulkanik berada di lingkungan sekitar,&#8221; katanya, Minggu (6/9).</p>
<p><b>Batasi Aktivitas di Luar Rumah</b></p>
<p>Ani meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat. Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela rumah rapat-rapat agar abu tidak mudah masuk ke dalam ruangan.</p>
<p>Bagi warga yang terpaksa bepergian, Ani menyarankan penggunaan masker KN95 atau N95. Masker tersebut dapat membantu menyaring partikel abu berukuran sangat kecil.</p>
<p>Selain masker, warga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko abu mengenai mata.</p>
<p>Setibanya di rumah, masyarakat disarankan segera mandi dan keramas serta mengganti pakaian. Pakaian yang terkena abu sebaiknya dicuci secara terpisah.</p>
<p>Jika diperlukan, mata dan hidung juga dapat dibilas menggunakan air bersih untuk membantu membersihkan sisa abu yang menempel.</p>
<p><b>Bersihkan Abu dengan Cara yang Aman</b></p>
<p>Dinkes DKI Jakarta juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang harus membersihkan abu vulkanik di sekitar rumah, kendaraan, maupun lingkungan tempat tinggal.</p>
<p>Saat melakukan pembersihan, masyarakat dianjurkan mengenakan perlengkapan pelindung berupa masker, kacamata, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup.</p>
<p>&#8220;Perlengkapan tersebut membantu mengurangi risiko abu terhirup serta mencegah iritasi pada mata dan kulit,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ani juga mengingatkan warga agar tidak menyapu abu dalam keadaan kering. Cara tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan sehingga lebih mudah terhirup.</p>
<p>Sebelum membersihkan, warga dianjurkan membasahi atau memercikkan air secukupnya pada abu. Dengan begitu, abu menjadi lebih berat dan tidak mudah beterbangan ketika dibersihkan.</p>
<p>&#8220;Setelah selesai melakukan aktivitas di lingkungan yang terpapar abu, disarankan untuk melepaskan masker di luar ruangan sebelum masuk ke rumah, mandi dan keramas,&#8221; saran Ani.</p>
<p><b>Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada</b></p>
<p>Dinkes DKI Jakarta meminta kelompok rentan memberikan perhatian lebih terhadap paparan abu vulkanik. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma dan PPOK.</p>
<p>Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan setelah terpapar abu vulkanik. Apabila mengalami sesak napas, batuk yang semakin parah, nyeri dada, atau gangguan penglihatan, warga diminta segera mendapatkan pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.</p>
<p>&#8220;Lindungi diri, lindungi keluarga. Tetap waspada dan utamakan kesehatan selama kondisi abu vulkanik berlangsung,<i>”</i>tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/06/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-sampai-jakarta-lakukan-langkah-perlindungan-ini/">Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/06/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-sampai-jakarta-lakukan-langkah-perlindungan-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Jauhi Zona Ini</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/01/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-zona-ini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/01/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-zona-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 16:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[awan panas]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Api]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[lahar]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Semeru Erupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19412</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lumajang &#8211; Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa (1/9) pukul 04.24 WIB. Saat erupsi terjadi, kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung. Ketinggian kolom abu tersebut setara sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut. Informasi ini disampaikan berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/01/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-zona-ini/">Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Jauhi Zona Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Lumajang</b> &#8211; Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa (1/9) pukul 04.24 WIB. Saat erupsi terjadi, kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung.</p>
<p>Ketinggian kolom abu tersebut setara sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut. Informasi ini disampaikan berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>
<p>Kolom abu erupsi terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebarannya terpantau menuju barat daya dan barat.</p>
<p>Aktivitas erupsi tersebut juga tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan berlangsung selama sekitar 1 menit 49 detik. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, meminta masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui sumber informasi resmi.</p>
<p>“Yang terpenting masyarakat tetap tenang dan waspada. Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Isnugroho melalui keterangan pers yang diterima pada Selasa (1/9).</p>
<p>BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai atau menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi resmi pemerintah dan lembaga kebencanaan menjadi rujukan utama untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung.</p>
<p><b>Zona yang Harus Dihindari</b></p>
<p>Mengacu pada rekomendasi penanganan aktivitas Gunung Semeru, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.</p>
<p>Masyarakat yang berada di luar radius tersebut juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.</p>
<p>Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga tidak direkomendasikan. Kawasan tersebut masih memiliki potensi bahaya akibat lontaran batu pijar.</p>
<p>Potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai meliputi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar. Ancaman tersebut dapat terjadi di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.</p>
<p>Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.</p>
<p>BPBD Kabupaten Lumajang bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Informasi mengenai kondisi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat sesuai hasil pemantauan di lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/01/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-zona-ini/">Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Jauhi Zona Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/01/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-zona-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polri Kerahkan 10 Anjing K9 ke Flores, Misi Khusus Cari Korban Gempa Dimulai</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/08/17/polri-kerahkan-10-anjing-k9-ke-flores-misi-khusus-cari-korban-gempa-dimulai/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/08/17/polri-kerahkan-10-anjing-k9-ke-flores-misi-khusus-cari-korban-gempa-dimulai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 09:14:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[anjing pelacak]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[gempa NTT]]></category>
		<category><![CDATA[K9 Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[SAR Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19114</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polri memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengerahkan 10 anjing pelacak atau K9 Search and Rescue (SAR) dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri. Sepuluh K9 tersebut diberangkatkan bersama 21 personel pendukung menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501. Pesawat dengan rute Pondok Cabe-Labuan Bajo itu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/17/polri-kerahkan-10-anjing-k9-ke-flores-misi-khusus-cari-korban-gempa-dimulai/">Polri Kerahkan 10 Anjing K9 ke Flores, Misi Khusus Cari Korban Gempa Dimulai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Polri memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengerahkan 10 anjing pelacak atau K9 Search and Rescue (SAR) dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri.</p>
<p>Sepuluh K9 tersebut diberangkatkan bersama 21 personel pendukung menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501. Pesawat dengan rute Pondok Cabe-Labuan Bajo itu dipimpin Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S.</p>
<p>Penggunaan pesawat khusus dilakukan untuk mempercepat mobilisasi kemampuan SAR Polri menuju wilayah terdampak. Selain membawa K9 dan personel, pesawat tersebut mengangkut peralatan operasional serta bantuan logistik yang dibutuhkan selama proses penanganan bencana.</p>
<p>Tim Ditpolsatwa dipimpin Iptu Erasmus sebagai Katim K9. Ia didampingi Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo yang bertugas sebagai tenaga veteriner. Sejumlah handler dan personel pelindung juga turut dilibatkan untuk mendampingi K9 serta menjaga keselamatan selama operasi berlangsung.</p>
<p><b>10 K9 dengan Kemampuan Pencarian Korban</b></p>
<p>Sepuluh anjing yang diterjunkan dalam operasi tersebut adalah Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi.</p>
<p>Seluruh K9 memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu menemukan korban bencana. Mereka juga dibekali kemampuan cadaver yang memungkinkan anjing mendeteksi aroma khas tubuh manusia yang telah meninggal dunia.</p>
<p>Kemampuan tersebut menjadi penting dalam situasi bencana, terutama ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, atau berada di lokasi yang tidak mudah teridentifikasi melalui pengamatan visual.</p>
<p><b>Punya Pengalaman Tangani Bencana</b></p>
<p>Tim K9 Ditpolsatwa juga membawa pengalaman dari operasi pencarian korban bencana di Sumatera Utara pada Desember 2025.</p>
<p>Saat itu, empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, dikerahkan untuk menyisir bantaran sungai serta sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material atau terbawa arus.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi di beberapa titik yang kemudian diperiksa lebih lanjut oleh tim gabungan. Upaya itu membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.</p>
<p>Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi tim dalam menjalankan misi di Flores. Dalam pelaksanaannya, K9 tidak bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari tim SAR yang melibatkan handler, tenaga veteriner, personel pelindung, serta unsur terkait lainnya.</p>
<p><b>Dibagi Menjadi Tiga Regu</b></p>
<p>Setelah mengikuti apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, tim kemudian melakukan pemuatan perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu. Ketiga regu tersebut akan menjalankan tugas bantuan kendali operasi (BKO) di wilayah hukum Polda NTT.</p>
<p>Pembagian tim dilakukan agar pengerahan K9 dapat disesuaikan dengan kebutuhan pencarian serta kondisi yang ditemukan berdasarkan asesmen di lapangan.</p>
<p>Pada tahap awal, Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian. Meski demikian, personel dan K9 dapat dipindahkan ke wilayah lain apabila situasi membutuhkan.</p>
<p>Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan bencana.</p>
<p>“Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo dalam keterangan resminya, Senin (16/8/2026).</p>
<p>Trunoyudo mengatakan Polri memahami kebutuhan masyarakat terdampak terhadap proses pencarian korban.</p>
<p>“Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” kata Trunoyudo.</p>
<p>Ia menjelaskan, penempatan tim K9 akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah.</p>
<p>“Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelas dia.</p>
<p><b>Angkut 3,4 Ton Logistik</b></p>
<p>Selain membawa 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 mengangkut 10 kennel box K9, empat kotak perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.</p>
<p>Total muatan yang dibawa mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton.</p>
<p>Logistik tersebut meliputi 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.</p>
<p>Setibanya di Labuan Bajo, tim akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan menetapkan prioritas pencarian berdasarkan kondisi terkini.</p>
<p>Pengerahan menggunakan pesawat khusus menjadi salah satu langkah Polri untuk mempercepat kedatangan K9, personel, serta perlengkapan ke wilayah terdampak.</p>
<p>Polri memastikan dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil asesmen di lapangan. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat pencarian korban sekaligus membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/17/polri-kerahkan-10-anjing-k9-ke-flores-misi-khusus-cari-korban-gempa-dimulai/">Polri Kerahkan 10 Anjing K9 ke Flores, Misi Khusus Cari Korban Gempa Dimulai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/08/17/polri-kerahkan-10-anjing-k9-ke-flores-misi-khusus-cari-korban-gempa-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Cuma CCTV, Gunung Semeru Kini Dipantau Teknologi AI untuk Peringatan Dini</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/08/15/bukan-cuma-cctv-gunung-semeru-kini-dipantau-teknologi-ai-untuk-peringatan-dini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/08/15/bukan-cuma-cctv-gunung-semeru-kini-dipantau-teknologi-ai-untuk-peringatan-dini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 03:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TEKNEWS]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Early Warning System]]></category>
		<category><![CDATA[EWS]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Api]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan artifisial]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan dini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lumajang &#8211; Kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk memperkuat sistem peringatan dini aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Teknologi ini membantu menganalisis data getaran secara otomatis sebagai pelengkap pemantauan visual melalui kamera CCTV dan kesiapsiagaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengoptimalkan sistem peringatan dini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/15/bukan-cuma-cctv-gunung-semeru-kini-dipantau-teknologi-ai-untuk-peringatan-dini/">Bukan Cuma CCTV, Gunung Semeru Kini Dipantau Teknologi AI untuk Peringatan Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Lumajang</b> &#8211; Kecerdasan artifisial atau <i>Artificial Intelligence</i> (AI) mulai dimanfaatkan untuk memperkuat sistem peringatan dini aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Teknologi ini membantu menganalisis data getaran secara otomatis sebagai pelengkap pemantauan visual melalui kamera CCTV dan kesiapsiagaan masyarakat.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengoptimalkan sistem peringatan dini atau <i>Early Warning System</i> (EWS) untuk mengantisipasi risiko aktivitas Gunung Semeru.</p>
<p>Penguatan pemantauan dilakukan melalui Pos BPBD Unit Oro-Oro Ombo dan Unit Curah Kobokan. Kedua pos tersebut berfungsi sebagai titik pemantauan sekaligus menjadi penghubung dalam penyampaian informasi kebencanaan kepada warga yang berada di kawasan rawan bencana.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberadaan kedua pos tersebut merupakan bagian dari strategi mendekatkan sistem kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.</p>
<p>“Kedua pos tersebut merupakan unit BPBD yang berbasis masyarakat dan didukung potensi penanggulangan bencana untuk membantu pemantauan serta penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujar Isnugroho melalui keterangan pers yang diterima pada Jumat (14/8/2026).</p>
<p><b>EWS Semeru Diperkuat Teknologi AI</b></p>
<p>Selain menggunakan kamera CCTV untuk melihat kondisi secara langsung, BPBD Lumajang mengembangkan EWS yang dapat menganalisis data getaran Gunung Semeru secara otomatis.</p>
<p>“Kami juga mengembangkan sistem peringatan dini atau <i>Early Warning System</i> (EWS) yang bekerja secara otomatis dengan dukungan kecerdasan artifisial atau <i>Artificial Intelligence</i> (AI) berdasarkan data getaran Gunung Semeru,” jelasnya.</p>
<p>Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu mempercepat proses identifikasi perubahan aktivitas gunung yang perlu mendapatkan perhatian. Dengan demikian, informasi peringatan dapat disampaikan lebih cepat ketika terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat.</p>
<p>Meski demikian, teknologi tidak menjadi satu-satunya unsur dalam mitigasi bencana. Kesiapan warga tetap menjadi faktor penting, terutama dalam memahami potensi risiko, menerima informasi resmi, dan mengambil langkah yang tepat ketika kondisi darurat terjadi.</p>
<p>BPBD Lumajang karena itu turut meningkatkan kapasitas masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Semeru. Edukasi kebencanaan dipadukan dengan pemahaman terhadap kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.</p>
<p>“Selain menggunakan pendekatan modern dan sistematis, karena kita berada di tanah Jawa, kita juga menggunakan pendekatan spiritual,” kata Isnugroho.</p>
<p>Pendekatan tersebut diharapkan dapat melengkapi edukasi kebencanaan sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan perangkat teknologi. Warga juga perlu memahami karakteristik risiko serta kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.</p>
<p><b>Koordinasi dengan PVMBG</b></p>
<p>Untuk memastikan informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru berasal dari sumber yang memiliki kewenangan, BPBD Lumajang terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>
<p>Koordinasi juga dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur. Informasi hasil pemantauan kegunungapian menjadi salah satu dasar penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.</p>
<p>BPBD mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.</p>
<p>Penggunaan teknologi pemantauan, EWS berbasis AI, peningkatan kapasitas masyarakat, kearifan lokal, serta koordinasi antarlembaga menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun kesiapsiagaan di kawasan Gunung Semeru.</p>
<p>Sistem peringatan dini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mendeteksi potensi ancaman dengan cepat. Keberhasilan mitigasi juga bergantung pada kemampuan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat dan memastikan peringatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/15/bukan-cuma-cctv-gunung-semeru-kini-dipantau-teknologi-ai-untuk-peringatan-dini/">Bukan Cuma CCTV, Gunung Semeru Kini Dipantau Teknologi AI untuk Peringatan Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/08/15/bukan-cuma-cctv-gunung-semeru-kini-dipantau-teknologi-ai-untuk-peringatan-dini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 00:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Bergas Catursasi]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[BUMD]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi air]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[kemarau 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Air]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 123 juta liter air bersih telah disiapkan oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi potensi kekeringan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan secara menyeluruh. “Tahun 2026 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/">Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 123 juta liter air bersih telah disiapkan oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi potensi kekeringan.</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan secara menyeluruh.</p>
<p>“Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/ kota, sudah disiapkan 123 juta liter air. Ada 18 kabupaten/ kota yang diperkirakan akan terdampak. Sudah siap untuk didistribusikan,” ujarnya saat rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5).</p>
<p>Bergas menjelaskan, meskipun saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih diguyur hujan, musim kemarau diperkirakan mulai berlangsung pada Juni, khususnya di Pulau Jawa.</p>
<figure id="attachment_16561" aria-describedby="caption-attachment-16561" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16561" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1.jpg" alt="Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-16561" class="wp-caption-text">Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5/2026). (katafoto/HO/Humas Jateng)</figcaption></figure>
<p>“Peristiwa di tahun 2026 ini diperkirakan hampir sama seperti di tahun 2024. Di mana pada tahun 2024, BPBD provinsi maupun kabupaten/ kota sudah bisa mendistribusikan 54 juta liter air,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kesiapan distribusi air bersih juga telah didukung dengan pemetaan sarana dan prasarana, termasuk armada distribusi. Namun demikian, pihaknya masih melakukan kajian terkait kebutuhan anggaran distribusi, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan menghadapi musim kemarau telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk dalam pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.</p>
<p>Ia menegaskan, pemerintah provinsi juga akan menggandeng sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) untuk memperkuat upaya mitigasi dampak kekeringan.</p>
<p>“Nanti kita koordinasikan lagi, termasuk dengan beberapa BUMD juga kita kondisikan. Ini untuk membantu agar dampak kekeringan bisa dikurangi. Tidak hanya soal kebutuhan air bersih dan air baku, tetapi juga dampaknya pada swasembada pangan,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/">Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Bangkit</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/18/sempat-lumpuh-diterjang-banjir-instalasi-farmasi-rsud-aceh-tamiang-mulai-bangkit/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/18/sempat-lumpuh-diterjang-banjir-instalasi-farmasi-rsud-aceh-tamiang-mulai-bangkit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 02:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan pascabencana]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Muda Sedia]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh &#8211; Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang perlahan kembali berfungsi setelah sempat lumpuh akibat banjir yang meninggalkan endapan lumpur tebal di area pelayanan. Memasuki hampir dua bulan pascabencana, aktivitas instalasi farmasi mulai dijalankan kembali secara bertahap dengan sejumlah penyesuaian di lapangan. Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, mengungkapkan bahwa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/18/sempat-lumpuh-diterjang-banjir-instalasi-farmasi-rsud-aceh-tamiang-mulai-bangkit/">Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Bangkit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Aceh</b> &#8211; Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang perlahan kembali berfungsi setelah sempat lumpuh akibat banjir yang meninggalkan endapan lumpur tebal di area pelayanan. Memasuki hampir dua bulan pascabencana, aktivitas instalasi farmasi mulai dijalankan kembali secara bertahap dengan sejumlah penyesuaian di lapangan.</p>
<p>Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, mengungkapkan bahwa proses pemulihan dilakukan secara berjenjang mengingat keterbatasan tenaga serta kondisi fasilitas yang masih dalam tahap penataan.</p>
<p>“Pada awal kejadian, seluruh area instalasi tertutup lumpur. Kondisi tersebut sempat beredar luas di media sosial. Syukurnya, setelah hampir dua bulan pascabencana dan sekitar dua pekan sejak akhir Desember, kami sudah bisa kembali memulai aktivitas di instalasi ini,” jelas Puput dikutip dari keterangan tertulis.</p>
<figure id="attachment_14782" aria-describedby="caption-attachment-14782" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14782" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy.jpg" alt="Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Bangkit" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/1768654914696b884237de51.14080586-copy-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-14782" class="wp-caption-text">Instalasi farmasi RSUD Aceh Tamiang. (katafoto/HO/Kemenkes)</figcaption></figure>
<p>Saat ini, bangunan instalasi farmasi difungsikan sementara sebagai tempat penyimpanan obat-obatan. Pelayanan farmasi untuk pasien IGD dan rawat jalan masih dilaksanakan di gedung lain, sementara layanan rawat inap telah mulai berjalan dengan skema yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.</p>
<p>Ia menambahkan, penataan obat dilakukan secara bertahap berdasarkan jenis sediaan dan standar penyimpanan yang berlaku. Apabila seluruh ruang telah tertata dengan aman dan layak, maka seluruh layanan farmasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, akan kembali dipusatkan di gedung instalasi farmasi.</p>
<p>Puput optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang akan segera beroperasi normal dan kembali mendukung pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal pascabencana.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/18/sempat-lumpuh-diterjang-banjir-instalasi-farmasi-rsud-aceh-tamiang-mulai-bangkit/">Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Bangkit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/18/sempat-lumpuh-diterjang-banjir-instalasi-farmasi-rsud-aceh-tamiang-mulai-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Ketol</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/17/gotong-royong-tni-dan-warga-bangun-jembatan-darurat-di-ketol/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/17/gotong-royong-tni-dan-warga-bangun-jembatan-darurat-di-ketol/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 14:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[akses antardesa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur darurat]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ketol]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0106]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan pascabencana]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Gulbencal]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh &#8211; Akses penghubung antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, perlahan kembali dapat dilalui setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerja bersama masyarakat membangun jembatan sementara di Desa Burlah. Keberadaan infrastruktur darurat ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak longsor dan banjir bandang, yang sebelumnya memutus jalur transportasi utama warga. Pengerjaan jembatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/gotong-royong-tni-dan-warga-bangun-jembatan-darurat-di-ketol/">Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Ketol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Aceh</b> &#8211; Akses penghubung antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, perlahan kembali dapat dilalui setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerja bersama masyarakat membangun jembatan sementara di Desa Burlah. Keberadaan infrastruktur darurat ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak longsor dan banjir bandang, yang sebelumnya memutus jalur transportasi utama warga.</p>
<p>Pengerjaan jembatan dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI sebagai langkah cepat untuk mengatasi keterisolasian sejumlah desa akibat rusaknya sarana penghubung. Jalur tersebut menjadi akses vital yang mengoneksikan Desa Burlah dengan Desa Kekuyang, Buge Ara, dan Bintang Pepara, yang selama ini menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, distribusi kebutuhan pokok, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Satgas Gulbencal melibatkan personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, serta Yon Zipur 6/Satya Digdaya. Hingga Sabtu (17/1/2026), progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar tiga perempat dari total pekerjaan. Sejumlah alat berat juga diturunkan untuk membuka jalur darurat sekaligus mempercepat pemasangan struktur jembatan dan lantai papan agar segera bisa difungsikan.</p>
<p>Komandan di lapangan menyampaikan bahwa kondisi medan berupa batu cadas menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga tambahan. Meski demikian, koordinasi antarsatuan yang solid serta partisipasi aktif warga melalui gotong royong membuat pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan, keberadaan jembatan ini sangat krusial untuk memulihkan arus logistik, distribusi hasil pertanian, dan layanan dasar masyarakat.</p>
<p>Antusiasme dan keterlibatan warga menjadi elemen penting dalam proses pemulihan. Abdul Rahman (45), warga Desa Burlah, mengaku terbantu dengan pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, selama akses terputus, ruang gerak dan aktivitas warga sangat terbatas. Ia berharap dengan kembali terbukanya jalur ini, kehidupan masyarakat bisa segera kembali normal.</p>
<p>Pembangunan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar mobilitas antardesa dapat sepenuhnya pulih. Kehadiran Satgas Gulbencal TNI di Aceh Tengah sekaligus menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung pemerintah daerah mempercepat penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak, serta memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat di lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/gotong-royong-tni-dan-warga-bangun-jembatan-darurat-di-ketol/">Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Ketol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/17/gotong-royong-tni-dan-warga-bangun-jembatan-darurat-di-ketol/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
