28.5 C
Jakarta
Kamis, September 10, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHPemerintah Kejar Pemulihan, 24 Desa Aceh Tengah Masih Terisolasi Pascabencana

Pemerintah Kejar Pemulihan, 24 Desa Aceh Tengah Masih Terisolasi Pascabencana

Aceh – Pemerintah terus menggenjot pemulihan konektivitas darat menuju wilayah-wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah. Memasuki pertengahan Januari 2026, tercatat masih ada 24 desa di lima kecamatan yang belum sepenuhnya terhubung akibat banjir bandang dan longsor yang melanda pada akhir November 2025.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menunjukkan, desa-desa tersebut berada di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Total warga terdampak mencapai 10.914 jiwa.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan terputusnya akses darat menjadi kendala utama dalam proses pemulihan. Sejumlah ruas jalan tertimbun longsor, sementara beberapa jembatan mengalami kerusakan hingga tidak dapat dilalui.

“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan fokus membuka kembali jalur transportasi agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik bisa segera berjalan normal,” ujarnya, Kamis (15/1).

Melansir dari laman infopublik, wilayah dengan desa terisolasi terbanyak berada di Kecamatan Ketol, yakni sembilan desa meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah. Sebanyak 4.951 jiwa terdampak akibat putusnya jembatan serta longsor yang menutup akses jalan.

Menurut Murthalamuddin, sebagian desa seperti Serempah dan Bah sudah dapat dijangkau kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum bisa melintas.

Sementara itu, Kecamatan Bintang mencatat satu desa yang masih terisolasi, yakni Serule, dengan 582 jiwa terdampak. Akses menuju desa tersebut tertutup total oleh material longsor.

Di Kecamatan Silih Nara, dua desa—Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit—belum dapat diakses karena putusnya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit. Kondisi ini berdampak pada 254 jiwa.

Kecamatan Rusip Antara juga masih menyisakan lima desa yang terisolasi dengan jumlah warga terdampak mencapai 2.765 jiwa. Beberapa titik sudah bisa dilewati sepeda motor, namun kendaraan roda empat masih terhambat akibat longsor dan kerusakan infrastruktur.

Adapun di Kecamatan Linge, terdapat tujuh desa yang belum terhubung penuh, yakni Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang. Sebanyak 2.362 jiwa terdampak akibat putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah ruas jalan. Saat ini, akses roda dua baru menjangkau Penarun dan Umang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengintensifkan langkah tanggap darurat, mulai dari pembukaan jalur sementara, pembersihan material longsor, hingga perbaikan jembatan guna memulihkan konektivitas antarwilayah.

“Fokus utama kami adalah memastikan akses kembali terbuka agar aktivitas masyarakat, layanan dasar, dan penyaluran bantuan dapat berjalan normal, terutama di desa-desa yang masih terisolasi,” tutup Murthalamuddin.

Baca Juga

Pune Jadi Ladang Baru Pariwisata Indonesia, Transaksi Rp12,8 Miliar Berhasil Dibidik

Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi senilai...

Mentan Amran Bongkar Penyebab Harga Beras Melonjak, Ada Dugaan Manipulasi Harga

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan...

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Nasib Penyeberangan Bakauheni-Merak?

Jakarta - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju...

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan...

Pemerintah Kejar Target Lindungi Sawah, Banten dan Bali Jadi Sorotan

Jakarta - Pemerintah terus mempercepat perlindungan lahan pertanian guna...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini