<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMKG - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/bmkg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/bmkg/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Apr 2026 03:20:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>BMKG - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/bmkg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Begini Cara Cepat Pemerintah Pulihkan Telekomunikasi Pasca Gempa Sulut</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/03/begini-cara-cepat-pemerintah-pulihkan-telekomunikasi-pasca-gempa-sulut/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/03/begini-cara-cepat-pemerintah-pulihkan-telekomunikasi-pasca-gempa-sulut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 03:20:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TEKNEWS]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 7.6]]></category>
		<category><![CDATA[gempa sulawesi utara]]></category>
		<category><![CDATA[gempa sulut]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan down]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[xl smart]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap stabil dan cepat pulih pascagempa magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB di hari yang sama, sebanyak 98,2 persen jaringan yang sempat terganggu telah kembali berfungsi. Gempa yang berpusat sekitar 129 kilometer tenggara Bitung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/03/begini-cara-cepat-pemerintah-pulihkan-telekomunikasi-pasca-gempa-sulut/">Begini Cara Cepat Pemerintah Pulihkan Telekomunikasi Pasca Gempa Sulut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap stabil dan cepat pulih pascagempa magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB di hari yang sama, sebanyak 98,2 persen jaringan yang sempat terganggu telah kembali berfungsi.</p>
<p>Gempa yang berpusat sekitar 129 kilometer tenggara Bitung sempat berdampak pada 223 site atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 site di wilayah terdampak. Meski demikian, proses pemulihan berlangsung sigap sehingga sebagian besar layanan kembali normal hanya dalam beberapa jam.</p>
<p>Sejak awal kejadian, pemerintah langsung mengaktifkan Crisis Management Team di Posko Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) dengan melibatkan unsur teknis serta operator guna menjaga keberlangsungan layanan sekaligus mempercepat perbaikan.</p>
<p>Hingga sore hari, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi. Sementara itu, empat site lainnya masih dalam tahap pemulihan, masing-masing berada di Kota Bitung (dua site), Kabupaten Minahasa (satu site), dan Kabupaten Minahasa Selatan (satu site).</p>
<p>Gangguan jaringan sebagian besar dipicu oleh terhentinya pasokan listrik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, operator mengandalkan genset sambil menunggu pemulihan listrik dari PLN.</p>
<p>Dari sisi operator, proses perbaikan berjalan cepat, dengan Telkomsel menyisakan dua site terdampak, XLSmart satu site, dan Indosat satu site.</p>
<p>Selain menjaga konektivitas, sistem peringatan dini juga berfungsi optimal. Early Warning System kebencanaan berhasil menyampaikan notifikasi gempa dan potensi tsunami dari BMKG ke wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, termasuk Kota Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Ternate.</p>
<p>Selama pengawasan frekuensi, dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa tetap aman dan beroperasi normal. Sebagian besar perangkat monitoring lainnya juga tidak mengalami kendala. Namun, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado mengalami penurunan kualitas layanan dan masih dalam tahap pemantauan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/03/begini-cara-cepat-pemerintah-pulihkan-telekomunikasi-pasca-gempa-sulut/">Begini Cara Cepat Pemerintah Pulihkan Telekomunikasi Pasca Gempa Sulut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/03/begini-cara-cepat-pemerintah-pulihkan-telekomunikasi-pasca-gempa-sulut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa M7,6 Guncang Ternate, Air Laut Naik di Sejumlah Wilayah</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/02/gempa-m76-guncang-ternate-air-laut-naik-di-sejumlah-wilayah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/02/gempa-m76-guncang-ternate-air-laut-naik-di-sejumlah-wilayah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 02:27:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bitung]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[gempa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gempa tektonik]]></category>
		<category><![CDATA[gempa terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Halmahera]]></category>
		<category><![CDATA[Ternate]]></category>
		<category><![CDATA[thrust fault]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik yang cukup kuat pada Kamis, (02/04) pukul 05.48.14 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M7,6. Episenternya berada pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, tepatnya di laut sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/02/gempa-m76-guncang-ternate-air-laut-naik-di-sejumlah-wilayah/">Gempa M7,6 Guncang Ternate, Air Laut Naik di Sejumlah Wilayah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik yang cukup kuat pada Kamis, (02/04) pukul 05.48.14 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M7,6. Episenternya berada pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, tepatnya di laut sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.</p>
<p>Melihat posisi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat pergerakan naik atau thrust fault.</p>
<p>Dampak getaran dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Di Kota Ternate, guncangan mencapai skala V–VI MMI, di mana getaran dirasakan oleh seluruh warga, banyak yang terkejut hingga berhamburan keluar, bahkan menyebabkan kerusakan ringan seperti plester dinding yang rontok dan cerobong pabrik yang rusak.</p>
<p>Di wilayah Ibu, intensitas mencapai V MMI, dengan getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan membuat banyak orang terbangun. Sementara itu, Manado mengalami intensitas IV–V MMI, Gorontalo Bone Bolango serta Gorontalo Utara pada skala III MMI, serta Kabupaten Boalemo dan Pohuwato pada kisaran II–III MMI.</p>
<p>Dalam keterangan tertulis yang diterima, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Status SIAGA diberlakukan untuk wilayah Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, serta Minahasa Utara Bagian Selatan. Sementara itu, status WASPADA ditetapkan untuk Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaang Mongondow Bagian Selatan.</p>
<p>Berdasarkan pemantauan alat pengukur pasang surut (tide gauge), tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi. Di Halmahera Barat, gelombang terpantau pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0,30 meter, kemudian di Bitung pada pukul 06.15 WIB setinggi 0,20 meter, Sidangoli pada pukul 06.16 WIB setinggi 0,35 meter, Minahasa Utara pada pukul 06.18 WIB setinggi 0,75 meter, serta Belang pada pukul 06.36 WIB dengan ketinggian mencapai 0,68 meter.</p>
<p>Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/02/gempa-m76-guncang-ternate-air-laut-naik-di-sejumlah-wilayah/">Gempa M7,6 Guncang Ternate, Air Laut Naik di Sejumlah Wilayah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/02/gempa-m76-guncang-ternate-air-laut-naik-di-sejumlah-wilayah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Belum Usai, BMKG Prediksi Hujan Lebat Berlanjut hingga Awal April</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/28/cuaca-ekstrem-belum-usai-bmkg-prediksi-hujan-lebat-berlanjut-hingga-awal-april/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/28/cuaca-ekstrem-belum-usai-bmkg-prediksi-hujan-lebat-berlanjut-hingga-awal-april/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 15:46:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Info BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[La Nina]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[MJO]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Siklon Narel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15720</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga awal April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mencatat dalam beberapa hari terakhir sejumlah daerah mengalami hujan lebat. Prakirawan BMKG, Abdillah, pada Jumat (27/3) menyampaikan bahwa hujan ringan hingga lebat terjadi di berbagai wilayah, termasuk saat periode arus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/28/cuaca-ekstrem-belum-usai-bmkg-prediksi-hujan-lebat-berlanjut-hingga-awal-april/">Cuaca Ekstrem Belum Usai, BMKG Prediksi Hujan Lebat Berlanjut hingga Awal April</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga awal April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mencatat dalam beberapa hari terakhir sejumlah daerah mengalami hujan lebat.</p>
<p>Prakirawan BMKG, Abdillah, pada Jumat (27/3) menyampaikan bahwa hujan ringan hingga lebat terjadi di berbagai wilayah, termasuk saat periode arus balik Lebaran pada 23–25 Maret 2026. Curah hujan tertinggi tercatat di Papua Tengah mencapai 119,2 mm per hari.</p>
<p>Data pengamatan menunjukkan intensitas hujan signifikan juga terjadi di wilayah lain, di antaranya Papua 64,6 mm/hari, Jawa Tengah 63 mm/hari, Jawa Barat 53,8 mm/hari, Nusa Tenggara Timur 44,9 mm/hari, Jawa Timur 42 mm/hari, serta Lampung 36 mm/hari.</p>
<p>Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Rossby ekuatorial dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif, terutama di Indonesia bagian timur. Selain itu, adanya pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah, serta pemanasan kuat pada siang hari, turut mendorong pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan.</p>
<p>Khusus wilayah Jabodetabek, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga terjadi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tertinggi tercatat di Jakarta Utara sebesar 60 mm/hari, Jakarta Barat 54 mm/hari, Bogor 53,8 mm/hari, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masing-masing 40 mm/hari, serta Jakarta Pusat 39 mm/hari.</p>
<p>BMKG menjelaskan, dalam sepekan ke depan kondisi cuaca nasional masih dipengaruhi dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Hasil analisis menunjukkan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +14,2 yang menandakan adanya La Niña lemah, sehingga meningkatkan aktivitas konvektif, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.</p>
<p>Aktivitas tersebut diperkirakan semakin menguat dengan aktifnya MJO pada 27–28 Maret 2026, yang berdampak pada wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Laut Arafuru, Pulau Buru, sebagian besar Papua, serta perairan utara Papua.</p>
<p>Di sisi lain, keberadaan siklon tropis Narel di Samudra Hindia barat laut Australia juga memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.</p>
<p>BMKG juga memprakirakan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Banten, serta Papua bagian selatan, yang semakin memperbesar peluang terjadinya hujan.</p>
<p>Untuk periode 27–29 Maret 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi terjadi dengan status siaga di DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan.</p>
<p>Sementara pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026, hujan ringan hingga sedang masih akan mendominasi. Meski demikian, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang dengan status siaga diperkirakan terjadi di Sumatra Barat dan Papua Pegunungan.</p>
<p>BMKG juga mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kondisi cuaca yang dinamis juga perlu diperhatikan dalam merencanakan perjalanan darat, laut, maupun udara, serta aktivitas luar ruangan seperti ibadah dan wisata.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/28/cuaca-ekstrem-belum-usai-bmkg-prediksi-hujan-lebat-berlanjut-hingga-awal-april/">Cuaca Ekstrem Belum Usai, BMKG Prediksi Hujan Lebat Berlanjut hingga Awal April</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/28/cuaca-ekstrem-belum-usai-bmkg-prediksi-hujan-lebat-berlanjut-hingga-awal-april/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jakarta Panas Menyengat, Ini Cara Ampuh Hindari Dehidrasi dan Heat Stroke</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/22/jakarta-panas-menyengat-ini-cara-ampuh-hindari-dehidrasi-dan-heat-stroke/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/22/jakarta-panas-menyengat-ini-cara-ampuh-hindari-dehidrasi-dan-heat-stroke/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 16:04:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Dehidrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Heat Stroke]]></category>
		<category><![CDATA[Info Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir dirasakan warga Jakarta. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada 14–15 Maret 2026 suhu maksimum harian tertinggi di Indonesia tercatat di Jakarta, mencapai 35,6 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Menanggapi kondisi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/22/jakarta-panas-menyengat-ini-cara-ampuh-hindari-dehidrasi-dan-heat-stroke/">Jakarta Panas Menyengat, Ini Cara Ampuh Hindari Dehidrasi dan Heat Stroke</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir dirasakan warga Jakarta. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada 14–15 Maret 2026 suhu maksimum harian tertinggi di Indonesia tercatat di Jakarta, mencapai 35,6 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan guna menghindari gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke).</p>
<p>&#8220;Gubernur Pramono menekankan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan warga tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, tetap diimbau untuk waspada dan menerapkan langkah pencegahan,&#8221; ujar Chico dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3).</p>
<p>Dilansir dari laman berita jakarta, adapun sejumlah langkah yang disarankan agar terhindar dari dampak panas ekstrem antara lain:</p>
<ol>
<li>Perbanyak konsumsi cairan dengan minum air putih setidaknya 8–10 gelas per hari, dan lebih banyak saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari minuman berkafein dan beralkohol karena dapat mempercepat dehidrasi.</li>
<li>Kurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi, khususnya antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Jika harus beraktivitas, gunakan pelindung seperti topi, payung, pakaian longgar berwarna terang, kacamata hitam, serta tabir surya dengan SPF minimal 30.</li>
<li>Berikan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti lansia, balita, pekerja lapangan, serta penderita penyakit kronis (misalnya jantung dan diabetes), agar tetap berada di lingkungan yang sejuk dan terlindung.</li>
<li>Waspadai tanda-tanda bahaya akibat panas, seperti pusing hebat, mual, muntah, lemas berlebihan, kulit terasa panas dan kering, hingga kejang. Jika mengalami gejala tersebut, segera menuju fasilitas kesehatan atau hubungi layanan darurat 112.</li>
<li>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginstruksikan BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah kota administrasi, hingga perangkat wilayah seperti lurah dan camat untuk meningkatkan sosialisasi melalui RT/RW serta memantau kondisi kesehatan warga lewat Puskesmas dan Posyandu.</li>
</ol>
<p>Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca secara harian sekaligus memberikan peringatan dini. Masyarakat diimbau saling mengingatkan dan menjaga kondisi kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kami juga memantau perkembangan cuaca menjelang periode mendatang agar langkah antisipasi dapat disesuaikan secara cepat,&#8221; tandas Chico.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/22/jakarta-panas-menyengat-ini-cara-ampuh-hindari-dehidrasi-dan-heat-stroke/">Jakarta Panas Menyengat, Ini Cara Ampuh Hindari Dehidrasi dan Heat Stroke</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/22/jakarta-panas-menyengat-ini-cara-ampuh-hindari-dehidrasi-dan-heat-stroke/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monsun Asia Menguat BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem 15–21 Februari</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/02/16/monsun-asia-menguat-bmkg-ungkap-cuaca-ekstrem-15-21-februari/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/02/16/monsun-asia-menguat-bmkg-ungkap-cuaca-ekstrem-15-21-februari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 03:55:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[hujan ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Info Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Monsun Asia]]></category>
		<category><![CDATA[prakiraan BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15242</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi kenaikan curah hujan yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 15–21 Februari 2026. Pergerakan dinamika atmosfer yang aktif mendorong pembentukan awan hujan di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi bagian utara. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/monsun-asia-menguat-bmkg-ungkap-cuaca-ekstrem-15-21-februari/">Monsun Asia Menguat BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem 15–21 Februari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi kenaikan curah hujan yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 15–21 Februari 2026.</p>
<p>Pergerakan dinamika atmosfer yang aktif mendorong pembentukan awan hujan di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi bagian utara.</p>
<p>Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa analisis terbaru menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang memicu dominasi angin baratan. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah barat dan selatan Indonesia. Situasi tersebut semakin diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) di fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang menyebabkan perlambatan serta belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.</p>
<p>“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Andri, Minggu (15/2).</p>
<p>Pada 15–16 Februari 2026, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.</p>
<p>Memasuki 17–18 Februari 2026, ancaman hujan lebat masih berlanjut di Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.</p>
<p>Pada 19 Februari 2026, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Sementara pada 20–21 Februari, potensi hujan masih dominan di Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.</p>
<p>Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak hidrometeorologi. “Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” ujar Ida.</p>
<p>BMKG juga mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, agar tetap waspada tanpa panik serta menghindari aktivitas di area berisiko seperti bantaran sungai, lereng rawan longsor, dan daerah yang berpotensi banjir atau tergenang.</p>
<p>Pengguna transportasi darat, laut, dan udara—termasuk nelayan serta operator pelayaran dan penerbangan—diimbau untuk selalu memeriksa pembaruan cuaca sebelum beraktivitas demi menjaga keselamatan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/monsun-asia-menguat-bmkg-ungkap-cuaca-ekstrem-15-21-februari/">Monsun Asia Menguat BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem 15–21 Februari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/02/16/monsun-asia-menguat-bmkg-ungkap-cuaca-ekstrem-15-21-februari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Kepung Indonesia, BMKG Sebut Monsun Asia Masih Aktif</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/31/hujan-lebat-kepung-indonesia-bmkg-sebut-monsun-asia-masih-aktif/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/31/hujan-lebat-kepung-indonesia-bmkg-sebut-monsun-asia-masih-aktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 13:41:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Info Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Monsun Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat melanda berbagai wilayah Indonesia selama periode 27–29 Januari 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer global dan regional yang masih aktif, terutama pengaruh Monsun Asia serta angin baratan yang diperkirakan bertahan hingga awal Februari. Prakirawan BMKG, Adelia, menyebutkan curah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/31/hujan-lebat-kepung-indonesia-bmkg-sebut-monsun-asia-masih-aktif/">Hujan Lebat Kepung Indonesia, BMKG Sebut Monsun Asia Masih Aktif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat melanda berbagai wilayah Indonesia selama periode 27–29 Januari 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer global dan regional yang masih aktif, terutama pengaruh Monsun Asia serta angin baratan yang diperkirakan bertahan hingga awal Februari.</p>
<p>Prakirawan BMKG, Adelia, menyebutkan curah hujan tertinggi tercatat di Jawa Barat dengan intensitas mencapai 121,8 mm per hari. Angka ini disusul Sumatra Barat sebesar 108 mm per hari. “Sementara wilayah Aceh, sebagian besar Pulau Jawa, dan Bali mencatat curah hujan berkisar antara 55,6 hingga 88,6 mm per hari,” jelasnya dalam keterangan BMKG yang dikutip InfoPublik, Sabtu (31/1).</p>
<p>BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini berkaitan erat dengan aktivitas Monsun Asia yang membawa aliran udara dingin dari Benua Asia menuju Indonesia. Dampaknya semakin diperkuat oleh fenomena cross equatorial northerly surge (CENS) di Selat Karimata, berupa aliran udara dingin yang melintasi ekuator dan memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.</p>
<p>Selain itu, keberadaan bibit siklon tropis 98S yang melemah menjadi pusat tekanan rendah turut memengaruhi peningkatan awan konvektif di wilayah selatan Indonesia dalam sepekan terakhir. Kombinasi berbagai faktor atmosfer tersebut membuat proses pembentukan awan hujan berlangsung lebih intens dan meluas, sehingga memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.</p>
<p>BMKG juga memproyeksikan pengaruh dinamika atmosfer masih akan terasa dalam sepekan ke depan. Secara global, fenomena ENSO terpantau berada pada fase netral. Namun, indikasi La Niña lemah muncul dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +8,6 dan indeks Nino 3.4 berada di angka -0,79, yang mendukung peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah timur Indonesia.</p>
<p>Pada skala regional, Monsun Asia diprediksi tetap aktif hingga dasarian pertama Februari 2026. Fenomena CENS juga masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari mendatang. Di sisi lain, peluang terbentuknya daerah tekanan rendah di Teluk Carpentaria berpotensi memicu konvergensi angin di kawasan selatan Indonesia. “BMKG juga memantau aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin di wilayah Samudra Hindia, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, hingga Papua Selatan, yang turut meningkatkan potensi hujan,” ungkap Adelia.</p>
<p>Pada periode 30 Januari hingga 1 Februari 2026, cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, potensi hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.</p>
<p>BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Adapun potensi angin kencang diwaspadai di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku.</p>
<p><b>Prospek Cuaca 2–5 Februari 2026</b></p>
<p>Memasuki periode 2–5 Februari 2026, hujan ringan hingga sedang masih diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.</p>
<p>BMKG turut mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta mengingatkan potensi angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/31/hujan-lebat-kepung-indonesia-bmkg-sebut-monsun-asia-masih-aktif/">Hujan Lebat Kepung Indonesia, BMKG Sebut Monsun Asia Masih Aktif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/31/hujan-lebat-kepung-indonesia-bmkg-sebut-monsun-asia-masih-aktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Lebat, BPBD Minta Warga Siaga</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/26/jakarta-diprediksi-diguyur-hujan-lebat-bpbd-minta-warga-siaga/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/26/jakarta-diprediksi-diguyur-hujan-lebat-bpbd-minta-warga-siaga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 11:10:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Genangan]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[siaga bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat memicu dampak hidrometeorologi. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan menjadi faktor penting untuk menekan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/26/jakarta-diprediksi-diguyur-hujan-lebat-bpbd-minta-warga-siaga/">Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Lebat, BPBD Minta Warga Siaga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat memicu dampak hidrometeorologi.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.</p>
<p>Kesiapsiagaan menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana, terutama kemungkinan terjadinya banjir dan genangan, ujar Isnawa Adji Senin (26/1).</p>
<p>BPBD DKI Jakarta juga mendorong warga untuk rutin memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi, antara lain informasi tinggi muka air di bpbd.jakarta.go.id/waterlevel serta pembaruan kondisi banjir melalui pantaubanjir.jakarta.go.id. Selain itu, masyarakat disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti payung, jas hujan, dan tas siaga bencana.</p>
<p>Dalam kondisi darurat atau ketika membutuhkan bantuan, warga diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses tanpa biaya.</p>
<p>Isnawa menegaskan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak cuaca ekstrem di wilayah ibu kota.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/26/jakarta-diprediksi-diguyur-hujan-lebat-bpbd-minta-warga-siaga/">Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Lebat, BPBD Minta Warga Siaga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/26/jakarta-diprediksi-diguyur-hujan-lebat-bpbd-minta-warga-siaga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Mengancam, Jakarta Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 09:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Awan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan dengan memecah konsentrasi awan hujan agar risiko hujan lebat di wilayah Jakarta dapat ditekan. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian banjir di Ibu Kota tidak hanya ditentukan oleh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/">Hujan Lebat Mengancam, Jakarta Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan dengan memecah konsentrasi awan hujan agar risiko hujan lebat di wilayah Jakarta dapat ditekan.</p>
<p>Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian banjir di Ibu Kota tidak hanya ditentukan oleh kondisi cuaca di Jakarta, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh wilayah penyangga di sekitarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, ia meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperluas cakupan Operasi Modifikasi Cuaca, tidak terbatas pada langit Jakarta saja, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok.</p>
<p>“Kami menyampaikan kepada BMKG agar fokus modifikasi cuaca tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga. Saat ini, Pemprov DKI melakukan OMC di Jakarta, sementara BMKG menangani area di luar Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (22/1).</p>
<p>Pramono menjelaskan, pemantauan potensi curah hujan tinggi telah dilakukan sejak pagi hari secara intensif. Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan BMKG telah melakukan dua kali penyemaian awan.</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan mampu menekan intensitas hujan yang diperkirakan dapat berlangsung hingga delapan jam ke depan.</p>
<p>“Jika tidak dilakukan modifikasi cuaca, hujan diperkirakan masih akan terus turun. Sejak pukul 07.30 pagi, kami sudah mulai melakukan OMC,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/">Hujan Lebat Mengancam, Jakarta Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai, Jakarta Siap Hadapi Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/17/operasi-modifikasi-cuaca-dimulai-jakarta-siap-hadapi-cuaca-ekstrem/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/17/operasi-modifikasi-cuaca-dimulai-jakarta-siap-hadapi-cuaca-ekstrem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 15:44:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Siaga]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Selat Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya pencegahan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang berisiko terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pelaksanaan OMC dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai 16 hingga 20 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/operasi-modifikasi-cuaca-dimulai-jakarta-siap-hadapi-cuaca-ekstrem/">Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai, Jakarta Siap Hadapi Cuaca Ekstrem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya pencegahan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang berisiko terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Pelaksanaan OMC dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai 16 hingga 20 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).</p>
<p>Seluruh rangkaian operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan dukungan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU sebagai wahana utama penyemaian.</p>
<p>Pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (16/1), dilakukan dua kali penerbangan atau sortie dengan total bahan semai sebanyak 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl). Penyemaian difokuskan di kawasan perairan Selat Sunda dengan tujuan mengendalikan pembentukan awan hujan agar curah hujan terkonsentrasi di laut sebelum mencapai wilayah daratan.</p>
<p>Sortie pertama dilaksanakan pada pukul 13.28–14.48 WIB, menggunakan 800 kilogram NaCl pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki guna menekan perkembangan awan hujan. Selanjutnya, sortie kedua dilakukan pada pukul 15.40–17.30 WIB di ketinggian sekitar 9.000 kaki, dengan jumlah bahan semai yang sama.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pada tahap awal, strategi OMC difokuskan pada wilayah perairan sebagai bentuk mitigasi dini untuk mencegah awan hujan bergerak menuju Jakarta.</p>
<p>“Operasi ini merupakan langkah preventif untuk menekan potensi hujan lebat yang berisiko menimbulkan genangan maupun banjir di DKI Jakarta. Seluruh tindakan didasarkan pada analisis meteorologi serta pemantauan kondisi cuaca terkini,” kata Isnawa dikutip dari laman berita jakarta, Sabtu (17/1).</p>
<p>Ia menambahkan, selama periode 16–20 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan melakukan evaluasi dan koordinasi setiap hari guna menentukan waktu serta lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai perkembangan atmosfer.</p>
<p>BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan deras yang disertai petir dan angin kencang, serta berperan aktif menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/operasi-modifikasi-cuaca-dimulai-jakarta-siap-hadapi-cuaca-ekstrem/">Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai, Jakarta Siap Hadapi Cuaca Ekstrem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/17/operasi-modifikasi-cuaca-dimulai-jakarta-siap-hadapi-cuaca-ekstrem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Jawa hingga Sulawesi Selatan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/15/waspada-bmkg-prediksi-hujan-lebat-landa-jawa-hingga-sulawesi-selatan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/15/waspada-bmkg-prediksi-hujan-lebat-landa-jawa-hingga-sulawesi-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 01:29:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[dasarian II]]></category>
		<category><![CDATA[hujan ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[iklim Januari 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan dini]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[status awas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14696</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempublikasikan analisis iklim Dasarian II Januari 2026, yang mencakup periode 11–20 Januari. Hasil kajian tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, sehingga berpotensi memicu banjir serta bencana hidrometeorologi lainnya. Dalam keterangan resmi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/15/waspada-bmkg-prediksi-hujan-lebat-landa-jawa-hingga-sulawesi-selatan/">Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Jawa hingga Sulawesi Selatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempublikasikan analisis iklim Dasarian II Januari 2026, yang mencakup periode 11–20 Januari. Hasil kajian tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, sehingga berpotensi memicu banjir serta bencana hidrometeorologi lainnya.</p>
<p>Dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu (14/1), BMKG menyampaikan bahwa kondisi hujan pada periode ini bervariasi, mulai dari lebih kering hingga lebih basah dibandingkan rata-rata klimatologis, dengan pola sebaran yang tidak seragam antarwilayah.</p>
<p>Wilayah yang diprediksi mengalami sifat hujan di bawah normal mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di sebagian kecil wilayah Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Situasi ini menandakan potensi curah hujan yang relatif lebih rendah dibandingkan kondisi normal.</p>
<p>Sebaliknya, sifat hujan di atas normal atau lebih basah dari biasanya diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Sumatra, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya banjir dan genangan, terutama di daerah rawan bencana.</p>
<p>BMKG menjelaskan bahwa pola hujan pada dasarian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dinamika atmosfer, di antaranya masih dominannya angin baratan yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia. Selain itu, keberadaan belokan angin di wilayah Sumatra bagian utara serta pusat tekanan rendah di kawasan barat Sumatra dan utara Maluku turut mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi.</p>
<p>Berdasarkan prakiraan intensitas, curah hujan kategori menengah, yakni berkisar antara 50 hingga 150 milimeter per dasarian, berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, di atas 150 milimeter per dasarian, diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Banten, sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi Selatan.</p>
<p>Seiring dengan kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat. Status awas diberlakukan untuk beberapa kabupaten dan kota di wilayah Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Adapun wilayah lain di Pulau Jawa, Sumatra, serta sebagian kawasan Indonesia timur berada dalam kategori siaga dan waspada.</p>
<p>BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Sektor pertanian juga diharapkan dapat mengantisipasi dampak kelebihan air di daerah basah serta potensi kekurangan hujan di wilayah yang mengalami kondisi lebih kering. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terganggunya aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara akibat hujan lebat dan angin kencang.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/15/waspada-bmkg-prediksi-hujan-lebat-landa-jawa-hingga-sulawesi-selatan/">Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Jawa hingga Sulawesi Selatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/15/waspada-bmkg-prediksi-hujan-lebat-landa-jawa-hingga-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
