25.9 C
Jakarta
Kamis, Agustus 20, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMonsun Asia Menguat BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem 15–21 Februari

Monsun Asia Menguat BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem 15–21 Februari

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi kenaikan curah hujan yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 15–21 Februari 2026.

Pergerakan dinamika atmosfer yang aktif mendorong pembentukan awan hujan di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi bagian utara.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa analisis terbaru menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang memicu dominasi angin baratan. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah barat dan selatan Indonesia. Situasi tersebut semakin diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) di fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang menyebabkan perlambatan serta belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Andri, Minggu (15/2).

Pada 15–16 Februari 2026, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17–18 Februari 2026, ancaman hujan lebat masih berlanjut di Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Pada 19 Februari 2026, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Sementara pada 20–21 Februari, potensi hujan masih dominan di Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak hidrometeorologi. “Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” ujar Ida.

BMKG juga mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, agar tetap waspada tanpa panik serta menghindari aktivitas di area berisiko seperti bantaran sungai, lereng rawan longsor, dan daerah yang berpotensi banjir atau tergenang.

Pengguna transportasi darat, laut, dan udara—termasuk nelayan serta operator pelayaran dan penerbangan—diimbau untuk selalu memeriksa pembaruan cuaca sebelum beraktivitas demi menjaga keselamatan.

Baca Juga

Victory Jump Kopassus Meriahkan HUT RI ke-81, 17 Penerjun Tampilkan Aksi Spektakuler

Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

Sarjana Makin Sulit Cari Kerja? Lulusan 5 Jurusan Ini Sumbang Pengangguran Terbesar

Jakarta - Lulusan perguruan tinggi kini menghadapi persaingan yang...

Dikukuhkan Gibran, 76 Pelajar dari 38 Provinsi Siap Jalankan Tugas Paskibraka

Jakarta - Sebanyak 76 pelajar yang mewakili 38 provinsi...

Bikin Negara Terancam Rugi Rp1 Triliun, Jaringan Materai Palsu Dibongkar

Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini