<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Lansia - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kesehatan-lansia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-lansia/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 02:23:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan Lansia - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-lansia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/03/ageing-population-jadi-tantangan-baru-bank-dbs-siapkan-lansia-tetap-berdaya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/03/ageing-population-jadi-tantangan-baru-bank-dbs-siapkan-lansia-tetap-berdaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 02:08:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[active ageing]]></category>
		<category><![CDATA[ageing population]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pusat Statistik]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DBS Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[DBS Foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[lansia Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Indonesia resmi memasuki era ageing population setelah jumlah penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97 persen dari total populasi pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekitar satu dari sepuluh penduduk Indonesia kini berusia 60 tahun ke atas. Perubahan struktur demografi ini menjadi tantangan baru bagi berbagai pemangku kepentingan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/03/ageing-population-jadi-tantangan-baru-bank-dbs-siapkan-lansia-tetap-berdaya/">Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Indonesia resmi memasuki era <i>ageing population</i> setelah jumlah penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97 persen dari total populasi pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekitar satu dari sepuluh penduduk Indonesia kini berusia 60 tahun ke atas.</p>
<p>Perubahan struktur demografi ini menjadi tantangan baru bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, dan sejahtera. Di sisi lain, peningkatan jumlah lansia juga membuka peluang untuk memperkuat berbagai program yang mendukung kualitas hidup kelompok usia tersebut.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen menghadapi fenomena tersebut, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation menggelar program People of Purpose: Together for the Golden Age. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Langit Biru Pertiwi, Klinik Satelit UI Makara, Yayasan Griya Lansia Tenteram, dan Yayasan Alzheimer Indonesia.</p>
<p>Program yang berlangsung di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), itu melibatkan lebih dari 100 peserta yang terdiri atas karyawan relawan Bank DBS Indonesia dan para lansia. Pada penyelenggaraan tahun ini, perhatian utama diarahkan pada isu <i>ageing society</i>. Para lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemandirian mereka, baik melalui penguatan literasi finansial, pengembangan kreativitas, maupun aktivitas yang menjaga kebugaran fisik.</p>
<p>Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelompok bertema Bahagia, Sehat, dan Berdaya. Setiap kelompok mengikuti sesi secara bergiliran sehingga para lansia dapat berinteraksi dengan sesama peserta maupun relawan sepanjang kegiatan berlangsung.</p>
<p>Berbagai aktivitas disiapkan dalam program tersebut, mulai dari edukasi literasi keuangan, pelatihan kreativitas, kegiatan <i>grounding</i>, hingga olahraga ringan yang mendukung konsep <i>active and healthy ageing</i>. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu lansia tetap aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.</p>
<p>Melalui People of Purpose, Bank DBS Indonesia juga mendorong karyawannya untuk berperan sebagai agen perubahan melalui kegiatan kerelawanan yang memberikan dampak sosial berkelanjutan. Program ini telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat lintas generasi melalui beragam inisiatif, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan literasi keuangan dan inklusi digital, hingga pemberdayaan komunitas.</p>

		<!-- MasterSlider -->
		<div id="P_MS6a6b3d43e1108" class="master-slider-parent ms-parent-id-304" style="max-width:800px;" >

			
			<!-- MasterSlider Main -->
			<div id="MS6a6b3d43e1108" class="master-slider ms-skin-default" >
				 				 

			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09238.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para lansia menghias pot dari kaleng pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09238-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09252.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para lansia menghias pot dari kaleng pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09252-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09205.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para lansia menghias pot dari kaleng pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09205-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09334.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Lansia mengikuti edukasi literasi keuangan dengan sukarelawan karyawan People of Purpose pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09334-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09317.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Lansia mengikuti edukasi literasi keuangan dengan sukarelawan karyawan People of Purpose pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09317-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09293.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menghias pot dari kaleng bersama para lansia pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09293-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09280.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menghias pot dari kaleng bersama para lansia pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09280-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09304.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong foto bersama dengan sukarelawan karyawan People of Purpose dan para lansia pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09304-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09403.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para lansia berkursi roda berkeliling di halaman Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09403-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09374.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para lansia berjalan tanpa alas kaki (grounding) pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di halaman Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09374-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" title="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09384.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para lansia berjalan tanpa alas kaki (grounding) pada rangkaian kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di halaman Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (02/07/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/KF-FER09384-100x80.jpg" alt="Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya" />
				</div>

			</div>
			<!-- END MasterSlider Main -->

			 
		</div>
		<!-- END MasterSlider -->

		<script>
		( window.MSReady = window.MSReady || [] ).push( function( $ ) {

			"use strict";
			var masterslider_1108 = new MasterSlider();

			// slider controls
			masterslider_1108.control('bullets'    ,{ autohide:true, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom', space:6 , margin:10  });
			masterslider_1108.control('thumblist'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', speed:17, inset:false, arrows:false, hover:false, customClass:'', align:'bottom',type:'thumbs', margin:10, width:100, height:80, space:5, fillMode:'fill'  });
			masterslider_1108.control('scrollbar'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', inset:true, align:'top', color:'#3D3D3D' , margin:10  , width:4 });
			masterslider_1108.control('slideinfo'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom',inset:false , margin:10   });
			// slider setup
			masterslider_1108.setup("MS6a6b3d43e1108", {
				width           : 800,
				height          : 480,
				minHeight       : 0,
				space           : 0,
				start           : 1,
				grabCursor      : true,
				swipe           : true,
				mouse           : true,
				keyboard        : false,
				layout          : "boxed",
				wheel           : false,
				autoplay        : true,
                instantStartLayers:false,
				mobileBGVideo:false,
				loop            : false,
				shuffle         : false,
				preload         : 0,
				heightLimit     : true,
				autoHeight      : false,
				smoothHeight    : true,
				endPause        : false,
				overPause       : true,
				fillMode        : "fill",
				centerControls  : true,
				startOnAppear   : false,
				layersMode      : "center",
				autofillTarget  : "",
				hideLayers      : false,
				fullscreenMargin: 0,
				speed           : 15,
				dir             : "h",
				responsive      : true,
				tabletWidth     : 768,
				tabletHeight    : null,
				phoneWidth      : 480,
				phoneHeight    : null,
				sizingReference : window,
				parallaxMode    : 'swipe',
				view            : "basic"
			});

			
			window.masterslider_instances = window.masterslider_instances || [];
			window.masterslider_instances.push( masterslider_1108 );
		});
		</script>


<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/03/ageing-population-jadi-tantangan-baru-bank-dbs-siapkan-lansia-tetap-berdaya/">Ageing Population Jadi Tantangan Baru, Bank DBS Siapkan Lansia Tetap Berdaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/03/ageing-population-jadi-tantangan-baru-bank-dbs-siapkan-lansia-tetap-berdaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/30/ingin-sehat-di-usia-senja-ageletics-tawarkan-program-wellness-khusus-lansia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/30/ingin-sehat-di-usia-senja-ageletics-tawarkan-program-wellness-khusus-lansia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 02:50:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUGAR SEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[AgeLetics]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[healthy aging]]></category>
		<category><![CDATA[Kebugaran Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga Lansia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18078</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut terus mengalami peningkatan. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas wellness AgeLetics resmi hadir di Jakarta dengan menghadirkan program olahraga yang dirancang khusus bagi para lansia agar tetap aktif, mandiri, dan menikmati usia senja dengan kualitas hidup yang lebih baik. Peluncuran AgeLetics yang berlangsung pada Sabtu (27/6) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/30/ingin-sehat-di-usia-senja-ageletics-tawarkan-program-wellness-khusus-lansia/">Ingin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut terus mengalami peningkatan. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas wellness AgeLetics resmi hadir di Jakarta dengan menghadirkan program olahraga yang dirancang khusus bagi para lansia agar tetap aktif, mandiri, dan menikmati usia senja dengan kualitas hidup yang lebih baik.</p>
<p>Peluncuran AgeLetics yang berlangsung pada Sabtu (27/6) menjadi alternatif baru bagi masyarakat lanjut usia yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan aktivitas olahraga sesuai dengan kondisi fisik mereka. Berbeda dari pusat kebugaran pada umumnya, seluruh program yang ditawarkan disusun secara khusus dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keamanan, serta kemampuan mobilitas masing-masing peserta.</p>
<p>Co-founder AgeLetics, Shafira Firdausi, menjelaskan bahwa komunitas tersebut lahir dari kepedulian terhadap semakin tingginya penurunan fungsi fisik yang dialami seseorang seiring bertambahnya usia. Menurutnya, aktivitas fisik yang tepat mampu membantu memperpanjang masa hidup sehat sekaligus menjaga kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Misi kami adalah meningkatkan longevity dan kualitas hidup para lansia melalui program olahraga dan berbagai kegiatan wellness,&#8221; ujar Shafira Firdausi.</p>
<p>AgeLetics tidak hanya menyediakan kelas olahraga, tetapi juga berupaya membangun komunitas yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Ke depan, berbagai program wellness akan terus dikembangkan, mulai dari edukasi kesehatan, kegiatan sosial, hingga aktivitas yang berfokus pada peningkatan kesehatan mental para anggotanya.</p>
<figure id="attachment_18080" aria-describedby="caption-attachment-18080" style="width: 1100px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-18080" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52.jpg" alt="Ingin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia" width="1100" height="733" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52.jpg 1100w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-08.09.52-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1100px) 100vw, 1100px" /><figcaption id="caption-attachment-18080" class="wp-caption-text">Jajaran manajemen komunitas wellness AgeLetics foto bersama saat peluncuran di Jakarta. (katafoto/HO/AgeLetics)</figcaption></figure>
<p>Salah satu persoalan yang menjadi perhatian AgeLetics adalah penurunan massa otot atau sarkopenia. Kondisi ini sebenarnya mulai terjadi sejak usia 30 tahun, ketika massa otot dapat berkurang sekitar 3 hingga 5 persen setiap dekade apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.</p>
<p>Penurunan massa otot tidak hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah, tetapi juga meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, hingga hilangnya kemampuan lansia untuk hidup mandiri. Berdasarkan data yang dikutip AgeLetics dari American Society for Bone and Mineral (2015), sarkopenia dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang hingga 2,3 kali lipat pada kelompok usia lanjut.</p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, AgeLetics menjadikan latihan penguatan otot atau strength training sebagai salah satu program utama. Seluruh sesi latihan dirancang oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR), sehingga dapat dilakukan dengan aman sesuai kondisi kesehatan masing-masing peserta.</p>
<p>Selain sarkopenia, masalah persendian seperti osteoartritis juga menjadi keluhan yang banyak dialami lansia. Penipisan bantalan sendi sering kali menimbulkan rasa nyeri, membatasi ruang gerak, hingga mengganggu kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Co-founder AgeLetics, Nadia Jean, mengatakan pihaknya juga menghadirkan kelas Pilates sebagai solusi bagi lansia yang membutuhkan olahraga berintensitas rendah atau <i>low impact</i>.</p>
<p>&#8220;Latihan ini berfokus pada peningkatan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot inti, serta mobilitas sendi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh,&#8221; sambung Nadia.</p>
<p>Menurut Nadia, program Pilates dirancang untuk membantu lansia tetap aktif bergerak, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan keseimbangan tubuh sehingga potensi terjatuh dapat ditekan.</p>
<p>Lebih jauh, Nadia menegaskan bahwa AgeLetics tidak hanya ingin menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Komunitas ini juga mendorong para anggotanya untuk saling berinteraksi dan membangun hubungan sosial yang positif, karena kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mendukung healthy aging,&#8221; urai dia.</p>
<p>Saat ini, AgeLetics telah beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Kegiatan komunitas ini dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai studio olahraga, seperti Forte Pilates, MOUV Pilates, Rumah Raga by Denada, STRDC Studio, dan Sides Pilates.</p>
<p>Melalui pendekatan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia serta dukungan komunitas yang positif, AgeLetics berharap semakin banyak masyarakat dapat mempersiapkan masa tua yang lebih sehat, aktif, dan produktif. Dengan tubuh yang tetap kuat, mobilitas yang terjaga, serta kesehatan mental yang baik, para lansia diharapkan dapat menikmati usia senja dengan kualitas hidup yang lebih optimal.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/30/ingin-sehat-di-usia-senja-ageletics-tawarkan-program-wellness-khusus-lansia/">Ingin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/30/ingin-sehat-di-usia-senja-ageletics-tawarkan-program-wellness-khusus-lansia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Lansia Tetap Kuat dan Aktif, Kuncinya Ada pada Kebiasaan Ini</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/02/rahasia-lansia-tetap-kuat-dan-aktif-kuncinya-ada-pada-kebiasaan-ini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/02/rahasia-lansia-tetap-kuat-dan-aktif-kuncinya-ada-pada-kebiasaan-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 02:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUGAR SEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Massa Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Penuaan]]></category>
		<category><![CDATA[Protein]]></category>
		<category><![CDATA[Resistance Training]]></category>
		<category><![CDATA[Sarkopenia]]></category>
		<category><![CDATA[Tips kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, salah satunya adalah berkurangnya massa dan kekuatan otot yang dikenal sebagai sarkopenia. Kondisi ini merupakan bagian dari proses penuaan alami yang umumnya mulai terjadi sejak usia 30 tahun dan berkembang lebih cepat setelah seseorang memasuki usia 60 tahun. Penurunan kekuatan otot akibat sarkopenia dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/02/rahasia-lansia-tetap-kuat-dan-aktif-kuncinya-ada-pada-kebiasaan-ini/">Rahasia Lansia Tetap Kuat dan Aktif, Kuncinya Ada pada Kebiasaan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, salah satunya adalah berkurangnya massa dan kekuatan otot yang dikenal sebagai sarkopenia. Kondisi ini merupakan bagian dari proses penuaan alami yang umumnya mulai terjadi sejak usia 30 tahun dan berkembang lebih cepat setelah seseorang memasuki usia 60 tahun.</p>
<p>Penurunan kekuatan otot akibat sarkopenia dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, menaiki tangga, hingga mengangkat barang. Jika tidak ditangani, kondisi ini juga meningkatkan risiko jatuh dan cedera serius pada lansia.</p>
<p>Meski sering dikaitkan dengan proses penuaan, sarkopenia bukanlah kondisi yang tidak bisa dicegah. Kombinasi olahraga rutin, pola makan yang tepat, dan gaya hidup sehat terbukti dapat membantu mempertahankan bahkan meningkatkan kembali kekuatan otot yang mulai menurun.</p>
<p><b>Rutin Berolahraga untuk Menjaga Massa Otot</b></p>
<p>Aktivitas fisik menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah sekaligus mengatasi sarkopenia. Berolahraga secara teratur dapat membantu mempertahankan massa otot dan memperlambat penurunan fungsi fisik akibat usia.</p>
<p>Latihan kekuatan atau resistance training menjadi jenis olahraga yang paling direkomendasikan. Latihan ini dilakukan dengan menggunakan beban, pita resistansi, maupun berat tubuh sendiri untuk merangsang pertumbuhan otot.</p>
<p>Beberapa contoh latihan yang dapat dilakukan antara lain squat, push-up, pull-up, angkat beban, hingga latihan menggunakan resistance band.</p>
<p>Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas untuk melakukan latihan penguatan otot setidaknya dua kali dalam seminggu.</p>
<p>Berbagai penelitian menunjukkan bahwa latihan resistansi intensitas tinggi mampu meningkatkan kekuatan dan struktur otot rangka. Bahkan, latihan dengan beban ringan yang dikombinasikan dengan pembatasan aliran darah juga dinilai efektif membantu melawan sarkopenia pada kelompok usia lanjut.</p>
<p>Manfaat latihan kekuatan tidak hanya dirasakan oleh otot. Aktivitas ini juga dapat membantu mengurangi nyeri sendi akibat artritis, meningkatkan kontrol gula darah pada penderita diabetes, memperkuat kepadatan tulang, serta menurunkan risiko jatuh.</p>
<p>Selain latihan kekuatan, olahraga aerobik seperti berjalan cepat, berenang, bersepeda, dan menari juga penting untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru. Idealnya, aktivitas aerobik dilakukan selama 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.</p>
<p><b>Jangan Lupakan Latihan Keseimbangan dan Fleksibilitas</b></p>
<p>Latihan keseimbangan memiliki peran penting dalam mencegah jatuh, terutama pada kelompok lanjut usia. Aktivitas seperti yoga, tai chi, atau berdiri dengan satu kaki dapat membantu meningkatkan stabilitas tubuh.</p>
<p>Di sisi lain, peregangan rutin membantu menjaga fleksibilitas otot dan sendi sehingga tubuh tetap lentur dan tidak mudah mengalami kekakuan.</p>
<p><b>Nutrisi Tepat untuk Mempertahankan Kekuatan Otot</b></p>
<p>Selain olahraga, asupan nutrisi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan otot. Protein merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh untuk membangun, memperbaiki, dan mempertahankan jaringan otot.</p>
<p>Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh memanfaatkan protein untuk membentuk otot cenderung menurun. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi anabolik, sehingga kebutuhan protein pada lansia menjadi lebih tinggi dibandingkan usia muda.</p>
<p>Secara umum, orang dewasa yang lebih tua disarankan mengonsumsi protein sebanyak 1,0 hingga 1,2 gram per kilogram berat badan setiap hari.</p>
<p>Sementara itu, lansia yang mengalami kekurangan gizi atau memiliki penyakit kronis dianjurkan mengonsumsi protein sekitar 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan per hari. Kebutuhan tersebut bahkan bisa lebih tinggi pada individu yang mengalami cedera atau penyakit berat.</p>
<p>Para ahli juga menyarankan konsumsi sekitar 25–30 gram protein berkualitas tinggi pada setiap waktu makan untuk memaksimalkan pembentukan protein otot.</p>
<p>Sumber protein yang baik meliputi:</p>
<ul>
<li>Daging tanpa lemak seperti ayam dan kalkun</li>
<li>Ikan, termasuk salmon, tuna, dan makarel</li>
<li>Telur</li>
<li>Susu dan produk olahannya</li>
<li>Kacang-kacangan</li>
<li>Tahu dan produk kedelai lainnya</li>
</ul>
<p>Asam amino leusin yang banyak ditemukan dalam whey protein, daging, ikan, telur, dan protein kedelai diketahui memiliki peran penting dalam merangsang pertumbuhan otot.</p>
<p><b>Nutrisi Penting Lainnya</b></p>
<p>Selain protein, sejumlah nutrisi lain juga berperan dalam menjaga fungsi otot, antara lain:</p>
<ul>
<li>Karbohidrat kompleks sebagai sumber energi utama tubuh</li>
<li>Vitamin D yang membantu meningkatkan kekuatan otot dan menurunkan risiko jatuh</li>
<li>Asam lemak Omega-3 yang dapat membantu mengurangi kehilangan massa otot akibat penuaan</li>
<li>Kreatin yang mendukung performa dan kekuatan otot</li>
<li>Zat besi dan magnesium yang berperan dalam fungsi otot dan produksi energi</li>
</ul>
<p>Tidak kalah penting, kebutuhan cairan harus selalu tercukupi. Mengingat sekitar 70–75 persen jaringan otot terdiri dari air, dehidrasi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan otot menjadi lebih lemah.</p>
<p><b>Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Mendukung Kesehatan Otot</b></p>
<p>Menjaga otot tetap kuat tidak hanya bergantung pada olahraga dan pola makan. Sejumlah kebiasaan sehari-hari juga turut memengaruhi kesehatan otot dalam jangka panjang.</p>
<p>Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting karena pada saat tidur tubuh melakukan proses pemulihan dan perbaikan jaringan, termasuk jaringan otot.</p>
<p>Pengelolaan stres juga perlu diperhatikan. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon yang mempercepat pemecahan jaringan otot. Karena itu, melakukan aktivitas relaksasi dan menjaga kesehatan mental dapat membantu melindungi massa otot.</p>
<p>Saat beraktivitas, pastikan menggunakan teknik yang benar ketika mengangkat benda berat untuk menghindari cedera. Pemilihan alas kaki yang nyaman dengan dukungan lengkung kaki yang baik juga dapat membantu mengurangi tekanan pada otot dan sendi.</p>
<p>Selain itu, hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan karena keduanya dapat mempercepat penurunan massa otot serta meningkatkan risiko sarkopenia.</p>
<p>Tetap aktif bergerak dalam kehidupan sehari-hari juga sangat dianjurkan. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkebun, membersihkan rumah, atau menggunakan tangga dapat membantu menjaga otot tetap bekerja dan mempertahankan kekuatannya.</p>
<p><b>Tanya Jawab Seputar Sarkopenia</b></p>
<p><b>Apa yang dimaksud dengan sarkopenia?</b></p>
<p>Sarkopenia adalah kondisi berkurangnya massa dan kekuatan otot yang terjadi secara alami akibat proses penuaan. Gejalanya dapat mulai muncul sejak usia 30-an dan biasanya semakin cepat setelah usia 60 tahun.</p>
<p><b>Mengapa olahraga penting untuk mencegah sarkopenia?</b></p>
<p>Olahraga, terutama latihan kekuatan, membantu mempertahankan dan meningkatkan massa otot, memperbaiki fungsi fisik, serta mengurangi risiko jatuh dan cedera pada lansia.</p>
<p><b>Berapa kebutuhan protein lansia untuk menjaga massa otot?</b></p>
<p>Secara umum, lansia membutuhkan sekitar 1,0–1,2 gram protein per kilogram berat badan setiap hari. Angka tersebut dapat meningkat menjadi 1,2–1,5 gram per kilogram berat badan pada individu yang berisiko mengalami kekurangan gizi.</p>
<p><b>Nutrisi apa saja yang mendukung kesehatan otot selain protein?</b></p>
<p>Selain protein, tubuh membutuhkan karbohidrat kompleks, vitamin D, asam lemak Omega-3, kreatin, zat besi, magnesium, serta asupan cairan yang cukup untuk menjaga kekuatan dan fungsi otot.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/02/rahasia-lansia-tetap-kuat-dan-aktif-kuncinya-ada-pada-kebiasaan-ini/">Rahasia Lansia Tetap Kuat dan Aktif, Kuncinya Ada pada Kebiasaan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/02/rahasia-lansia-tetap-kuat-dan-aktif-kuncinya-ada-pada-kebiasaan-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesulitan Ekonomi Ternyata Bisa Mempercepat Penuaan Hingga 30 Tahun</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/17/kesulitan-ekonomi-ternyata-bisa-mempercepat-penuaan-hingga-30-tahun/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/17/kesulitan-ekonomi-ternyata-bisa-mempercepat-penuaan-hingga-30-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 03:21:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Penuaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penuaan Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Stres Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Edinburgh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerapuhan fisik pada usia lanjut selama ini kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Penurunan kekuatan tubuh, penyakit kronis, gangguan ingatan, hingga lambatnya pemulihan dari stres sering dikaitkan langsung dengan bertambahnya usia. Namun, penelitian terbaru terhadap lebih dari 15.000 lansia di Inggris menemukan faktor lain yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap penurunan kondisi fisik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/17/kesulitan-ekonomi-ternyata-bisa-mempercepat-penuaan-hingga-30-tahun/">Kesulitan Ekonomi Ternyata Bisa Mempercepat Penuaan Hingga 30 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kerapuhan fisik pada usia lanjut selama ini kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Penurunan kekuatan tubuh, penyakit kronis, gangguan ingatan, hingga lambatnya pemulihan dari stres sering dikaitkan langsung dengan bertambahnya usia.</p>
<p>Namun, penelitian terbaru terhadap lebih dari 15.000 lansia di Inggris menemukan faktor lain yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap penurunan kondisi fisik dan mental tersebut. Tekanan finansial, kondisi perumahan yang buruk, kerawanan pangan, hingga ketidakstabilan hidup disebut berkontribusi besar terhadap proses penuaan.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Edinburgh itu memperkenalkan metode baru untuk mengukur tekanan sosial pada lansia. Hasilnya menunjukkan bahwa kesulitan hidup sehari-hari dapat memengaruhi penuaan sama kuatnya dengan faktor biologis tubuh.</p>
<p>Tim peneliti memantau orang dewasa berusia di atas 50 tahun selama 14 tahun. Dalam studi tersebut, mereka mengembangkan sistem pengukuran baru berupa skor kuantitatif tunggal untuk menilai tingkat kerentanan sosial pada usia lanjut.</p>
<p>Dilansir dari laman earth, penelitian yang dipimpin Laurence Rowley-Abel dari Sekolah Ilmu Sosial dan Politik Universitas Edinburgh bersama sejumlah kolaborator dari Amerika Serikat dan Skotlandia.</p>
<p>Para peneliti ingin mengetahui apakah tekanan hidup di usia senja, seperti kesulitan membayar sewa, memenuhi kebutuhan makanan, hingga menjaga rumah tetap hangat, meninggalkan dampak nyata terhadap kondisi tubuh lansia.</p>
<p>Dalam studi ini, kerapuhan dipahami sebagai hilangnya daya tahan tubuh secara perlahan seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut membuat tubuh semakin rentan menghadapi tekanan maupun gangguan kesehatan.</p>
<p>Sebelumnya, pendekatan standar untuk mengukur kerapuhan dilakukan dengan menghitung berbagai defisit kecil, mulai dari gangguan keseimbangan, penurunan daya ingat, hingga penyakit kronis. Seluruh faktor itu kemudian digabungkan menjadi satu skor yang mampu memprediksi risiko rawat inap maupun kematian lebih baik dibanding faktor usia semata.</p>
<p>Melalui penelitian terbaru ini, tim ilmuwan mengembangkan Indeks Prekaritas Usia Senja yang menilai aspek sosial dari penuaan. Mereka mengidentifikasi 21 faktor risiko dalam enam kategori, yakni kondisi keuangan, pensiun, pekerjaan, perumahan, hubungan sosial, dan tanggung jawab perawatan tanpa bayaran.</p>
<p>Masalah keuangan menjadi faktor yang paling dominan. Pendapatan rendah, keterbatasan tabungan, hingga ketergantungan pada bantuan sosial berkaitan erat dengan tingginya skor kerapuhan.</p>
<p>Tidak hanya itu, kekhawatiran terhadap kondisi finansial di masa depan juga memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan lansia, bahkan ketika kondisi keuangan mereka sebenarnya masih tergolong stabil.</p>
<p>Penelitian juga menemukan bahwa kerawanan pangan, seperti terpaksa melewatkan waktu makan karena keterbatasan biaya, berkorelasi kuat dengan penurunan kondisi fisik dan mental. Hal serupa terjadi pada kemiskinan energi, yaitu ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pemanas rumah.</p>
<p>Menariknya, faktor-faktor tersebut tetap berpengaruh meskipun tingkat pendapatan dan kekayaan secara keseluruhan telah diperhitungkan. Artinya, rasa lapar dan hidup dalam kondisi dingin memiliki dampak tersendiri terhadap proses penuaan.</p>
<p>Masalah perumahan juga menjadi perhatian dalam studi ini. Lansia yang masih menyewa rumah diketahui memiliki skor kerapuhan lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki rumah sendiri. Tinggal di lingkungan dengan kelembapan, jamur, atau kondisi hunian yang buruk turut memperburuk kondisi kesehatan.</p>
<p>Bahkan, pengalaman tunawisma pada masa lalu disebut meninggalkan dampak jangka panjang yang masih terlihat hingga puluhan tahun kemudian.</p>
<p>Peneliti menilai pengaruh kondisi perumahan tidak semata terkait kemampuan ekonomi, melainkan juga kualitas tempat tinggal itu sendiri yang memengaruhi kesehatan.</p>
<p>Selama ini, penelitian mengenai ketimpangan dalam penuaan lebih banyak menggunakan indikator umum seperti tingkat kekayaan dan pendidikan. Namun, menurut tim peneliti, pendekatan tersebut belum cukup menggambarkan kondisi nyata yang dialami lansia sehari-hari.</p>
<p>Indeks kerentanan sosial yang dikembangkan dalam penelitian ini disebut mampu menjelaskan hampir empat kali lebih banyak variasi kondisi kerapuhan dibanding gabungan indikator kekayaan dan pendidikan.</p>
<p>Penelitian juga menemukan kesenjangan besar antara lansia dengan kehidupan stabil dan mereka yang hidup dalam tekanan sosial berat. Perbedaan tersebut bahkan disebut setara dengan sekitar 30 tahun penuaan biologis.</p>
<p>Lansia dengan tingkat kerentanan sosial tertinggi memiliki kondisi fisik yang setara dengan orang lain yang berusia 30 tahun lebih tua tetapi hidup dalam kondisi stabil.</p>
<p>Sementara itu, faktor hubungan sosial menunjukkan hasil yang lebih beragam. Menjadi janda atau duda hanya memberi pengaruh kecil terhadap risiko kerapuhan. Hidup sendiri juga tidak menunjukkan dampak signifikan, begitu pula perceraian.</p>
<p>Dalam aspek pengasuhan, lansia yang sesekali memberikan perawatan tanpa bayaran justru memiliki skor kerapuhan sedikit lebih rendah. Namun, mereka yang sampai meninggalkan pekerjaan demi merawat anggota keluarga diketahui mengalami kondisi kesehatan lebih buruk.</p>
<p>Temuan tersebut memperkuat penelitian sebelumnya mengenai dampak kebijakan penghematan di Inggris terhadap percepatan penuaan dan memburuknya kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Penelitian ini menunjukkan dampak kesehatan yang substansial dari keadaan sosial yang genting yang dihadapi banyak orang seiring bertambahnya usia,” kata Rowley-Abel.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pemangkasan dukungan sosial berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang karena meningkatkan paparan terhadap kondisi hidup yang menghambat proses penuaan sehat dan kemandirian lansia.</p>
<p>Bagi tenaga medis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanyaan mengenai kemampuan membayar tagihan pemanas rumah atau kestabilan tempat tinggal bisa sama pentingnya dengan pemeriksaan kesehatan rutin.</p>
<p>Sementara bagi pembuat kebijakan, indeks tersebut dinilai dapat membantu memantau dampak pemotongan bantuan sosial terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang, termasuk peningkatan angka rawat inap.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/17/kesulitan-ekonomi-ternyata-bisa-mempercepat-penuaan-hingga-30-tahun/">Kesulitan Ekonomi Ternyata Bisa Mempercepat Penuaan Hingga 30 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/17/kesulitan-ekonomi-ternyata-bisa-mempercepat-penuaan-hingga-30-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:58:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[Demensia]]></category>
		<category><![CDATA[Geriatri]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir. Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang terjadi saat jaringan otak dan jalur penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan, sehingga kinerja otak melambat. Ia memaparkan 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer: diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, paparan polusi, kebiasaan merokok, depresi, tingkat pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang berolahraga, minim interaksi sosial, riwayat cedera kepala, kurang paparan sinar matahari, serta jarang melakukan aktivitas luar ruang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Faktor ini tidak menjamin seseorang pasti terkena Alzheimer, tapi dapat memperbesar risiko demensia,” ujarnya dilansir dari laman ugm Selasa (25/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, aktivitas fisik adalah langkah paling sederhana dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Latihan tidak harus berat—berjalan kaki 30 menit sehari pun sudah memberikan manfaat besar. Target langkah dapat disesuaikan dengan usia: 3.000–5.000 langkah bagi lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk kelompok usia muda. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tidak perlu sekaligus 30 menit. Bisa dicicil, misalnya 10 menit pagi dan 7 menit sore, asal totalnya setengah jam per hari,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Probo juga merekomendasikan waktu terbaik untuk bergerak adalah pukul 07.00–10.00, karena paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Bagi lansia dengan keterbatasan gerak, aktivitas dapat disesuaikan, seperti senam otak, latihan otot ringan, atau gerakan tubuh sederhana. “Yang penting tubuh tetap aktif. Kurang bergerak justru mempercepat risiko demensia,” pesannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia turut memperkenalkan metode “MAS OK” sebagai pedoman pencegahan Alzheimer sejak usia muda.</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">M (Mother of Learning): membiasakan membaca, mendengar, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang kerja otak.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">A (Agama): menjalankan aktivitas spiritual, berdoa, dan sujud untuk menenangkan serta menstabilkan pikiran.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">S (Seni dan Sosial): aktif dalam kegiatan seni dan interaksi sosial guna menjaga kesehatan mental.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, ia menyederhanakan gaya hidup sehat melalui rumus “OK”, yang meliputi: minum obat rutin bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa identitas lansia, menjaga interaksi sosial, dan berolahraga secara teratur. “Intinya, penanganan demensia Alzheimer sangat bergantung pada penyebabnya, karena cara pencegahannya beragam,” tutup dr. Probo.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
