33.8 C
Jakarta
Senin, Maret 16, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHJateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan

Jateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan

Semarang – Sebanyak 7.019.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada 34.248 keluarga dengan 113.931 jiwa, yang terdampak kekeringan di Jawa Tengah.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per 21 Agustus 2024. Ratusan ribu warga tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota, 96 kecamatan, dan 208 desa. Sebanyak 32 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah pun sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Nana Sudjana meminta kepada semua bupati dan wali kota di untuk mewaspadai kekeringan, mengingat sudah memasuki musim kemarau. Kewaspadaan itu perlu lebih ditingkatkan untuk daerah yang memiliki riwayat kebakaran lahan, hutan, dan tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami sudah lakukan rapat kordinasi, dan terus memantau perkembangan di masing-masing kabupaten/kota. Kita juga mengevaluasi kejadian-kejadian tahun lalu, jangan sampai terjadi kembali, seperti kebakaran di TPA,” ujar Nana Sudjana, Jumat (23/8) dikutip dari laman jatengprov.

Jateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana memberikan keterangan pers di kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang Jumat (23/8/2024) (katafoto/HO/Humas Jateng)

Antisipasi kemarau dan kekeringan juga dilakukan dalam hal ketersediaan pangan. Sejauh ini, Jawa Tengah sebagai penumpu pangan nasional telah mendapatkan bantuan pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk lahan pertanian.

“Program ini sudah dan sedang berjalan. Kita harapkan hasilnya akan lebih baik. Masyarakat tetap bisa menanam pada musim kemarau,” imbuhnya.

Beberapa daerah di Jawa Tengah menyatakan siaga kekeringan bahkan ada daerah yang meminta suplai air bersih untuk masyarakat.

Pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, juga sudah melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan. Termasuk, menyiagakan personel dan droping air bersih dengan koordinasi kabupaten/ kota.

“Selama ini pun kita sudah berupaya mencari sumber air. Ada program SPAM, dengan mencari sumber air dan mendistribusikan ke masyarakat,” jelasnya.

Upaya lain dalam mengantisipasi musim kemarau dan kekeringan, adalah kolaborasi dengan perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) serta menyiapkan modifikasi cuaca dengan bantuan BNPB.

Baca Juga

Ramai Isu 1.000 Guru Kurang, Bupati Batang Ungkap Penyebab Sebenarnya

Batang - Isu mengenai dugaan kekurangan hingga 1.000 guru...

Sertifikat SLHS Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen Depot Air Minum

Jakarta - Kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi...

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Jepang Kembangkan Teknologi Stabilitas Tanah

Jakarta - Perbedaan kontur tanah di berbagai wilayah Indonesia...

Mudik Bisa Tetap Stylish, Pendopo dan KAI Gelar Fashion Wastra di Stasiun Gambir

Jakarta - Pendopo bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero)...

Tujuh Kementerian Sepakati Pedoman Pemanfaatan AI di Pendidikan Indonesia

Jakarta - Pemerintah memperkuat arah transformasi digital di sektor...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini