28 C
Jakarta
Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPemerintah Sukses Tekan Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Pemerintah Sukses Tekan Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Jakarta – Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak terus memperkuat program perlindungan bagi perempuan dan anak. Hasil survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPAR) 2024, yang mencatat penurunan angka kekerasan.

“Syukur Alhamdulillah, survei ini menunjukkan bahwa program dan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan berhasil memberikan dampak positif,” kata Plt. Dirjen KPM Kemkomdigi, Molly Prabawaty, saat berbicara dalam Forum Tematik Bakohumas dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-96 di Jakarta, Kamis (19/12)

Berdasarkan SPHPN 2024, kekerasan terhadap perempuan berusia 15 hingga 64 tahun mengalami penurunan. Angka ini turun dari 9,4% pada 2016 menjadi 6,6% di 2024. Sementara itu, SNPAR 2024 mencatat penurunan kekerasan terhadap anak. Prevalensi kekerasan pada anak laki-laki menurun dari 61,7% pada 2018 menjadi 49,83%, dan pada anak perempuan dari 62% menjadi 51,78%.

Temuan ini menjadi kabar baik menjelang Peringatan Hari Ibu ke-96, yang jatuh pada 22 Desember 2024. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan, peringatan ini menjadi momen refleksi untuk terus memperkuat peran perempuan dalam membangun generasi masa depan.

Pemerintah Sukses Tekan Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Plt Dirjen KPM Kemkomdigi Molly Prabawaty saat diwawancarai. (katafoto/HO/Wahyu Sudoyo/InfoPublik)

Mengutip dari laman infopublik, Molly mengingatkan bahwa kemajuan ini juga diiringi tantangan dalam era digital. Teknologi seperti ponsel pintar menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu dalam membimbing anak-anak mereka. Jika tidak diawasi dengan baik, teknologi dapat membawa dampak negatif, termasuk potensi kekerasan di dunia maya.

Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sedang menyusun regulasi perlindungan anak di ruang digital. Aturan ini dirancang untuk melindungi anak-anak dari kekerasan online dengan melibatkan tiga pihak utama, yakni pengembang teknologi, pemerintah, dan masyarakat.

“Aturan ini akan memprioritaskan kolaborasi antara pembuat teknologi, otoritas pemerintah, dan partisipasi masyarakat,” ujar Molly.

Pemerintah optimistis langkah perlindungan terhadap perempuan dan anak akan semakin efektif, membawa Indonesia menuju generasi emas 2045.

Baca Juga

Ubah Masa Depan Kendaraan Listrik, Pabrik Baterai Raksasa Siap Dibangun di Karawang

Jakarta - MIND ID melalui perusahaan patungannya, PT Contemporary...

Keliling Candi Prambanan Makin Asyik, Ada Golf Car hingga Ninebot

Menikmati kawasan Candi Prambanan tidak melulu harus dilakukan dengan...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Pasar Bergejolak, AllianzGI dan DBS Tawarkan Jurus Investasi Global Berbasis USD

Jakarta - Di tengah ketidakpastian pasar global dan domestik,...

Trofi Piala Dunia FIFA 2026 Mendarat di Indonesia

Jakarta - Coca-Cola Indonesia mengajak pecinta sepak bola di...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini