28.1 C
Jakarta
Senin, Februari 23, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSTaksi Terbang Lilium Berhenti Beroperasi, 1.000 Pekerja Dirumahkan

Taksi Terbang Lilium Berhenti Beroperasi, 1.000 Pekerja Dirumahkan

Lilium, perusahaan teknologi asal Jerman yang fokus mengembangkan taksi terbang dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL), secara resmi berhenti beroperasi. Mengutip dari laman TechCrunch yang dikutip media Jerman Gründerszene, perusahaan ini memutuskan untuk memberhentikan 1.000 karyawannya setelah gagal memperoleh pendanaan tambahan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pengembangan teknologinya.

Patrick Nathen, salah satu pendiri Lilium, mengonfirmasi kabar ini melalui unggahan di LinkedIn. Ia menyatakan bahwa visi mereka untuk menciptakan solusi penerbangan yang lebih ramah lingkungan tidak lagi dapat diwujudkan, setidaknya di bawah naungan Lilium. Nathen juga menandai para pendiri lainnya, mengungkapkan kesedihan atas penghentian proyek ini.

Lilium dikenal sebagai pelopor dalam pengembangan taksi udara listrik berbasis VTOL. Prototipe pertama dari kendaraan terbang mereka melakukan uji coba perdana pada tahun 2017 dan berhasil menyelesaikan fase awal pengujian pada 2019.

Taksi Terbang Lilium Berhenti Beroperasi, 1.000 Pekerja Dirumahkan
Perakitan taksi udara listrik berbasis VTOL Lilium di Jerman. (katafoto/HO/Lilium)

Selama pengujian, Lilium membuktikan bahwa kendaraan mereka mampu mencapai kecepatan lebih dari 100 km/jam. Namun, prototipe Lilium Jet yang diperkenalkan pada 2019 seharusnya memiliki kemampuan terbang hingga 300 km/jam dengan jangkauan maksimal 300 kilometer, target yang belum sepenuhnya tercapai.

Dalam beberapa tahun terakhir, Lilium menghadapi tantangan finansial yang berat. Meski demikian, CEO perusahaan tetap optimis hingga beberapa waktu lalu bahwa pendanaan tambahan bisa diamankan. Namun, situasi yang terjadi akhirnya memaksa perusahaan untuk menghentikan operasinya. Berdasarkan laporan Gründerszene, sebagian kecil karyawan akan tetap bekerja untuk mengelola proses likuidasi.

Nasib teknologi dan aset perusahaan masih menjadi tanda tanya. Fabien Müller, pengacara paten Lilium, menyebut dalam sebuah unggahan bahwa ia sedang mengelola proses transisi kekayaan intelektual yang dimiliki perusahaan tersebut.

Penghentian ini menjadi pukulan besar bagi upaya inovasi di bidang taksi udara listrik, sekaligus pengingat akan tantangan besar yang dihadapi industri teknologi terobosan seperti ini.

Baca Juga

Tak Perlu Bingung, Begini Cara Ajukan Sanggah Data PBI dan Reaktivasi Bansos

Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) membuka kanal...

Transjakarta Longgarkan Aturan Buka Puasa Saat Ramadan, Ini Batas Waktunya

Jakarta - Selama bulan suci Ramadan PT Transportasi Jakarta...

Sekolah di NTT Kini Canggih, Papan Interaktif Digital Sudah Tersalurkan

Jakarta - Transformasi pembelajaran digital semakin terasa hingga ke...

Imlek 2026 Jadi Berkah, 44 Warga Binaan Dapat Remisi Khusus

Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto...

Jateng Siap Diserbu 38 Juta Pemudik, 4.817 Jalan Berlubang Dikebut

Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan daerah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini