24.5 C
Jakarta
Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHCuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Semeru Mulai Ditutup Hingga 16 Januari

Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Semeru Mulai Ditutup Hingga 16 Januari

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Semeru mulai 2 hingga 16 Januari 2025 untuk menjaga keselamatan para pendaki. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi kondisi cuaca yang diperkirakan akan ekstrem di awal tahun 2025.

Dalam pengumuman bernomor PG.12/T.8/TU/KSA.5.1/B/12/2024, Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan bahwa pendakian terakhir akan dilakukan pada 31 Desember 2024. Pendaki yang masih berada di jalur diminta untuk menyelesaikan pendakian dan turun pada 1 Januari 2025.

“Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang dipicu cuaca ekstrem,” ujar Rudijanta dalam keterangan tertulis dikutip dari laman berita satu, Rabu (01/1)

Selama masa penutupan, BB TNBTS mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian secara ilegal. Partisipasi dari pelaku wisata dan masyarakat sangat diharapkan untuk membantu menyebarkan informasi ini serta memberikan edukasi terkait pentingnya keselamatan saat mendaki.

Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Semeru Mulai Ditutup Hingga 16 Januari
Pengumuman penutupan sementara jalur pendakian Gunung Semeru, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). (katafoto/HO/BB TNBTS)

“Pendakian yang aman adalah pendakian yang mengikuti peraturan. Kita semua harus berperan dalam menjaga alam dan melindungi keselamatan bersama,” tambahnya.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses situs web resmi di www.bromotenggersemeru.org atau melalui media sosial BB TNBTS.

Sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan, Gunung Semeru memerlukan pengelolaan yang cermat. Langkah penutupan sementara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan, sekaligus memastikan keamanan bagi para wisatawan.

Baca Juga

Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Mendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan...

Naik MRT Lebih Praktis, Amar Bank Resmi Masuk Ekosistem MyMRTJ

Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank)...

Libur Isra Mikraj 2026, 344 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak...

Trofi Piala Dunia FIFA 2026 Mendarat di Indonesia

Jakarta - Coca-Cola Indonesia mengajak pecinta sepak bola di...

Keliling Candi Prambanan Makin Asyik, Ada Golf Car hingga Ninebot

Menikmati kawasan Candi Prambanan tidak melulu harus dilakukan dengan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini