32.2 C
Jakarta
Rabu, Maret 11, 2026
BerandaKATA EKBISENERGIPemerintah Bidik 62.918 SPKLU Hingga 2030, Dukung Percepatan Kendaraan Listrik

Pemerintah Bidik 62.918 SPKLU Hingga 2030, Dukung Percepatan Kendaraan Listrik

Jakarta – Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Havidh Nazif, mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 62.918 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga tahun 2030.

“Kami menargetkan pembangunan SPKLU mencapai 62.918 unit di seluruh wilayah Indonesia hingga 2030,” ujar Havidh dalam keterangan tertulis pada Selasa (18/02)

Havidh menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/2025 mengenai Rencana Pengembangan SPKLU, yang bertujuan mempercepat serta memperluas ketersediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.

Terkait teknologi SPKLU dalam lima tahun ke depan, mayoritas atau sekitar 55 persen di antaranya menggunakan Medium Charger dengan total 30.796 unit. Selain itu, akan dibangun Fast Charger sebanyak 19.538 unit (28 persen) serta Ultra Fast Charger sebanyak 12.584 unit (17 persen).

Pada tahun 2025, pembangunan infrastruktur SPKLU ditargetkan mencapai 5.810 unit dengan rasio kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) sebesar 98.764 unit. Angka ini diproyeksikan terus meningkat secara bertahap hingga tahun 2030.

Berikut proyeksi perkembangan pembangunan SPKLU:

  • Tahun 2026: 9.633 SPKLU (proyeksi KBLBB 163.764 unit)
  • Tahun 2027: 14.339 SPKLU (243.764 unit KBLBB)
  • Tahun 2028: 26.251 SPKLU (243.764 unit KBLBB)
  • Tahun 2029: 42.251 SPKLU (633.764 unit KBLBB)
  • Tahun 2030: 62.918 SPKLU (943.764 unit KBLBB)

Selain jumlah SPKLU yang terus bertambah, distribusi lokasi juga menjadi perhatian agar tersebar merata di setiap provinsi. Beberapa lokasi strategis yang dipilih antara lain pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan industri, rest area jalan tol, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), destinasi wisata, rumah sakit, stasiun kereta api, terminal, hotel, serta pelabuhan.

“Kami berupaya memastikan masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dapat merasa nyaman, tidak hanya untuk perjalanan di dalam kota, tetapi juga saat bepergian ke luar kota,” jelas Havidh.

Baca Juga

Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas...

Serenity Aura Warnai Ramadan di Lippo Mall Nusantara dengan Dekorasi Timur

Jakarta - Lippo Mall Nusantara menghadirkan rangkaian program bertema...

Governance Reset BUMN Jadi Sorotan, Langkah Baru Dorong Hilirisasi dan Investasi

Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara...

Jakarta Perkuat Identitas Budaya, 10 Warisan Takbenda Baru Resmi Ditetapkan

Jakarta - DKI Jakarta kini tercatat memiliki 95 Warisan...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini