24.9 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALIndustri Media Tertekan Transformasi Digital, Pemerintah Diminta Bertindak

Industri Media Tertekan Transformasi Digital, Pemerintah Diminta Bertindak

Jakarta – Transformasi digital yang kian pesat turut mengguncang industri media. Kepala Center of Industry, Trade and Investment dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, menilai bahwa perubahan pola konsumsi informasi telah menyebabkan media konvensional seperti televisi dan cetak makin terpinggirkan, yang berdampak pada meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut.

Andry menjelaskan, kemudahan akses terhadap informasi melalui perangkat mobile menjadi alasan utama masyarakat lebih memilih platform digital. Dalam kondisi ini, media tradisional dituntut untuk menyesuaikan diri agar tetap relevan dan kompetitif di tengah laju digitalisasi.

“Fakta hari ini menunjukkan, masyarakat lebih banyak mengakses informasi lewat ponsel ketimbang menyaksikan siaran televisi,” ujar Andry saat diwawancara oleh Beritasatu.com pada Jumat (9/5), menanggapi gelombang PHK yang melanda berbagai perusahaan media.

Meski mendorong adopsi platform daring, Andry mengingatkan agar peralihan ke media digital tetap mengedepankan etika dan standar jurnalistik. Menurutnya, banyak konten digital, terutama di media sosial, mengorbankan kualitas dan kedalaman informasi demi kecepatan dan daya tarik instan, seperti tren video pendek saat ini.

“Pindah ke platform online itu penting, tapi jangan sampai substansi informasinya tergerus. Konten harus tetap informatif dan mendidik,” tegasnya.

Selain itu, Andry juga menyoroti persoalan menurunnya tingkat literasi masyarakat Indonesia. Hal ini memperbesar potensi publik untuk terjebak dalam informasi yang dangkal, provokatif, dan minim verifikasi.

Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menjawab tantangan ini, baik dari sisi hulu seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program literasi, maupun dari sisi hilir dengan memberikan dukungan dan insentif untuk media yang konsisten menyajikan jurnalisme berkualitas.

“Negara harus hadir. Pemerintah bisa mendorong peningkatan literasi di masyarakat, dan di sisi lain membantu media menjaga kualitas konten lewat berbagai insentif,” tandas Andry.

Baca Juga

Tony Blair Sebut Indonesia Jadi Incaran Investor Global, Danantara Jadi Pintu Masuk

Jakarta - Kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair,...

Adopsi AI di Indonesia Terhambat, 63 Persen Karyawan Nilai Bos Tak Paham Kebutuhan Digital

Jakarta - Ambisi perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi...

Peneliti Temukan Rahasia Kebun Kopi Lebih Sehat Ada pada Pohon Peneduh

Kopi yang ditanam di bawah naungan pohon selama ini...

BPIH 2027 Naik Rp19 Juta, Pemerintah Siapkan Skema 60:40 agar Biaya Jemaah Tetap

Jakarta - Pemerintah mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)...

Shelter Grab Thamrin-Bundaran HI Resmi Beroperasi 24 Jam

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Shelter...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini