28.5 C
Jakarta
Rabu, Maret 11, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISDharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua

Dharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua

Jakarta – Perumda Dharma Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di DKI Jakarta dengan mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025.

Kedatangan ini merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan 5.000 ekor sapi impor yang ditargetkan rampung sepanjang tahun 2025. Total 1.250 ekor sapi impor kini telah berada di fasilitas penggemukan Dharma Jaya di Serang, Banten.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa pengadaan 750 ekor sapi ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah mendatangkan 500 ekor sapi pada awal Mei lalu. Setelah melalui masa penggemukan selama tiga bulan, sapi-sapi pada tahap pertama kini memasuki masa siap jual.

“Proses penggemukannya serupa dengan tahap sebelumnya. Sapi-sapi ini akan menjalani penggemukan selama tiga hingga empat bulan di kandang kami di Serang sebelum dijual dalam bentuk hidup,” kata Raditya,  dikutip dari laman berita jakarta pada Kamis (24/7).

Dukung Populasi Sapi Lokal dan Permintaan Pasar

Raditya menjelaskan, pada tahap kedua ini Dharma Jaya mendatangkan 711 ekor jenis feeder steer dan bull, serta 39 ekor productive heifer. Sapi feeder steer dan bull akan dijual sebagai sapi potong setelah penggemukan, sementara productive heifer akan dikembangkan dalam program budidaya untuk mendukung peningkatan populasi sapi lokal.

“Sapi jantan kami rawat agar berat badannya meningkat setiap hari demi menambah nilai jual. Sedangkan sapi betina akan kami ternakkan dan dikembangkan hingga mencapai empat siklus produktif,” lanjut Raditya.

Ia menyebutkan, seluruh sapi impor tahap pertama sudah terjual ke pelanggan tetap, di antaranya rumah potong hewan (RPH) di Cakung, Serang, Bogor, dan Sukabumi. Setiap pelanggan rutin memesan hingga 50 ekor per bulan. Untuk tahap kedua, sapi-sapi sudah mulai dipesan meski masih menjalani masa penggemukan.

Efek Ekonomi Ganda dari Program Penggemukan

Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan, menambahkan bahwa penggemukan sapi bukan sekadar kegiatan jual-beli, melainkan menciptakan efek ekonomi yang luas. Mulai dari pembelian pakan, penyerapan tenaga kerja untuk perawatan, hingga distribusi, seluruh proses turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Penggemukan menciptakan mata rantai ekonomi yang nyata. Tenaga kerja terserap, kebutuhan pakan meningkat, dan distribusi menjadi peluang usaha. Ini semua berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kandang,” ujar Irwan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengiriman tahap ketiga sapi impor dari Australia dijadwalkan tiba pada awal September 2025, dan langsung dikirim ke kandang penggemukan di Serang yang mampu menampung hingga 3.000 ekor.

“Pengiriman secara bertahap membuat proses penggemukan berjalan maksimal, dan distribusi ke pasar tetap terkendali. Dengan strategi ini, kami dapat menjaga ketersediaan dan stabilitas harga daging sapi di wilayah DKI Jakarta,” pungkas Irwan.

Baca Juga

Menu MBG Dikeluhkan Orang Tua, Wabub Batang Ancam Tutup SPPG Nakal

Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Gubernur Pramono Minta Satpol PP Sisir Stiker QR Diduga Terkait Judol

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Satuan...

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Serenity Aura Warnai Ramadan di Lippo Mall Nusantara dengan Dekorasi Timur

Jakarta - Lippo Mall Nusantara menghadirkan rangkaian program bertema...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini