32.9 C
Jakarta
Jumat, Juni 12, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISDharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua

Dharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua

Jakarta – Perumda Dharma Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di DKI Jakarta dengan mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025.

Kedatangan ini merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan 5.000 ekor sapi impor yang ditargetkan rampung sepanjang tahun 2025. Total 1.250 ekor sapi impor kini telah berada di fasilitas penggemukan Dharma Jaya di Serang, Banten.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa pengadaan 750 ekor sapi ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah mendatangkan 500 ekor sapi pada awal Mei lalu. Setelah melalui masa penggemukan selama tiga bulan, sapi-sapi pada tahap pertama kini memasuki masa siap jual.

“Proses penggemukannya serupa dengan tahap sebelumnya. Sapi-sapi ini akan menjalani penggemukan selama tiga hingga empat bulan di kandang kami di Serang sebelum dijual dalam bentuk hidup,” kata Raditya,  dikutip dari laman berita jakarta pada Kamis (24/7).

Dukung Populasi Sapi Lokal dan Permintaan Pasar

Raditya menjelaskan, pada tahap kedua ini Dharma Jaya mendatangkan 711 ekor jenis feeder steer dan bull, serta 39 ekor productive heifer. Sapi feeder steer dan bull akan dijual sebagai sapi potong setelah penggemukan, sementara productive heifer akan dikembangkan dalam program budidaya untuk mendukung peningkatan populasi sapi lokal.

“Sapi jantan kami rawat agar berat badannya meningkat setiap hari demi menambah nilai jual. Sedangkan sapi betina akan kami ternakkan dan dikembangkan hingga mencapai empat siklus produktif,” lanjut Raditya.

Ia menyebutkan, seluruh sapi impor tahap pertama sudah terjual ke pelanggan tetap, di antaranya rumah potong hewan (RPH) di Cakung, Serang, Bogor, dan Sukabumi. Setiap pelanggan rutin memesan hingga 50 ekor per bulan. Untuk tahap kedua, sapi-sapi sudah mulai dipesan meski masih menjalani masa penggemukan.

Efek Ekonomi Ganda dari Program Penggemukan

Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan, menambahkan bahwa penggemukan sapi bukan sekadar kegiatan jual-beli, melainkan menciptakan efek ekonomi yang luas. Mulai dari pembelian pakan, penyerapan tenaga kerja untuk perawatan, hingga distribusi, seluruh proses turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Penggemukan menciptakan mata rantai ekonomi yang nyata. Tenaga kerja terserap, kebutuhan pakan meningkat, dan distribusi menjadi peluang usaha. Ini semua berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kandang,” ujar Irwan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengiriman tahap ketiga sapi impor dari Australia dijadwalkan tiba pada awal September 2025, dan langsung dikirim ke kandang penggemukan di Serang yang mampu menampung hingga 3.000 ekor.

“Pengiriman secara bertahap membuat proses penggemukan berjalan maksimal, dan distribusi ke pasar tetap terkendali. Dengan strategi ini, kami dapat menjaga ketersediaan dan stabilitas harga daging sapi di wilayah DKI Jakarta,” pungkas Irwan.

Baca Juga

Jakarta Tebar Peluang Investasi Rp271 Triliun, Investor Asing Mulai Melirik

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan puluhan proyek...

China Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen

Tiongkok terus memperkuat transformasi sektor manufakturnya melalui pengembangan sistem...

KPK Sebut 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Jakarta - Masa penerimaan murid baru selalu menjadi periode...

Setelah Kuasai Pasar EV, Raksasa Mobil Listrik BYD Incar Formula 1?

Rumor mengenai kemungkinan masuknya BYD ke ajang Formula 1...

Reformasi Polri Masuk Babak Baru, DPR Resmi Sahkan UU Polri Terbaru

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini