32.1 C
Jakarta
Senin, Juli 27, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJASiapa Perry Warjiyo? Ini Sosok Gubernur BI Dua Periode yang Memilih Mundur

Siapa Perry Warjiyo? Ini Sosok Gubernur BI Dua Periode yang Memilih Mundur

Jakarta – Pemerintah mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin (27/7). Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah Presiden Prabowo Subianto menerima surat pengunduran diri Perry.

Prasetyo mengatakan, Presiden menerima pengunduran diri tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry Warjiyo selama hampir tujuh tahun memimpin bank sentral Indonesia.

“Bapak Presiden menerima pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia,” ujar Prasetyo di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin (27/7).

Pemerintah selanjutnya akan memproses penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat dari jabatannya.

Gubernur BI Pertama yang Menjabat Dua Periode

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi perhatian publik karena ia merupakan salah satu Gubernur Bank Indonesia yang dipercaya memimpin selama dua periode berturut-turut.

Perry pertama kali dilantik sebagai Gubernur BI pada 24 Mei 2018 setelah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 70/P Tahun 2018. Masa jabatan pertamanya berlangsung hingga 2023.

Kepercayaan pemerintah berlanjut pada periode kedua. Perry kembali ditunjuk sebagai Gubernur BI untuk masa jabatan 2023–2028 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023 yang ditetapkan pada 5 Mei 2023. Ia kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 24 Mei 2023.

Berkarier di Bank Indonesia Sejak 1984

Sebelum menduduki kursi Gubernur BI, Perry Warjiyo telah meniti karier panjang di Bank Indonesia sejak 1984.

Mengutip laman resmi Bank Indonesia, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada 2013–2018. Sebelumnya, Perry dipercaya sebagai Asisten Gubernur yang membidangi kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada periode 2009–2013.

Di luar Bank Indonesia, Perry juga pernah menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) pada 2007–2009. Dalam posisi tersebut, ia mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Selama lebih dari empat dekade berkarier di BI, Perry menangani berbagai bidang strategis, mulai dari kebijakan moneter, riset ekonomi, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, transformasi organisasi, kerja sama internasional, hingga pendidikan dan riset kebanksentralan.

Lulusan UGM dan Iowa State University

Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 1959. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1982.

Setelah itu, Perry melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Master pada 1989 dan menyelesaikan program doktor (Ph.D.) pada 1991.

Raih Berbagai Penghargaan Nasional dan Internasional

Sepanjang kariernya, Perry Warjiyo menerima berbagai penghargaan, baik sebagai individu maupun atas kepemimpinannya di Bank Indonesia.

Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain Governor of the Year Asia-Pacific dari Global Markets pada 2019, Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gadjah Mada pada 2022, serta sejumlah penghargaan sebagai pemimpin terpopuler di media nasional.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga memperoleh berbagai penghargaan internasional, di antaranya The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA), Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor, The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Banker, hingga penghargaan Certified World Class dari Contact Center World.

Selain dikenal sebagai bankir sentral, Perry Warjiyo juga aktif menulis buku dan karya ilmiah di bidang ekonomi, moneter, serta keuangan internasional.

Beberapa buku yang ditulisnya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia (2003), yang banyak dijadikan referensi dalam kajian ekonomi dan kebijakan moneter.

Baca Juga

Kemendag Buka Suara! Urus NIB Ternyata Tidak Ada Kaitannya dengan Pajak

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kewajiban memiliki Nomor...

Jalan Pulang, Film yang Ungkap Makna Kebaya Lebih dari Sekadar Busana Tradisional

Jakarta - Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mengampanyekan pelestarian...

Range Rover Sport Electric Segera Meluncur, Tenaganya Diklaim Lebih Buas dari Sebelumnya

Range Rover bersiap menghadirkan penyegaran untuk Range Rover Sport...

Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 lokasi

Jakarta - Pemerintah mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui...

Jangan Sampai Tertipu, Begini Cara Membedakan Sertifikat Tanah Asli dan Palsu

Membeli tanah atau properti memerlukan ketelitian, terutama saat memeriksa...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini