28.5 C
Jakarta
Kamis, Maret 12, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANEkonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Pendorong

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Pendorong

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen (yoy) pada kuartal II 2025. Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi dan ekspor, aktivitas usaha yang terus meluas, serta dukungan optimal dari APBN.

“Kami akan terus mengoptimalkan peran APBN sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Jakarta, Selasa (5/8).

Konsumsi Rumah Tangga Stabil, Inflasi Terjaga

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97 persen, didukung oleh inflasi yang terkendali di level 2,18 persen. Kenaikan belanja masyarakat terlihat di sektor transportasi, restoran, dan akomodasi, seiring dengan momentum libur sekolah dan hari besar keagamaan, yang turut diperkuat dengan insentif pemerintah seperti diskon tarif transportasi dan penurunan PPN.

“Insentif dan sinyal kebijakan dari pemerintah terbukti efektif mendorong konsumsi saat momentum libur dan perayaan keagamaan,” jelas Menkeu.

Investasi Melonjak, PMDN Naik Tajam

Pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tercatat naik signifikan 6,99 persen, tertinggi sejak kuartal II 2021. Investasi bangunan tumbuh 4,89 persen, sementara investasi mesin dan peralatan melonjak 25,3 persen. Total investasi langsung mencapai Rp477,7 triliun, didominasi oleh PMDN yang tumbuh 30,5 persen (yoy). Sementara itu, belanja modal pemerintah meningkat 30,37 persen, utamanya untuk pengadaan alat dan mesin.

“Ini menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi, didukung kebijakan pemerintah dalam menyederhanakan regulasi dan memperbaiki iklim investasi,” ujar Sri Mulyani.

Ekspor dan Impor Kuat, Sektor Riil Tumbuh Positif

Ekspor barang mencatat pertumbuhan 10,67 persen, sedangkan ekspor jasa naik 11,17 persen, didorong oleh peningkatan wisatawan mancanegara. Sementara itu, impor bahan baku dan barang modal tumbuh 12,17 persen, yang diharapkan dapat memperkuat sektor manufaktur pada periode mendatang.

Dari sisi produksi, sektor industri menunjukkan pertumbuhan positif:

  • Industri pengolahan: naik 5,68%
  • Industri logam dasar: naik 14,9%
  • Makanan dan minuman: naik 6,2%
  • Kimia dan farmasi: naik 9,4%
  • Pertanian, kehutanan, perikanan: naik 13,82%
  • Perdagangan: naik 5,37%
  • Konstruksi: naik 4,98%
  • Transportasi dan pergudangan: naik 8,52%
  • Informasi dan komunikasi: naik 7,92%

Menteri Keuangan menyampaikan optimisme bahwa momentum pertumbuhan akan berlanjut di paruh kedua tahun ini, seiring dengan percepatan belanja pemerintah, berbagai stimulus ekonomi, serta program prioritas seperti makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat, dan penyediaan hunian layak.

“Outlook ekonomi global 2025 direvisi naik oleh IMF dari 2,8% ke 3%. Dengan tren pertumbuhan ini, kita punya peluang menjaga momentum ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global,” kata Sri Mulyani.

APBN, lanjutnya, akan terus memainkan peran sebagai instrumen countercyclical, menjaga stabilitas fiskal, dan mendukung daya tahan ekonomi dalam menghadapi tekanan eksternal.

Baca Juga

Punya THR? Begini Cara Cerdas Mengubahnya Jadi Investasi Emas

Jakarta - Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Jepang Kembangkan Teknologi Stabilitas Tanah

Jakarta - Perbedaan kontur tanah di berbagai wilayah Indonesia...

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini