28.5 C
Jakarta
Rabu, Maret 11, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALAngka Pernikahan Anak Menurun, Kemenag Gencarkan Program BRUS

Angka Pernikahan Anak Menurun, Kemenag Gencarkan Program BRUS

Jakarta – Data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) milik Kementerian Agama menunjukkan tren penurunan signifikan dalam angka pernikahan anak di bawah usia 19 tahun selama tiga tahun terakhir. Pada 2022, tercatat 8.804 pasangan anak melangsungkan pernikahan. Angka ini menurun menjadi 5.489 pasangan pada 2023, dan kembali turun menjadi 4.150 pasangan pada 2024.

Merespons perkembangan positif ini, Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat langkah pencegahan pernikahan dini melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Sebanyak 100 penghulu dari berbagai wilayah di Indonesia dilibatkan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai fasilitator BRUS.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar, menjelaskan bahwa fasilitator BRUS dibekali berbagai keterampilan untuk mendampingi remaja membangun konsep diri yang sehat serta memahami ajaran agama secara relevan dengan perkembangan usia mereka.

Angka Pernikahan Anak Menurun, Kemenag Gencarkan Program BRUS
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar memberikan sambutan pada sesi Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Perkawinan Angkatan V dan VI, di Jakarta, Selasa (5/8/2025). (katafoto/HO/Kemenag)

“Pelatihan ini bertujuan agar fasilitator mampu membantu remaja mengenali karakter diri mereka. Pemahaman diri ini sangat penting sebagai bagian dari ketahanan pribadi dalam mengambil keputusan, termasuk soal pernikahan,” ujar Cecep dilansir dari laman kemenag pada Selasa (5/8).

Lebih lanjut, Cecep menyebut bahwa program BRUS dirancang untuk membentengi remaja dari berbagai risiko sosial, seperti pernikahan usia dini, perilaku seks bebas, perundungan, perjudian daring, hingga penyalahgunaan narkoba.

Ia menegaskan bahwa pembinaan remaja secara komprehensif akan memperkuat ketahanan generasi muda yang berdampak langsung pada masa depan bangsa. “Generasi yang tangguh secara mental, spiritual, dan sosial akan menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan bangsa ke depan,” pungkasnya.

Baca Juga

Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas...

Menu MBG Dikeluhkan Orang Tua, Wabub Batang Ancam Tutup SPPG Nakal

Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

Governance Reset BUMN Jadi Sorotan, Langkah Baru Dorong Hilirisasi dan Investasi

Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara...

Jawa Tengah Siap Sambut 17 Juta Lebih Pemudik, Ribuan Personel Disiagakan

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini