24.9 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANBI Pangkas Suku Bunga, DBS Prediksi Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

BI Pangkas Suku Bunga, DBS Prediksi Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur, Rabu (20/8). Keputusan ini menjadi penurunan kedua secara beruntun, sejalan dengan proyeksi DBS Group Research yang melihat ruang kebijakan moneter tetap akomodatif.

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menyebut langkah BI ini didorong oleh melemahnya momentum pertumbuhan di paruh kedua 2025, ditambah kondisi perdagangan global yang penuh tantangan. “Dengan inflasi yang terkendali dan rupiah stabil, BI memilih tetap mendukung pertumbuhan,” ujarnya.

Analisis DBS: Faktor Eksternal dan Stabilitas Domestik

DBS Group Research menilai kebijakan BI tidak lepas dari dinamika global. Dari sisi eksternal, ekonomi Amerika Serikat tengah menghadapi tekanan inflasi tinggi, kebijakan imigrasi ketat, dampak tarif perdagangan, serta gejolak politik yang memengaruhi The Fed. Pertumbuhan ekonomi AS pun diprediksi melambat, dengan kemungkinan penurunan suku bunga 50 basis poin pada paruh kedua 2025 dan tambahan pemangkasan tahun 2026.

BI Pangkas Suku Bunga, DBS Prediksi Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh
Executive Director Head of Sales Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia Much Suryanatakusumah saat memaparkan pandangan terkait resiliensi ekonomi Indonesia di tengah disrupsi global pada kuartal III 2025 di Jakarta, Rabu (20/08/2025) (katafoto/Fery Pradolo)

Meski ekspor Indonesia ke AS didominasi produk tekstil, furnitur, dan alas kaki, DBS menilai dampak tarif AS terhadap Indonesia relatif terbatas dibanding negara ASEAN lain. Tiga faktor yang memperkuat resiliensi ekonomi domestik adalah inflasi yang mereda, dorongan belanja pemerintah, dan arus Foreign Direct Investment (FDI) yang positif.

“Diversifikasi ekonomi Indonesia membuatnya lebih tangguh menghadapi tarif baru AS,” tambah Radhika.

Inflasi diproyeksikan tetap berada di kisaran target 3–4 persen hingga 2026. BI diperkirakan mempertahankan kebijakan moneter dovish sambil menyesuaikan arah suku bunga The Fed dan stabilitas rupiah. Target pertumbuhan ekonomi RI 2025 tetap 5 persen, bahkan berpotensi naik ke 5,4 persen pada 2026, tertinggi sejak 2018.

Obligasi dan Pasar Saham Indonesia

Penurunan imbal hasil obligasi RI menunjukkan respons pasar terhadap ekspektasi kebijakan longgar BI. Minat investor meningkat pada instrumen berimbal hasil tinggi, khususnya tenor pendek hingga menengah.

Equities Specialist DBS, Maynard Arif, menilai pasar saham Indonesia menarik karena adanya rotasi ke saham big caps yang lebih tahan volatilitas. “Valuasi pasar RI masih kompetitif dibanding negara Asia lainnya, memberi peluang bagi investor yang mencari stabilitas sekaligus pertumbuhan,” ujarnya.

BI Pangkas Suku Bunga, DBS Prediksi Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh
(Ki-Ka) Senior Economist DBS Bank Radhika Rao, Equities Specialist DBS Group Research Maynard Arif, dan Executive Director Head of Sales Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia Much Suryanatakusumah berbincang di sela media briefing terkait resiliensi ekonomi Indonesia di tengah disrupsi global pada kuartal III 2025 di Jakarta, Rabu (20/08/2025) (katafoto/Fery Pradolo)

Rupiah dan Strategi USD/IDR

Nilai tukar USD/IDR terkoreksi dalam dua bulan terakhir dan diperkirakan konsolidasi dalam jangka pendek. Kondisi ini mencerminkan adaptasi pasar terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan stabilitas ekonomi domestik.

DBS Global Financial Markets (GFM) pun menawarkan strategi pengelolaan risiko melalui analisis pasar mendalam, konsultasi investasi, hingga akses ke instrumen keuangan global. Executive Director & Head of Sales GFM PT Bank DBS Indonesia, Muchammad Suryanatakusumah, menegaskan pentingnya strategi adaptif: “Pergerakan USD/IDR mencerminkan kompleksitas global. Dengan pendekatan yang tepat, investor bisa lebih siap menghadapi volatilitas sekaligus menangkap peluang.”

Baca Juga

Lebih dari 80 Ribu Hektare Tesso Nilo Ditata Ulang, Ini Progresnya

Riau - Persoalan agraria menjadi isu sentral dalam upaya...

Libur Isra Mikraj 2026, 344 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak...

Indonesia Pavilion Resmi Dibuka di WEF Davos 2026

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, secara resmi membuka Indonesia...

Keliling Candi Prambanan Makin Asyik, Ada Golf Car hingga Ninebot

Menikmati kawasan Candi Prambanan tidak melulu harus dilakukan dengan...

CKG 2025 Tembus 70 Juta Peserta, Gorontalo Jadi yang Tertinggi

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 mencatat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini