32 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANPulau Pari Rusak Parah, Warga dan Pemerintah Kompak Rehabilitasi Mangrove

Pulau Pari Rusak Parah, Warga dan Pemerintah Kompak Rehabilitasi Mangrove

Kepulauan Seribu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama pemerintah pusat terus menggencarkan upaya pemulihan ekosistem di kawasan Pulau Pari. Langkah ini diambil menyusul terjadinya pengerukan pasir laut ilegal di sekitar Pulau Gugus Lempeng dan Pulau Biawak, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Lurah Pulau Pari, Muhammad Ardiansyah, menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah tersebut bermula dari aktivitas pembangunan dan reklamasi di Gugus Lempeng pada 17 Januari 2025. Akibat kegiatan itu, sekitar 20.000 pohon mangrove mengalami kerusakan.

“Hasil pengawasan menunjukkan pembangunan wisata dan resor tersebut belum memiliki izin lengkap serta belum melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Karena itu, proyek tersebut dihentikan oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akhir Januari,” ujarnya, Rabu (8/10).

Ardiansyah menambahkan, aktivitas pembangunan sempat menimbulkan keresahan masyarakat karena tidak hanya merusak ekosistem pesisir, tetapi juga mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan hidupnya pada laut.

“Untuk memulihkan kondisi lingkungan di Pulau Pari, Pemkab Kepulauan Seribu bersama pemerintah pusat, komunitas lingkungan, dan masyarakat terus melakukan rehabilitasi dengan menanam kembali mangrove serta memperbaiki terumbu karang,” jelasnya dikutip dari laman berita jakarta.

Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan mangrove hingga tumbuh kembali secara alami membutuhkan waktu panjang. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat ekosistem laut agar tidak kembali rusak.

“Mari kita jaga alam ini bersama demi kelangsungan hidup dan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Teknis Ahli Bidang Peran serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih, menyebutkan bahwa perizinan pembangunan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya berperan dalam pengawasan kegiatan di lapangan.

“Pada September lalu, kami menerima laporan bahwa papan larangan pembangunan di lokasi sempat hilang. Setelah dilakukan pengecekan dan pelaporan, beberapa hari kemudian papan tersebut kembali terpasang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sumiati, warga RT 02/04 Kelurahan Pulau Pari, menyatakan kekecewaannya terhadap pembangunan yang telah merusak lingkungan pesisir. Namun, ia dan warga kini berinisiatif melakukan penanaman kembali mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap alam.

“Sedikit demi sedikit kami sudah mulai menanam lagi. Harapannya mangrove bisa tumbuh dengan baik, dan kami akan turut mengawasi agar tidak ada lagi pembangunan yang merusak ekosistem di sini,” tuturnya.

Baca Juga

Jakarta Perkuat Identitas Budaya, 10 Warisan Takbenda Baru Resmi Ditetapkan

Jakarta - DKI Jakarta kini tercatat memiliki 95 Warisan...

Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia

Jakarta - Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal...

Renovasi Rumah Jelang Lebaran? Tren Lantai 2026 Ini Bikin Hunian Makin Hangat

Lantai berperan penting dalam membangun kesan bersih, luas, dan...

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini