28.3 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSGim Indonesia Tembus Pasar Global, dari DreadOut hingga Coral Island

Gim Indonesia Tembus Pasar Global, dari DreadOut hingga Coral Island

Jakarta – Industri gim buatan anak bangsa terus menorehkan prestasi di kancah internasional. Dari DreadOut hingga Coral Island, karya pengembang lokal kini mampu bersaing dengan gim global dan digemari jutaan pemain di seluruh dunia.

Fenomena positif ini menjadi sorotan dalam Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 yang digelar di The Stones Hotel, Bali. Ajang tahunan tersebut mempertemukan ratusan pengembang gim lokal dengan penerbit, investor, serta media internasional.

“Gim kini bukan sekadar hiburan, tetapi juga jembatan yang menghubungkan kreativitas generasi muda Indonesia ke pasar global,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Sabtu (11/10).

Meutya menilai, di tengah ketatnya kompetisi industri gim dunia, generasi muda Indonesia harus terus berinovasi dan bekerja keras agar mampu menghadirkan karya berkualitas yang membanggakan bangsa.

Menurutnya, semangat dan kreativitas generasi muda—terutama Gen Z—akan menjadi motor penggerak menuju visi Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di Asia Tenggara.

Gim Indonesia Tembus Pasar Global, dari DreadOut hingga Coral Island
Siswi SMP asal Malang Adelia Misha didampimgi Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein saat diwawancari media dalam Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 yang digelar di The Stones Hotel, Bali. (katafoto/HO/Humas Kemkomdigi)

“Generasi muda merupakan faktor penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di kawasan ASEAN, tempat berkumpulnya talenta, teknologi, dan investasi,” tambah Meutya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem gim nasional melalui program IGDX dan inisiatif baru seperti Garuda Spark Innovation Hub, yang telah diluncurkan di Bandung dan Jakarta.

“Kami mengajak seluruh pengembang gim untuk bergabung dalam Garuda Spark Innovation Hub, agar dapat terhubung dengan para pelaku industri kreatif digital di satu wadah,” jelasnya.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Adelia Misha, siswi SMP asal Malang berusia 13 tahun. Ia datang ke Bali menggunakan bus demi menampilkan karyanya di IGDX 2025. Meski masih duduk di bangku kelas I SMP, Misha telah menciptakan tiga gim, salah satunya berjudul Mocchi Mitten Bubble Revenge yang dipamerkan dalam ajang tersebut.

Sementara itu, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengungkapkan bahwa kualitas gim buatan pengembang lokal kini semakin diakui, bahkan sudah menembus pasar Asia Tenggara.

“Peserta IGDX, termasuk yang masih pelajar, sudah mampu bersaing di pasar global. Buktinya, tiga gim asal Indonesia berhasil meraih penghargaan di Kuala Lumpur dari lima kategori yang dilombakan,” ujar Shafiq.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut menunjukkan kesiapan industri gim nasional dari sisi kualitas dan daya saing. Namun, dukungan dari pemerintah dan pelaku industri tetap dibutuhkan agar ekosistemnya semakin matang.

“AGI akan terus mendukung pengembang muda seperti Misha dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Kami berkomitmen menjadi jembatan bagi siapa pun yang ingin berkontribusi di industri gim Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga

Keliling Candi Prambanan Makin Asyik, Ada Golf Car hingga Ninebot

Menikmati kawasan Candi Prambanan tidak melulu harus dilakukan dengan...

Apem Beras, Jajanan Legendaris Jogja yang Sarat Makna dan Sejarah

Yogyakarta - Apem beras merupakan salah satu jajanan tradisional...

Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai, Jakarta Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan...

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Bangkit

Aceh - Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang...

Lebih dari 80 Ribu Hektare Tesso Nilo Ditata Ulang, Ini Progresnya

Riau - Persoalan agraria menjadi isu sentral dalam upaya...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini