Jakarta – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kembali menghadapi tantangan berat di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan biaya hidup, serta tingginya suku bunga yang membatasi akses pembiayaan formal.
Meski begitu, UMKM tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja di Tanah Air. Laporan sejumlah riset pada akhir 2024 menunjukkan para pelaku UMKM masih kesulitan mengembangkan usahanya karena keterbatasan akses ke pembiayaan yang terjangkau.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Federal International Finance (FIFGROUP) mendukung pelaku UMKM melalui Program Dana Bergulir FIFGROUP 2025. Tahun ini, perusahaan menyalurkan pinjaman tanpa bunga senilai total Rp2,9 miliar kepada 770 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Program yang menjadi bagian dari pilar keberlanjutan FIFGROUP Sejahtera ini dijalankan sepanjang 2025, dan secara resmi diluncurkan melalui Kick Off Dana Bergulir UMKM Binaan FIFGROUP 2025 .
“Program Dana Bergulir ini menjadi stimulus ekonomi sekaligus bukti nyata kolaborasi untuk memajukan UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Diah Suran Febrianti.
Sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan, FIFGROUP meluncurkan UMKM Development Journey 2025, rangkaian pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, mulai dari digitalisasi hingga pengembangan merek.
Program Dana Bergulir FIFGROUP pertama kali diluncurkan pada 2016 dan hingga akhir 2024 telah menjangkau lebih dari 2.900 UMKM dengan total bantuan mencapai Rp9,7 miliar. Setiap tahun, program ini terus berkembang, baik dari segi jumlah penerima manfaat maupun kualitas pendampingan yang diberikan.

