Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan dana sebesar Rp11,022 miliar untuk pengadaan Mobil Siaga Desa bagi 33 desa yang belum memiliki kendaraan siaga. Melalui program ini, masing-masing desa akan menerima bantuan senilai Rp334 juta yang bersumber dari Bantuan Keuangan Kepada Desa (BKKD).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut akan menggunakan dana BKKD tahun 2025 yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Saat ini prosesnya masih pada tahap pengajuan proposal pencairan kepada Bupati melalui Dinas Sosial. Target kami, seluruh proposal sudah masuk dalam waktu satu minggu,” kata Agus dalam keterangan resmi Pemkab Bojonegoro, Selasa (4/11).
Agus menambahkan, BKKD dengan skema khusus ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas pemerintah desa, khususnya dalam pengadaan Mobil Siaga Desa sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Program ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Bojonegoro untuk memperkuat layanan sosial dan kesiapsiagaan di tingkat desa, agar masyarakat semakin sejahtera dan produktif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menilai bahwa keberadaan Mobil Siaga Desa memiliki peran vital dalam meningkatkan pelayanan sosial serta memperkuat fungsi kemasyarakatan di pedesaan. Kendaraan ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penanganan keadaan darurat, evakuasi bencana, hingga mendukung layanan sosial masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap setiap desa memiliki sarana transportasi yang memadai untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan sosial masyarakat desa menghadapi berbagai situasi darurat.

