29 C
Jakarta
Selasa, Maret 3, 2026
BerandaKATA EKBISPERHUBUNGANDari Rel untuk Energi: Angkutan Batu Bara KAI Tembus 47 Juta Ton,...

Dari Rel untuk Energi: Angkutan Batu Bara KAI Tembus 47 Juta Ton, Naik 4,3 Persen

Jakarta – Selama periode Januari–Oktober 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan volume angkutan batu bara mencapai 47.775.610 ton, meningkat 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 45.789.828 ton. Komoditas ini tetap menjadi penopang utama bisnis logistik KAI, dengan kontribusi 83% dari total angkutan barang perusahaan yang mencapai 57.556.900 ton sepanjang sepuluh bulan pertama 2025.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa angkutan batu bara memiliki peran strategis dalam mendukung pasokan energi nasional.

“Sebagian besar batu bara yang diangkut digunakan untuk kebutuhan PLTU di Pulau Jawa dan Bali, yang memasok listrik bagi rumah tangga, fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah, serta mendukung industri dan UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis. 

Seiring meningkatnya volume angkutan, KAI terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan layanan logistik yang efisien, tepat waktu, dan ramah lingkungan. Perusahaan juga berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghapus truk Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2026, dengan menghadirkan solusi transportasi berbasis kereta api yang aman dan berkapasitas besar.

Dalam rencana jangka panjangnya, KAI menargetkan pertumbuhan angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029, yang terdiri atas 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan tengah mengembangkan infrastruktur logistik strategis, seperti Terminal Tarahan II yang akan mampu menampung hingga 18 juta ton batu bara, serta fasilitas bongkar muat di Kertapati yang dapat meningkatkan kapasitas hingga 7 juta ton.

Khusus wilayah Sumatera Selatan, KAI memperkirakan tambahan kontribusi sebesar 27,8 juta ton, menjadikannya pilar utama dalam jaringan logistik masa depan perusahaan. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari peningkatan operasional, tetapi juga dari investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan teknologi logistik.

Selain fokus pada efisiensi dan kapasitas, KAI juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah menggunakan Biosolar B40, yakni bahan bakar campuran 40% bahan nabati. Langkah ini menurunkan emisi karbon dan mendukung transisi energi nasional, melanjutkan uji coba yang dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Juli 2024.

“Penggunaan B40 menjadikan kereta api sebagai moda logistik yang lebih hijau, beremisi rendah, dan ramah lingkungan,” tambah Anne.

Baca Juga

Login Tak Bisa, Apa yang Terjadi pada Wikimedia di Indonesia?

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberlakukan pembatasan...

Dana Miliaran Digelontorkan, UNICEF dan DBS Fokus Benahi Gizi dan Pendidikan Anak NTT

Jakarta - UNICEF Indonesia bersama DBS Foundation resmi mengumumkan...

Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Antisipasi Lonjakan Harga

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi...

Pesona Masjid Al-Fajri Tampil Bak Blue Mosque Istanbul Turki

Jakarta - Bangunan seluas sekitar 1.000 meter persegi di...

Belasan Perempuan Diduga Jadi Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar

Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini