Sebanyak 50 warga Jakarta Timur resmi menyelesaikan pelatihan petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang diselenggarakan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Timur. Program yang berlangsung sejak 3–21 November 2025 itu diakhiri dengan penyerahan sertifikat sebagai bukti kompetensi bagi seluruh peserta.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Jakarta Timur, Fauzi, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menekan angka pengangguran di wilayah tersebut. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan dan sertifikat yang diperoleh untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan.
“Peserta berasal dari 10 kecamatan di Jakarta Timur. Mereka dibekali keterampilan dan sertifikat sebagai modal untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya dikutip dari laman berita jakarta pada Jumat (21/11).
Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada Sudin Nakertransgi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan peluang kerja.
Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Timur, Sunjaya, menambahkan bahwa pelatihan Satpam ini merupakan program terakhir yang digelar tahun ini melalui anggaran APBD Perubahan 2025. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Satpam dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Satpam memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam menciptakan rasa aman. Karena itu, pelatihan diperlukan agar mereka dapat bekerja secara profesional, disiplin, dan siap menghadapi berbagai situasi.
Pelatihan selama 15 hari tersebut mencakup materi dasar-dasar pengamanan, teknik penanganan konflik, komunikasi efektif, hingga simulasi penanganan keadaan darurat. Sunjaya berharap, melalui program ini lahir tenaga Satpam yang kompeten, sigap, dan berintegritas di bidang pengamanan.

