31.9 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 31, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAIni Faktor Utama Jakarta Berhasil Kurangi Pengangguran di 2025

Ini Faktor Utama Jakarta Berhasil Kurangi Pengangguran di 2025

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta turun menjadi 6,05 persen per Agustus 2025. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sejumlah sektor, khususnya perdagangan yang berkontribusi 23,01 persen, sektor pengangkutan dan pergudangan 23,01 persen, serta sektor akomodasi dan makanan minuman 12,67 persen.

“Perkembangan TPT di Jakarta menunjukkan tren membaik. Angkanya turun menjadi 6,05 persen hingga Agustus 2025, lebih rendah dibanding periode sebelumnya,” ujar Pramono dalam Press Conference APBD 2025 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/11).

Pramono menjelaskan, beragam program yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta—termasuk penyelenggaraan bursa kerja bagi umum dan penyandang disabilitas—berkontribusi besar dalam memperluas kesempatan kerja. Ia menilai, perkembangan positif ini memperkuat posisi Jakarta sebagai kota jasa sekaligus pusat perdagangan regional.

Pemprov DKI, lanjutnya, akan terus mengadakan bursa kerja dan program upskilling bagi penyandang disabilitas secara berkala. Langkah ini bertujuan memberikan akses setara bagi seluruh warga, termasuk kelompok disabilitas, untuk memperoleh pekerjaan di Jakarta.

Selain penurunan pengangguran, Jakarta juga mempertahankan perannya sebagai kota tujuan investasi. Ibu kota menyumbang 14,24 persen dari total investasi nasional, dengan realisasi investasi pada triwulan III 2025 mencapai Rp204,13 triliun, tumbuh 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Yang menggembirakan, aktivitas investasi tersebut turut menyerap sekitar 338.310 tenaga kerja,” tambah Pramono.

Untuk menjaga momentum ini, Pemprov DKI menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penyederhanaan proses perizinan, optimalisasi layanan di mal pelayanan publik, hingga memperkuat promosi investasi lewat Jakarta Investment Festival dan Jakarta Investment Center.

Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk membuka ruang pengembangan di berbagai sektor, termasuk olahraga, agar Jakarta berkembang sebagai kota sport tourism. Ia mencontohkan gelaran Jakarta International Marathon dan Jakarta Running Festival, yang kini banyak diminati perusahaan besar untuk digelar di Jakarta.

Meski begitu, Pramono memastikan pemerintah tetap melakukan pembatasan jumlah penyelenggaraan maraton agar kualitas dan efektivitas Jakarta Running Festival maupun Jakarta International Marathon tetap terjaga.

Baca Juga

Pemerintah Kaji Lebih Dalam Definisi Korupsi dan Praktik Under-Invoicing

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengkaji...

Styles AsikFest 2026 Jadi Panggung bagi Kreator dan UMKM Lokal

katafoto, Jakarta - Lippo Malls Indonesia (LMI) menuntaskan penyelenggaraan...

Demam Bikin Tubuh Lemas? Kenali 10 Bahan Alami yang Digunakan untuk Meredakannya

katafoto, Jakarta - Demam dapat terjadi ketika tubuh mengalami...

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin Buka Suara soal Serapan Tenaga Kerja Lokal

katafoto, Jakarta - Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi...

Kebutuhan Beras Capai 2,5 Juta Ton per Bulan, Mentan Amran Optimistis Stok Tetap Terjaga

katafoto, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini