katafoto, Jakarta – Sampah makanan masih menjadi persoalan besar di Ibu Kota. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025 mencatat, sisa makanan menyumbang 46,1 persen dari total sampah di Jakarta.
Besarnya kontribusi tersebut mendorong pentingnya perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola bahan makanan, terutama di lingkungan rumah tangga. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak warga mengurangi food waste atau sampah makanan melalui langkah sederhana, mulai dari mengatur belanja hingga menyimpan bahan makanan dengan benar.
Ajakan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, pada Kamis (29/10).
“Padahal kita bisa mencegahnya lewat empat kebiasaan mudah, mulai dari merencanakan menu mingguan, belanja seperlunya, merapikan kulkas dengan metode first in-first out, hingga menggunakan wadah kedap udara,” demikian dikutip dari akun Instagram @dkijakarta.
4 Cara Mengurangi Sampah Makanan di Rumah
Pemprov DKI Jakarta membagikan empat kebiasaan yang dapat diterapkan masyarakat untuk mencegah bahan makanan terbuang sia-sia.
1. Rencanakan menu dan buat daftar belanja
Langkah pertama adalah menyusun menu makanan untuk satu minggu sekaligus mencatat bahan yang perlu dibeli. Perencanaan ini membantu rumah tangga memperkirakan kebutuhan bahan makanan sehingga belanja lebih terarah dan tidak berlebihan.
2. Belanja sesuai kebutuhan
Masyarakat disarankan membeli bahan makanan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Membeli terlalu banyak tanpa memperhitungkan waktu pemakaian berisiko membuat bahan makanan tidak sempat diolah hingga membusuk dan akhirnya dibuang.
3. Terapkan metode FIFO saat menyimpan makanan
Metode first in, first out (FIFO) berarti bahan makanan yang lebih dahulu disimpan digunakan terlebih dahulu dibandingkan bahan yang baru dibeli.
Untuk memudahkan penerapannya, letakkan bahan makanan yang perlu segera digunakan di bagian depan kulkas. Dengan begitu, bahan yang lebih lama tersimpan tidak terlupakan hingga melewati masa layaknya untuk dikonsumsi.
4. Gunakan wadah kedap udara
Penyimpanan yang tepat juga berperan dalam menjaga kualitas bahan makanan. Penggunaan wadah kedap udara yang sesuai dengan jenis makanan dapat membantu mempertahankan kesegaran dan memperlambat penurunan kualitasnya.
3 Cara Mengolah Sampah Organik Rumah Tangga
Selain mencegah makanan terbuang, masyarakat dapat mengolah sisa makanan dan sampah organik lainnya agar lebih bermanfaat. Pemprov DKI Jakarta memperkenalkan tiga metode yang bisa menjadi pilihan untuk mengurangi sampah rumah tangga.
1. Pengomposan
Pengomposan merupakan proses mengolah bahan organik yang sesuai menjadi kompos. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyubur tanaman sehingga sampah organik tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
2. Teba modern
Teba modern dapat digunakan sebagai sarana pengolahan sampah organik di lingkungan rumah. Penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, jenis sampah, serta tata cara pengelolaan yang tepat agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.
3. Lubang resapan biopori
Lubang resapan biopori dapat dimanfaatkan untuk membantu penguraian bahan organik tertentu sekaligus meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah. Sampah yang dimasukkan harus sesuai dengan metode pengelolaan biopori agar proses penguraian berjalan baik.
Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung membuang sisa makanan yang masih bisa dimanfaatkan atau diolah.
“Kalau sisa makanan masih ada, jangan langsung dibuang,” demikian pesan dalam materi edukasi tersebut.
Upaya mengurangi sampah makanan membutuhkan konsistensi dalam menjalankan kebiasaan sehari-hari. Dengan merencanakan menu, membeli bahan makanan secukupnya, menerapkan penyimpanan yang benar, serta mengolah sampah organik, masyarakat dapat membantu mengurangi timbulan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan Jakarta.

