26.6 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHSMK Go Global Dimulai, Jabar Jadi Provinsi Percontohan Standar Internasional

SMK Go Global Dimulai, Jabar Jadi Provinsi Percontohan Standar Internasional

Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa provinsinya siap menjadi laboratorium nasional dalam pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berstandar internasional. Ia menyebut, Jawa Barat memiliki modal besar untuk melahirkan lulusan vokasi yang mampu bersaing di pasar global.

Dengan total 2.098 SMK dan lebih dari 1,02 juta siswa, Jawa Barat juga menjadi salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran terbesar kedua di Indonesia.

“Jawa Barat siap menjadi laboratorium nasional untuk pengembangan SMK berkelas dunia, bukan hanya unggul secara regional, tetapi juga mampu menghasilkan talenta global,” ujar Erwan saat mendampingi kunjungan kerja Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimim Iskandar di SMKN 1 Kota Bandung, Senin (1/12).

Program SMK Go Global yang digagas Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menetapkan Jawa Barat sebagai provinsi percontohan dalam implementasi pendidikan vokasi dengan standar internasional. Program ini dirancang untuk memperluas jaringan global dan menyiapkan lulusan SMK masuk ke pasar tenaga kerja dunia.

“Program ini bukan hanya menghadirkan peluang kerja, tetapi juga memberikan pengalaman global bagi anak-anak kita,” kata Erwan.

Sebagai langkah percepatan, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat mengumpulkan 507 kepala SMK dari seluruh Jawa Barat di Aula SMKN 1 Bandung. Pertemuan tersebut membahas strategi untuk memperkuat kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya reformasi pendidikan vokasi secara komprehensif.

“Pasar kerja global membutuhkan standar baru. Karena itu, kurikulum, kompetensi, hingga kesiapan siswa untuk bekerja di luar negeri harus dibangun secara menyeluruh,” ujar Muhaimin.

Pemerintah menargetkan penempatan 500 lulusan SMK di luar negeri tahun ini dan satu juta lulusan pada 2026. Pada pekan kedua Desember, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat akan melepas kelompok pertama peserta program SMK Go Global.

“Kita harus terus memperkuat keterampilan dan kemampuan bahasa agar para lulusan mampu mengisi peluang kerja yang terbuka di luar negeri,” tambah Muhaimin.

Baca Juga

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Batu Bara Dongkrak Ekspor, Aceh Raih Surplus Perdagangan

Aceh - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada...

Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia

Jakarta - Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal...

Polres Sumenep Lakukan Pemeriksaan Senjata Api, Disiplin Anggota Jadi Sorotan

Sumenep - Polres Sumenep melaksanakan pemeriksaan senjata api (senpi)...

Jelang Lebaran 2026, THR Bonus Ojol Digelontorkan Ratusan Triliun

Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 H, Pemerintah menegaskan komitmennya...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini