26.5 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaTREN OTOMOBILMulai 2026 Mobil di Tiongkok Tidak Pakai Setir Mekanis, Era Steer-by-Wire Penuh...

Mulai 2026 Mobil di Tiongkok Tidak Pakai Setir Mekanis, Era Steer-by-Wire Penuh Dimulai


Tiongkok resmi mengumumkan standar nasional terbaru untuk sistem kemudi kendaraan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026. Aturan baru ini menghapus kewajiban penggunaan sambungan mekanis pada sistem kemudi, sehingga membuka jalan bagi penerapan penuh teknologi steer-by-wire. Dalam pembaruannya, standar tersebut juga memuat ketentuan keselamatan dan fungsional yang lebih rinci untuk sistem kemudi berbasis elektronik dan elektrik, sebagaimana diberitakan IT-home.

Penyusunan regulasi ini melibatkan banyak produsen mobil dan perusahaan teknologi besar di Tiongkok. Di antaranya Nio, BAIC, Xpeng, BYD, Geely, Xiaomi, Huawei, serta beberapa perusahaan joint venture seperti pusat EV pintar Toyota Tiongkok dan Mercedes-Benz Tiongkok. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa standar baru ini dirancang untuk dapat diterapkan pada beragam jenis kendaraan dan arsitektur kemudi.

Dilansir dari laman carnewschina, teknologi steer-by-wire sendiri sudah mulai digunakan di beberapa model saat ini, seperti Infiniti Q50, IM L6, Nio ET9, hingga Tesla Cybertruck. Infiniti Q50 masih mengandalkan koneksi mekanis cadangan, sementara Nio ET9 menjadi kendaraan produksi massal pertama di Tiongkok yang sepenuhnya menghilangkan sambungan mekanis. Melalui standar baru ini, pemerintah menetapkan ketentuan keselamatan yang berlaku baik untuk sistem kemudi konvensional maupun sistem kemudi elektronik penuh.

Regulasi tersebut menekankan pentingnya keselamatan fungsional, selaras dengan revisi terbaru UN R79, dan mewajibkan sistem kemudi elektronik memenuhi standar ISO 26262. Aturan ini mengatur kebutuhan redundansi sistem serta menetapkan kinerja minimum yang harus dipenuhi ketika terjadi gangguan, seperti kegagalan suplai daya, gangguan transmisi kontrol, hingga masalah manajemen energi. Sistem kemudi elektronik penuh juga harus dilengkapi mekanisme peringatan untuk menangani isu penuaan komponen, penurunan kinerja baterai, serta pemantauan energi secara real-time.

Perubahan lainnya memperjelas prosedur pengujian saat terjadi kegagalan sistem kemudi, termasuk metode pengukuran beban kemudi dalam kondisi kerusakan dan protokol validasi keselamatan fungsional. Produsen diwajibkan menyertakan dokumen pendukung terkait keamanan sistem kemudi elektronik, yang nantinya akan ditinjau dan diuji secara acak. Selain itu, terminologi dan persyaratan pelaporan juga diperbarui agar implementasi standar dapat berjalan seragam di seluruh industri.

Secara keseluruhan, pembaruan standar ini membentuk kerangka regulasi baru bagi kendaraan dengan teknologi kemudi elektronik. Dengan menghapus kewajiban sambungan mekanis serta menetapkan persyaratan keselamatan dan performa yang ketat, Tiongkok semakin mendorong pengembangan, pengujian, dan penggunaan sistem kemudi elektrik dan elektronik di kendaraan lokal maupun impor.

Baca Juga

Prahara Pulau Emas, Pameran Foto Bencana Terbesar Karya Pewarta Indonesia

Aceh - Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar Roadshow Pameran...

Jepang Bebaskan Tarif Impor Tuna Indonesia, Peluang Ekspor Makin Besar

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan produk...

LEPAS E4 EV Tawarkan Jarak Tempuh 600 Km dan Fast Charging 20 Menit

Jakarta - LEPAS kembali menghadirkan kendaraan listrik Indonesia dengan...

Fenomena Upwelling Bikin Ikan Melimpah, Nelayan DKI Panen Rezeki

Jakarta - Musim kemarau memberikan dampak positif bagi sektor...

Anggaran MBG Serap Rp101,1 Triliun Menkeu Prubaya Sebut Sudah Dinikmati 63 Juta Penerima

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini