32.6 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANBI Catat Transaksi Digital Meroket, QRIS hingga Mobile Banking Jadi Motor Pertumbuhan

BI Catat Transaksi Digital Meroket, QRIS hingga Mobile Banking Jadi Motor Pertumbuhan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan transaksi pembayaran digital hingga November 2025. Total transaksi tercatat mencapai 4,6 miliar atau tumbuh 40 persen secara tahunan (year on year/yoy), menandakan semakin kuatnya peran layanan keuangan digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah kanal seperti mobile banking, QRIS, dan internet banking menjadi pilihan utama dalam bertransaksi.

“Per November 2025, transaksi pembayaran digital yang mencakup mobile banking, QRIS, dan internet banking tumbuh 40 persen secara tahunan dengan total volume mencapai 4,6 miliar transaksi,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember, Kamis (18/12).

Dari total tersebut, mobile banking menjadi penyumbang terbesar dengan volume transaksi mencapai 2,79 miliar. Sementara itu, QRIS tampil sebagai motor pertumbuhan transaksi digital dengan capaian 1,68 miliar transaksi sepanjang 2025.

“Mobile banking masih mendominasi dengan 2,79 miliar transaksi, disusul QRIS yang mencapai 1,68 miliar transaksi. Hal ini menunjukkan adopsi pembayaran digital yang semakin meluas di masyarakat dan pelaku UMKM,” jelas Filianingsih.

Menurut BI, capaian tersebut menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran telah menjadi fondasi utama dalam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari konsumsi, transportasi, hingga layanan publik. Ke depan, prospek transaksi pembayaran digital dinilai tetap positif.

Bank Indonesia memproyeksikan transaksi pembayaran digital pada 2026 dapat tumbuh hingga 29,7 persen secara tahunan. Proyeksi tersebut didukung oleh perluasan penggunaan QRIS, inovasi teknologi, penguatan aspek keamanan, serta meningkatnya kepercayaan publik.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST tercatat mencapai 439 juta transaksi atau tumbuh 29,77 persen (yoy), dengan nilai transaksi sebesar Rp1.092 triliun hingga November 2025. Sementara transaksi bernilai besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 0,87 juta transaksi dengan nilai total Rp20.463 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan, dari sisi pengelolaan Rupiah, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 13,09 persen (yoy) menjadi Rp1.250,60 triliun pada November 2025.

Bank Indonesia menilai stabilitas infrastruktur sistem pembayaran nasional tetap terjaga. Hal ini tercermin dari kelancaran operasional Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri, serta kecukupan pasokan uang kartal baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Selain itu, struktur industri sistem pembayaran dinilai semakin sehat, ditandai dengan penguatan interkoneksi antar pelaku dan meluasnya ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD). Perluasan adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) turut mendorong penguatan interkoneksi, tercermin dari meningkatnya transaksi pembayaran berbasis SNAP.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri secara keseluruhan,” pungkas Perry.

Baca Juga

Galon Guna Ulang vs Sekali Pakai, Mana Lebih Ramah Lingkungan?

Jakarta - Di tengah meningkatnya jumlah sampah plastik nasional,...

Galangan Kapal Terbesar di Jawa Segera Dibangun di Batang?

Batang - Kabupaten Batang tengah bersiap menempatkan diri sebagai...

Jangan Sampai Boncos! Ini Batas Aman Utang dan Tabungan Menurut Pakar

Yogyakarta - Pola konsumsi masyarakat umumnya meningkat cukup tinggi...

Mulai 15 April Bawa Power Bank di Pesawat dari Singapura Dibatasi

Jakarta - Bagi kamu yang akan terbang dari Singapura,...

Resmi Digelar, 69 Ribu Santri Ikuti UAN Pendidikan Kesetaraan Berbasis CBT

Jakarta - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama mulai...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini