Bekasi – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan kesiapan jajarannya dalam mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas. Upaya tersebut dilakukan melalui survei lapangan dan pengecekan langsung di sejumlah titik krusial, baik di kawasan penyeberangan Merak maupun di ruas jalan tol.
“Hari ini kami turun langsung melakukan survei dan pengecekan, baik di Merak maupun jalan tol. Di lingkungan Jasa Marga, terdapat empat klaster utama yang menjadi fokus pengamanan dan komunikasi,” ujar Agus, Senin (22/12)
Ia memaparkan, empat klaster yang menjadi perhatian meliputi jalan tol dan jalur arteri, kawasan penyeberangan dan pelabuhan, simpul transportasi serta destinasi wisata—termasuk bandara, terminal, dan stasiun—hingga lokasi peribadatan.
Dalam menghadapi potensi kepadatan pada puncak arus lalu lintas, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Langkah tersebut mencakup pengalihan arus, penerapan contraflow, sistem satu arah (one way), hingga penyekatan bersifat situasional yang disesuaikan dengan dinamika kondisi di lapangan.
Agus menambahkan, sejumlah wilayah rawan kemacetan seperti Gadog, Cianjur, Nagreg, Bandung, beberapa titik di Jawa Timur, Bali, hingga Medan telah masuk dalam pemetaan dan pengawasan khusus aparat.
“Kami juga menyiapkan rencana darurat, termasuk antisipasi jika terjadi cuaca ekstrem di wilayah-wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila terjadi antrean panjang di kawasan pelabuhan akibat faktor cuaca atau gangguan operasional, kendaraan akan dialihkan sementara ke area penyangga (buffer zone). Pengaturan arus kemudian dilakukan secara bertahap hingga kondisi lalu lintas kembali normal dan terkendali.

