Lampung – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung melalui penandatanganan 11 kesepakatan kerja sama lintas sektor. Nilai transaksi dari kolaborasi tersebut diperkirakan mencapai Rp832,3 miliar per tahun.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1) malam.
Sebelas kerja sama itu mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, industri, perdagangan, energi, pertanian, hingga pariwisata. Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kedua provinsi sepakat memperkuat pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan program SMK Kembar. Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjalin kerja sama pengembangan sektor industri dan perdagangan. Kedua kesepakatan tersebut berlaku selama lima tahun.
Kerja sama lainnya melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD), antara lain pemanfaatan gas bumi dan pengembangan energi baru terbarukan oleh PT Jateng Petro Energi (JPEN) bersama PT Lampung Jasa Utama (Perseroda). Selain itu, perdagangan multi komoditas digarap oleh PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) dengan PT Wahana Raharja (Perseroda).
Di sektor pangan, PT Jateng Argo Berdikari (Perseroda) menjalin kemitraan dengan PT Wahana Raharja dan Koperasi Produsen Agro Gelem Hijau untuk penyediaan bahan pangan hasil pertanian dan perkebunan.
Kolaborasi juga diperluas melalui asosiasi pengusaha. Hipmi Jawa Tengah dan Hipmi Lampung sepakat meningkatkan kapasitas kelembagaan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, serta sektor maritim, kelautan, dan perikanan. Sementara itu, Astindo Jateng dan Astindo Lampung bekerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Kadin Jawa Tengah dan Kadin Lampung turut menjalin kesepakatan perdagangan berbagai komoditas strategis, seperti garam, gula, kelapa, jahe gajah, beras, buah-buahan, kapulaga, singkong, tepung tapioka, produk kerajinan, udang, hingga sapi.
Kemitraan bisnis juga terjalin antara PT Goldensnack Mas Sejahtera dan PT Asindo Tech terkait suplai bahan baku tepung tapioka. Selain itu, PT Fajar Mulia Transindo bersama PT Wahana Raharja (Perseroda) bekerja sama dalam penguatan rantai pasok industri dan perdagangan, meliputi gula kristal, inalar, kopi, bawang putih, dan komoditas lainnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kerja sama ini bertujuan mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kedua provinsi. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antargubernur yang berlangsung di Kepulauan Riau pada Juni 2025.
“Kerja sama ini dirancang agar kedua provinsi bisa tumbuh dan berkembang bersama,” ujar Luthfi.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut bukan untuk membandingkan tingkat kemajuan daerah, melainkan membangun konektivitas melalui konsep pemerintahan kolaboratif. Langkah ini juga sejalan dengan agenda nasional pemerataan pembangunan.
“Harapannya, seluruh kerja sama ini dapat terealisasi dengan baik dan mendukung program Presiden,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, di antaranya Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang memaparkan potensi daerah masing-masing.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan kolaborasi kedua provinsi. Menurutnya, kerja sama mencakup lintas organisasi perangkat daerah hingga asosiasi pengusaha.
“Kami berharap terbangun hubungan kolaboratif yang kuat, saling mendukung, dan saling menguatkan antara Lampung dan Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jawa Tengah kerap menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan investasi dan pengembangan kawasan industri. Dalam berbagai pertemuan dengan pemerintah pusat, provinsi tersebut sering dijadikan contoh, terutama terkait masuknya investasi, keamanan, dan dukungan kawasan industri.
Di luar 11 kerja sama baru ini, Jawa Tengah dan Lampung sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi pada 2025 di sejumlah bidang, seperti koperasi dan UMKM, layanan sosial, serta perdagangan komoditas pangan, termasuk cabai rawit dan bawang merah.

