Jakarta – Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) mencatat tonggak penting dalam aktivitas ekspor dengan melepas satu unit bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dari fasilitas perakitan di Cikarang menuju pelabuhan untuk dikirim ke Thailand. Unit bus tersebut menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama produksi PT Laksana Bus Manufaktur yang dirancang khusus agar sesuai dengan regulasi internasional serta kebutuhan pasar Thailand.
Pengiriman ini menjadi momen bersejarah sebagai ekspor perdana bus Mercedes-Benz yang sepenuhnya dirakit di Indonesia ke Thailand. Bus tersebut memadukan teknologi sasis Mercedes-Benz yang telah diakui secara global dengan standar keselamatan dan emisi Eropa, sekaligus memenuhi ketentuan regulasi regional ASEAN di negara tujuan. Capaian ini juga menegaskan sinergi antara DCVMI dan industri karoseri nasional dalam menghadirkan produk bus siap ekspor untuk pasar Asia Tenggara.
Ekspor ke Thailand mencerminkan komitmen jangka panjang DCVMI dan DCVI dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan niaga berkualitas tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional. Keberhasilan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan pabrik perakitan baru DCVMI di Cikarang pada Juni 2025.
Saat itu, ia menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas tersebut sebagai langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan Daimler Truck AG terhadap prospek industri otomotif nasional, sekaligus upaya memperkuat ekspor, membangun rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja.

Direktur Utama DCVMI, Shravana T. Kumar, menyampaikan bahwa pelepasan unit ekspor ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyediakan solusi bus lengkap yang memenuhi standar keselamatan Eropa dan regional yang ketat. Menurutnya, fasilitas Cikarang tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya kepercayaan global terhadap kemampuan manufaktur Indonesia.
“Pada peresmian pabrik tahun lalu, kami menegaskan target pengembangan strategi ekspor. Hari ini, komitmen tersebut mulai terwujud. Ekspor OH 1626 L Euro 5 ke Thailand mencerminkan fokus jangka panjang kami pada kualitas, keselamatan, dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” ujar Shravana.
Sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 yang diekspor ini telah dibekali berbagai fitur keselamatan utama, termasuk sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) sebagai standar, konfigurasi mesin belakang untuk keseimbangan dan stabilitas kendaraan, serta rangka sasis yang dirancang kokoh guna menjamin ketahanan dan integritas struktural.
Di sisi bodi, PT Laksana Bus Manufaktur memastikan standar keselamatan menyeluruh bagi penumpang. Bus ini telah memenuhi berbagai regulasi internasional, seperti UNECE R66 untuk perlindungan saat kecelakaan terguling, UNECE R118 terkait material interior tahan api, serta ECE R43 untuk penggunaan kaca keselamatan bersertifikasi. Perlindungan penumpang juga diperkuat melalui kursi dan titik pengikat sesuai standar UNECE R80, sabuk pengaman UNECE R14, serta pintu darurat yang disesuaikan dengan regulasi Thailand, lengkap dengan tanda bercahaya dan mekanisme pengunci yang mudah diakses dari luar. Desain lampu depan terbaru turut dihadirkan guna meningkatkan visibilitas dan keselamatan untuk kebutuhan pasar ekspor.
Bodi Legacy SR3 Neo Panorama menjadi cerminan kemampuan industri karoseri nasional yang semakin matang dalam menghasilkan produk berstandar global. Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman, menyampaikan bahwa unit ekspor ini membuktikan bodi bus buatan Indonesia mampu memenuhi standar keselamatan Eropa sekaligus menyesuaikan kebutuhan spesifik pasar Thailand.
“Melalui kolaborasi erat dengan DCVMI, kami menghadirkan produk yang memadukan aspek keselamatan, kenyamanan, dan desain modern. Hal ini memperkuat daya saing Indonesia di industri bus regional,” ujarnya.

