32.6 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMudik Lebih Aman, 6.859 Masjid Disiapkan Jadi Posko Mudik Gratis

Mudik Lebih Aman, 6.859 Masjid Disiapkan Jadi Posko Mudik Gratis

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 6.859 masjid di berbagai daerah sebagai titik singgah gratis bagi para pemudik. Program ini digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026.

Pelaksanaannya direncanakan mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri. Masjid-masjid yang berada di sepanjang jalur mudik akan difungsikan sebagai lokasi transit dan dibuka selama 24 jam.

Rencana tersebut mengemuka saat Menteri Agama bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (23/2). Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas kementerian guna memastikan arus mudik berlangsung aman dan nyaman.

Menag menyebut, persiapan juga dilakukan secara internal, mulai dari tingkat pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, untuk memastikan kesiapan masjid di lapangan.

Masjid yang terlibat diharapkan menyediakan berbagai fasilitas, seperti ruang istirahat, toilet bersih, tempat wudhu yang layak, ruang laktasi bila memungkinkan, air minum, layanan pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir aman tanpa pungutan biaya.

Bagi pemudik yang tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan, masjid juga diimbau menyediakan takjil. Pada malam hari, pengelola disarankan menyiapkan minuman hangat agar pengemudi dapat memulihkan kondisi sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau. Supirnya, ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” kata Menag.

Tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan sepeda motor, terutama di jalur Pantura, Trans Jawa, serta Trans Sumatra, membuat risiko kelelahan pengemudi meningkat dan berpotensi memicu kecelakaan. Karena itu, masjid dinilai memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik, khususnya bagi pemudik.

Untuk memudahkan identifikasi, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama agar pemudik dapat singgah dengan mudah.

Selain masjid, sejumlah rumah ibadah lain di beberapa daerah, termasuk gereja di wilayah Sumatera Utara dan Indonesia Timur, juga akan dilibatkan. Langkah ini menegaskan bahwa rumah ibadah merupakan ruang kemanusiaan yang terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan latar belakang agama.

“Adanya program ini, dapat meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik muslim dan non muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” pungkas Menag.

Sementara itu, Menteri Perhubungan dalam paparannya menyampaikan kesiapan menghadapi sekitar 143 juta pemudik. Salah satu langkahnya adalah menyiapkan masjid sebagai titik singgah, sehingga diperlukan penyelarasan data dengan Kemenag agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal dan terkoordinasi.

Baca Juga

WFH ASN Jakarta Berlaku! Tapi Tak Semua Pegawai Bisa Ikut

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerbitkan...

Deru Mesin GT3 Bakal Pecah di Mandalika, Siap-Siap Merinding

Jakarta - Akhir pekan di Mandalika akan menghadirkan nuansa...

Fosil 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu, Lebih Tua dari Sangiran?

Kawasan situs arkeologi Bumiayu kini menjadi sorotan setelah ditemukannya...

Tantangan Besar, Peluang Lebar! Java Fresh Bawa Petani ke Pasar Global

Jakarta - Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi...

Galangan Kapal Terbesar di Jawa Segera Dibangun di Batang?

Batang - Kabupaten Batang tengah bersiap menempatkan diri sebagai...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini