28.3 C
Jakarta
Selasa, April 7, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPerjalanan Dinas Dipotong Besar-Besaran, Kemenag Fokus Layanan Publik

Perjalanan Dinas Dipotong Besar-Besaran, Kemenag Fokus Layanan Publik

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melakukan berbagai langkah menghadapi keterbatasan anggaran pada program tahun 2026 dengan pengetatan belanja non-prioritas, agar program-program utama tetap dapat berjalan optimal.

“Kami melakukan pemotongan signifikan pada pos perjalanan dinas luar negeri hingga 70% dan perjalanan dinas biasa sebesar 65%. Anggaran hasil penghematan ini dialihkan untuk menjaga agar fungsi layanan dasar tidak terganggu,” ujar Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag, Kastolan, dalam Breakfast Meeting di Jakarta, Selasa (7/4).

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan yang sama, Menag menekankan pentingnya perubahan mendasar dalam pola pikir perencanaan program di lingkungan Kemenag. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran negara tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menghadirkan solusi bagi persoalan keagamaan di masyarakat.

“Perencanaan kita ke depan, saya minta tolong berpikirlah out of the box. Acuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki. Kalau anggaran terbatas, cari alternatif,” sebut Menag dikutip dari laman kemenag.

Menag juga menekankan pentingnya sinergi lintas unit, mulai dari Direktorat Jenderal, Kantor Wilayah Kemenag di daerah, hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kolaborasi ini dinilai penting agar pelaksanaan program menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

“Marilah kita bekerja sebagai Super Team, bukan Superman. Saya mohon Rektor dan Kakanwil berkolaborasi. Jangan hanya bertemu saat seremoni. Gunakan mahasiswa KKN/PKN untuk membantu program Bimas, misalnya memberantas buta huruf Al-Qur’an di desa atau mencegah pernikahan bawah tangan,” tutur Menag.

Selain itu, ia juga mendorong integrasi program antara penyuluh agama, imam masjid, dan Kantor Urusan Agama (KUA) agar berjalan secara terpadu dan menyeluruh.

“Integrasikan program penyuluh, imam masjid, dan KUA secara holistik, komprehensif, dan integratif. Ajuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki,” tandasnya.

Baca Juga

Bukan Sekadar Terapi, Cara Modern Ini Kembalikan Fungsi Gerak Pasien

Jakarta - Meningkatnya tren gaya hidup aktif di masyarakat...

Jakarta Kalahkan Banyak Kota ASEAN, Kini Jadi Kota Teraman Nomor 2

Jakarta - Kota Jakarta mencatat pencapaian membanggakan dengan menempati...

Solusi Macet, Kereta Komuter Siap Layani Kawasan Industri Batang

Batang - Upaya meningkatkan akses transportasi bagi pekerja di...

Begini Cara Cepat Pemerintah Pulihkan Telekomunikasi Pasca Gempa Sulut

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan...

Lonjakan AI Tak Terbendung! Indonesia Butuh 5G Lebih Cepat dari Perkiraan

Jakarta - Seiring meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini