New York – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New York. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan Joint Statement sebagai langkah memperkuat kemitraan jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.
Kesepakatan bersama itu turut mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks yang digagas Pemerintah Indonesia untuk menciptakan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif, tangguh, dan berkelanjutan dari sisi pendanaan.
WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan di empat taman nasional percontohan, yakni Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat kawasan tersebut dikenal memiliki ekosistem unik dan tingkat keanekaragaman hayati tinggi yang memberikan manfaat lingkungan penting bagi masyarakat sekitar.
Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) diproyeksikan menjadi mekanisme pendanaan yang mendukung visi Task Force. Kehadiran IBioFund diharapkan mampu mendorong pembiayaan konservasi yang lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengelolaan taman nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap alokasi anggaran tahunan pemerintah.
Delegasi Indonesia juga meninjau sistem pengelolaan Bronx Zoo yang terintegrasi antara konservasi, riset ilmiah, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pendekatan ex-situ dan in-situ dalam mendukung pemulihan populasi satwa liar di habitat aslinya.
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, serta kesejahteraan masyarakat.
“Hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan penghidupan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional. Kami menyambut baik keberlanjutan kemitraan dengan WCS dalam mendukung prioritas konservasi Indonesia serta menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujar Raja Juli Antoni.
Sementara itu, Executive Vice President dan COO WCS mengapresiasi atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin dengan Indonesia.
“WCS sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kehutanan dan menantikan perluasan kerja sama di Indonesia. Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.

