Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mencatat jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di Ibu Kota mencapai 8.234.745 orang sepanjang periode Januari hingga Juni atau semester pertama 2026.
Data tersebut disampaikan Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata, dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang digelar pada Senin (6/7).
Wahyu menjelaskan, dari total DPB tersebut sebanyak 4.061.651 merupakan pemilih laki-laki dan 4.173.094 merupakan pemilih perempuan.
“Rekapitulasi data pemilih dihimpun dari pemutakhiran yang dilakukan jajaran KPU tingkat kota dan kabupaten di Jakarta,” kata Wahyu dikutip dari laman berita jakarta.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni mencapai 2.387.647 orang. Disusul Jakarta Barat sebanyak 1.918.708 pemilih, Jakarta Selatan 1.751.287 pemilih, Jakarta Utara 1.354.252 pemilih, Jakarta Pusat 801.448 pemilih, dan Kabupaten Kepulauan Seribu sebanyak 21.393 pemilih.

Selama semester pertama 2026, KPU DKI juga mencatat sebanyak 29.217 pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Rinciannya terdiri atas 11.111 pemilih meninggal dunia, 17.862 orang pindah domisili, satu warga negara asing (WNA), 43 anggota TNI, serta 32 anggota Polri.
“Pada semester pertama 2026 tercatat ada 29.217 pemilih tak memenuhi syarat, meliputi meninggal dunia 11.111 orang, pindah domisili 17.862, warga negara asing (WNA) satu orang, 43 anggota TNI dan Polri 32 orang,” paparnya.
Di sisi lain, KPU DKI mencatat penambahan 68.158 pemilih baru selama enam bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 34.546 pemilih laki-laki dan 33.612 pemilih perempuan.
Selain itu, terdapat 58.510 pemilih penyandang disabilitas yang telah masuk dalam daftar pemilih berkelanjutan. Mereka berasal dari berbagai kategori disabilitas, meliputi disabilitas fisik, intelektual, mental, tunarungu, tunanetra, dan tunawicara.
“Sementara pemilih disabilitas sebanyak 58.510 orang yang meliputi fisik, intelektual, mental, tuna rungu, tuna netra dan tuna wicara,” tandasnya.

