katafoto, Palangkaraya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu kabut asap pekat di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan dan Sumatera. Dampaknya bahkan meluas hingga negara tetangga. Kualitas udara yang mencapai kategori berbahaya mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat yang terpaksa menghirup udara tercemar.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis dinilai membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Layanan kemanusiaan bertajuk “Peduli Kabut Asap” ini digagas Yayasan Borneo Hope Center bersama Yayasan Ranu Rewelu di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Selain menyediakan Rumah Aman Asap, gerakan ini juga menghadirkan Daycare Aman Asap serta perlengkapan pelindung paru-paru bagi anak-anak dan masyarakat.
Rumah Aman Asap difungsikan sebagai tempat singgah sekaligus lokasi pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Fasilitas tersebut dilengkapi peralatan medis, antara lain konsentrator oksigen dan nebulizer.
Warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat beristirahat dan memperoleh bantuan awal hingga kondisinya membaik. Setelah itu, mereka diperbolehkan kembali ke rumah. Namun, apabila membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
Hingga saat ini, lebih dari 130 warga tercatat telah memanfaatkan layanan Rumah Aman Asap. Keluhan yang paling banyak ditangani meliputi sakit tenggorokan, batuk, dan pilek yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap.
Tenaga kesehatan mengoperasikan alat nebulizer yang disediakan Yayasan Borneo Hope Center dan Yayasan Ranu Rewelu untuk warga yang terpapar asap di Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Warga yang terpapar asap menghirup obat atau larutan saline menggunakan alat nebulizer di Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Sebuah alat nebulizer yang disediakan Yayasan Borneo Hope Center dan Yayasan Ranu Rewelu untuk warga yang terpapar asap di Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Anak-anak yang terpapar asap menghirup obat atau larutan saline menggunakan alat nebulizer di Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Anak-anak yang terpapar asap mendapatkan vitamin yang disediakan Yayasan Borneo Hope Center dan Yayasan Ranu Rewelu di Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Tenaga kesehatan mencatat nama warga yang terpapar asap di Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Sebuah spanduk Rumah Aman Asap atau Rumah Oksigen Gratis terbentang di penggir jalan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (09/10/2026) (katafoto/Regina Safri)