32 C
Jakarta
Senin, Oktober 12, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALLaporan Warga Menumpuk di Meja Penyidik, Pengamat Soroti Kinerja Polri

Laporan Warga Menumpuk di Meja Penyidik, Pengamat Soroti Kinerja Polri

katafoto, Jakarta – Penanganan laporan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sejumlah laporan yang masuk ke kepolisian, baik di tingkat pusat maupun daerah, disebut belum mendapatkan penanganan yang memadai.

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menilai, lambannya tindak lanjut laporan warga perlu menjadi perhatian serius. Ia menyebut masih banyak laporan yang tidak menunjukkan perkembangan meski telah bertahun-tahun berlalu.

“Masih banyaknya laporan masyarakat yang menumpuk di meja penyidik. Bahkan banyak laporan yang sudah berulang tahun tanpa tindak lanjut yang berarti,” ujar Bambang Rukminto, Senin (12/10).

Ia menduga salah satu penyebab persoalan tersebut adalah ketidakseimbangan antara jumlah laporan yang diterima dan ketersediaan penyidik yang memiliki kompetensi serta sertifikasi.

“Indikasi adalah tidak sebandingnya jumlah laporan kasus yang masuk dengan jumlah penyidik yang kompeten dan bersertifikat,” sambungnya dikutip dari laman beritasatu. 

Menurut Bambang, keterbatasan jumlah penyidik berkualitas dan tersertifikasi menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi. Di samping itu, ia menyoroti sistem pertanggungjawaban dalam proses penyidikan yang dinilai masih perlu diperkuat.

Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan dan mekanisme kontrol dapat memicu persepsi negatif masyarakat terhadap integritas aparat yang menangani perkara.

“Responsivitas saja tak cukup untuk menjawab ekspektasi masyarakat yang tinggi pada kepolisian. Kecepatan melakukan respons harus seiring dengan responsibilitas,” ujar Bambang.

Bambang pun mendorong Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk melakukan pembenahan terhadap formasi penyidik, terutama di tingkat bawah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, perombakan personel melalui mutasi dalam skala besar sebaiknya tidak hanya menyasar pejabat tinggi dan menengah. Jajaran yang bertugas menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.

Selain pembenahan personel, Bambang menilai Polri perlu mengembangkan sistem penyidikan yang transparan dan akuntabel. Sistem tersebut diharapkan memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian.

Ia juga meminta agar pengawasan internal dievaluasi, khususnya terhadap fungsi pengawas penyidikan atau Wassidik, apabila ditemukan banyak laporan bermasalah yang tidak terselesaikan.

“Harus ada evaluasi pengawasan internal. Wassidik (pengawas penyidikan) harus dievaluasi bila banyak muncul laporan masyarakat yang bermasalah dan tak tuntas,” pungkasnya.

Baca Juga

Naik MRT Jakarta Makin Praktis, Ini Daftar Kartu Uang Elektronik yang Bisa Digunakan

katafoto, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menerapkan...

Mentan Amran Sebut 102 Tersangka Mafia Pangan Dipenjara, Bakal Ada Tambahan Lagi?

katafoto, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman...

Dana Cadangan DKI Tembus Rp5,6 Triliun, Ada Proyek LRT hingga Pengendalian Banjir

katafoto, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan...

Palangka Raya Dikepung Asap Karhutla, Kulitas Udara Memburuk

katafoto, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Radar Maritim di Aceh, Data Arus Laut Bisa Jadi Pendukung Deteksi Tsunami

katafoto, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini