32 C
Jakarta
Senin, Oktober 12, 2026
BerandaKATA EKBISENERGIPGE Kebut Pengembangan Panas Bumi di Tiga Wilayah

PGE Kebut Pengembangan Panas Bumi di Tiga Wilayah

katafoto, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menggenjot pengeboran sumur di sejumlah wilayah operasional untuk meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang kapasitas produksi baru sekaligus menjaga kinerja aset panas bumi yang sudah beroperasi.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, pengeboran tidak hanya difokuskan pada pengembangan lapangan baru, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan produksi dan pasokan uap dari aset yang telah beroperasi.

“Bagi PGE, menjaga produksi dan ketersediaan pasokan uap sama pentingnya dengan mengembangkan kapasitas baru. Untuk itu, kami terus menjaga keandalan aset panas bumi yang telah beroperasi melalui berbagai langkah, salah satunya pengeboran sumur penopang produksi (make-up well). Langkah ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memastikan aset panas bumi dapat memberikan manfaat secara optimal dalam jangka panjang,” ujar Ahmad Yani.

Sepanjang 2026, PGE telah mengebor lima sumur di tiga wilayah operasional. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran eksplorasi untuk mencari potensi sumber daya baru serta pengeboran make-up well guna menopang produksi dari lapangan yang sudah berjalan.

Di proyek Gunung Tiga, PGE telah menyelesaikan pengeboran sumur eksplorasi GTG-B.1 pada 9 Juni 2026. Sementara itu, di wilayah Lumut Balai, perusahaan menyelesaikan pengeboran sumur LMB 19-3 pada 3 September 2026.

PGE juga memulai pengeboran sumur LMB-19.4 pada 17 September 2026. Sumur tersebut memiliki target kedalaman 2.500 meter dan menjadi bagian dari pengembangan potensi Lumut Balai Unit 3 yang direncanakan memiliki kapasitas 55 megawatt (MW).

Aktivitas pengeboran turut berlangsung di wilayah Ulubelu, Tanggamus, Lampung. PGE memulai pengeboran sumur UBL-T.1 pada 17 September 2026 sebagai sumur penopang produksi atau make-up well.

Di wilayah Lahendong, Sulawesi Utara, pengeboran sumur TPS-P1.2 di Tompaso dimulai pada 22 September 2026. Sumur tersebut ditargetkan mencapai kedalaman sekitar 2.300 meter dengan potensi kapasitas sekitar 8 MW.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menjelaskan, pengeboran merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam mengelola portofolio energi panas bumi.

“Melalui pengeboran eksplorasi dan make-up well, kami membuka peluang untuk menemukan dan mengembangkan potensi panas bumi baru. Sementara melalui pengeboran sumur make-up well, kami menjaga ketersediaan uap untuk mendukung keandalan operasi pembangkit yang telah berjalan. Kedua pendekatan ini menjadi bagian dari Reservoir & Drilling Management untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan,” ujar Edwil.

Menurut PGE, kegiatan pengeboran di berbagai wilayah operasional juga didukung oleh masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar area kerja. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran operasional serta pengembangan proyek panas bumi perusahaan.

Baca Juga

Jakarta Dilanda 1.467 Kasus Kebakaran, Faktor Listrik Mendominasi

katafoto, Jakarta - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)...

Palangka Raya Dikepung Asap Karhutla, Kulitas Udara Memburuk

katafoto, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Bali Expo UMKM Catat Rp1,45 Miliar, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Internasional

katafoto, Bali - Bali Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi...

Naik MRT Jakarta Makin Praktis, Ini Daftar Kartu Uang Elektronik yang Bisa Digunakan

katafoto, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menerapkan...

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Ini Rincian yang Harus Dibayar Jemaah

katafoto, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini