33.2 C
Jakarta
Rabu, Oktober 14, 2026
BerandaFOTONEWSTitik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan

Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan

katafoto, Jakarta -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian. Selain memicu peningkatan jumlah titik panas, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah juga mengganggu aktivitas penerbangan, kegiatan belajar mengajar, hingga kesehatan. 

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, Kalimantan Tengah mencatat 1.135 titik panas (hotspot) berstatus high confidence dalam pemantauan selama 24 jam terakhir hingga Rabu (14/10).

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di antara wilayah prioritas penanganan karhutla. Data pemantauan menggunakan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 untuk mendeteksi persebaran titik panas di berbagai daerah.

“Kalimantan Tengah 1.135 (hotspot),” demikian keterangan yang tercantum dalam laman SiPongi.

Sumatra Selatan berada di urutan berikutnya dengan 193 titik panas, disusul Kalimantan Barat sebanyak 138 titik dan Kalimantan Selatan 99 titik. Sementara itu, Jambi mencatat 21 titik, Kalimantan Timur 15 titik, sedangkan Riau tidak mencatat titik panas dalam kategori tersebut pada periode pemantauan yang sama.

Secara keseluruhan, enam wilayah prioritas yang tercantum dalam data tersebut mencatat 1.601 titik panas berstatus high confidence. Kalimantan Tengah menyumbang sekitar 70,9 persen dari total tersebut.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penerbangan dan Sekolah

Dampak karhutla juga dirasakan sektor transportasi. Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah pada pagi hari turut memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Manajemen bandara menyesuaikan jadwal operasional penerbangan dengan mempertimbangkan jarak pandang dan kondisi cuaca di sekitar bandara. Langkah tersebut diperlukan untuk memperhatikan aspek keselamatan penerbangan di tengah kondisi udara yang terganggu asap.

Di sektor pendidikan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan sebagai langkah antisipasi selama kabut asap masih menyelimuti wilayah terdampak.

Namun, pelaksanaan PJJ dalam jangka waktu panjang menghadapi sejumlah kendala. Sebagian siswa yang tinggal di daerah pelosok masih kesulitan memperoleh akses internet yang stabil. Akibatnya, proses penyampaian materi dan kegiatan belajar mengajar belum berjalan optimal.

Evaluasi pelaksanaan PJJ juga dilakukan setiap tiga hari. Penilaian tersebut bertujuan memantau perkembangan kualitas udara sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Ratusan Pasien Alami Gangguan Pernapasan

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap karhutla juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Rekapitulasi data RSUD Provinsi Kalimantan Tengah per 13 Oktober 2026 menunjukkan tingginya jumlah pasien yang mendapatkan penanganan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, dan pneumonia.

Data kunjungan pasien sejak Juli hingga Oktober 2026 memperlihatkan perubahan jumlah kasus di layanan rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan rawat inap. Meski jumlahnya berfluktuasi, sejumlah kategori penyakit pernapasan masih mencatat angka yang perlu mendapat perhatian.

Kasus ISPA Rawat Jalan Tertinggi pada Agustus

Pada layanan rawat jalan, jumlah pasien ISPA mencapai 72 kasus pada Agustus. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli yang mencatat 59 kasus.

Jumlahnya kemudian turun menjadi 42 kasus pada September dan delapan kasus hingga 13 Oktober 2026.

Pneumonia rawat jalan juga mencatat jumlah tertinggi pada Agustus, yakni 49 kasus. Sementara itu, pasien asma yang mendapatkan pelayanan rawat jalan paling banyak tercatat pada Juli, dengan total 20 kasus.

Perubahan jumlah kunjungan tersebut menggambarkan dinamika kebutuhan layanan kesehatan di tengah periode karhutla. Namun, data kunjungan saja belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh kasus tersebut disebabkan langsung oleh kabut asap.

Kasus Asma Darurat Meningkat pada September

Tekanan terhadap layanan kesehatan juga terlihat di IGD. Jumlah pasien asma yang membutuhkan penanganan darurat meningkat hingga 87 kasus pada September. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Juli yang mencatat 33 kasus dan Agustus sebanyak 77 kasus.

Sementara itu, pasien pneumonia yang ditangani di IGD mencapai 79 kasus pada Agustus. Jumlahnya masih tergolong tinggi pada September, yakni 64 kasus.

Untuk kasus ISPA di IGD, jumlah pasien tertinggi tercatat pada Juli dengan 41 kasus.

Data tersebut menunjukkan bahwa layanan kegawatdaruratan menghadapi kebutuhan penanganan penyakit pernapasan yang berubah dari bulan ke bulan selama periode pemantauan.

Pneumonia Mendominasi Pasien Rawat Inap

Pada layanan rawat inap, pneumonia menjadi salah satu penyakit dengan jumlah pasien tertinggi dalam data yang disampaikan. Sebanyak 135 pasien pneumonia menjalani rawat inap pada Juli 2026. Jumlah tersebut kemudian tercatat sebanyak 79 kasus pada Agustus dan 69 kasus pada September.

Sementara itu, jumlah pasien rawat inap akibat asma dan ISPA cenderung berada di bawah 10 kasus per bulan.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap gangguan pernapasan selama karhutla. Kelompok anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan perlu memberikan perhatian khusus terhadap paparan asap.

Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau keluhan pernapasan lainnya disarankan segera mencari pertolongan medis. Penggunaan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah juga dapat membantu mengurangi paparan asap.

Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Suasana Bandara Tjilik Riwut yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Petugas membersihkan fasilitas Bandara Tjilik Riwut yang tidak beroperasi akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri) 
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Petugas membersihkan fasilitas Bandara Tjilik Riwut yang tidak beroperasi akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Salah satu rumah makan di Bandara Tjilik Riwut tidak beroperasi akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri) 
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Petugas kesehatan melayani pasien ISPA di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri) 
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Pasien rawat jalan ISPA antre menunggu panggilan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri) 
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Siswa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri) 
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Siswa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Siswa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) (katafoto/Regina Safri)
Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 1.135, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan

Baca Juga

Palangka Raya Dikepung Asap Karhutla, Kulitas Udara Memburuk

katafoto, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Hampir 400 Juta Orang Naik Kereta Api, Yogyakarta Jadi yang Tersibuk

katafoto, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau...

Teken 15 Kerja Sama Strategis, Elektrifikasi Transjakarta Tembus Rp5,07 Triliun

katafoto, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan...

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 5.000 Masker Gratis Disebar di Pekanbaru

katafoto, Riau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau membagikan...

Dana Cadangan DKI Tembus Rp5,6 Triliun, Ada Proyek LRT hingga Pengendalian Banjir

katafoto, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini