26.6 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANBI Borong SBN Rp124,33 Triliun, Dorong Stabilitas dan Likuiditas Pasar

BI Borong SBN Rp124,33 Triliun, Dorong Stabilitas dan Likuiditas Pasar

Jakarta – Hingga 17 Juni 2025, Bank Indonesia (BI) telah merealisasikan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp124,33 triliun. Langkah ini diambil untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan, sekaligus menjaga kestabilan pasar keuangan nasional.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa dari total pembelian tersebut, sebesar Rp37,29 triliun merupakan pembelian di pasar perdana dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk surat berharga berbasis syariah. Sementara itu, pembelian di pasar sekunder tercatat mencapai Rp87,04 triliun.

“Per 17 Juni 2025, Bank Indonesia telah membeli SBN senilai Rp124,33 triliun,” ujar Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar secara virtual pada Rabu (18/6/2025).

Perry menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi operasi moneter yang bersifat pro-pasar (pro-market). Tujuannya adalah memperkuat transmisi kebijakan moneter, menahan laju inflasi, serta menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Tak hanya lewat pembelian SBN, BI juga mengoptimalkan tiga instrumen pasar lainnya, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Hingga 16 Juni 2025, SRBI telah menarik minat investor asing dengan nilai penempatan mencapai Rp811,11 triliun. Sedangkan SVBI menyerap dana asing sebesar US$2,06 juta dan SUVBI sebesar US$480 juta.

“Optimalisasi strategi operasi moneter pro-market terus kami lakukan guna memastikan transmisi kebijakan berjalan efektif, terutama melalui kecukupan likuiditas,” tambah Perry.

Di sisi lain, BI juga mencatat penurunan imbal hasil (yield) SBN. Untuk tenor 2 tahun, imbal hasil turun dari 6,16% menjadi 6,13%, sementara untuk tenor 10 tahun mengalami penurunan dari 6,84% ke 6,71%. Penurunan terbatas juga terjadi pada suku bunga perbankan, menunjukkan adanya respons pasar terhadap arah kebijakan moneter BI.

Baca Juga

Pemerintah Tegur Meta, Kepatuhan Berantas Judi Online Cuma 28,47 Persen

Jakarta - Pemerintah memberikan peringatan keras kepada Meta Platforms...

Siap Mudik Lewat Laut? 841 Kapal Disiagakan untuk Lebaran 2026

Jakarta - Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan...

Pemerintah Siapkan Hunian MBR di Cikarang, Program 3 Juta Rumah Mulai Bergerak

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman...

Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi

Jakarta - Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan...

Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Antisipasi Lonjakan Harga

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini