30.4 C
Jakarta
Senin, Juni 8, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANJangan Lewatkan! BIAS 2025 Siap Lindungi Anak dari 5 Penyakit Berbahaya

Jangan Lewatkan! BIAS 2025 Siap Lindungi Anak dari 5 Penyakit Berbahaya

Jakarta – Pemerintah kembali meluncurkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) secara nasional, yang akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2025. Program ini menargetkan anak-anak usia sekolah dasar di seluruh Indonesia untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit serius seperti campak, rubela, difteri, tetanus, hingga kanker serviks.

BIAS merupakan program imunisasi rutin yang diberikan dua kali dalam setahun kepada peserta didik di SD, MI, madrasah, pesantren, maupun anak yang tidak bersekolah melalui layanan di Puskesmas dan Posyandu. Vaksin yang diberikan bertujuan untuk memperkuat dan melengkapi imunisasi dasar yang sudah diterima sebelumnya.

“Imunisasi adalah hak anak sekaligus tanggung jawab bersama. Melalui BIAS, kita membangun generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan,” demikian narasi kampanye program ini.

Penyakit Berisiko Tinggi yang Dicegah Lewat BIAS

Program BIAS 2025 difokuskan untuk mencegah lima penyakit menular yang memiliki risiko komplikasi berat hingga kematian:

  1. Campak: Dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) dan radang otak.
  2. Rubela: Berbahaya bagi janin jika menyerang ibu hamil.
  3. Difteri: Infeksi saluran napas yang sangat menular dan mematikan.
  4. Tetanus: Menimbulkan kejang otot berat hingga risiko kematian.
  5. Kanker Serviks: Disebabkan oleh infeksi HPV dan dicegah sejak dini melalui imunisasi HPV pada anak perempuan.

Jadwal BIAS 2025 Berdasarkan Usia dan Jenjang Kelas

Berikut jadwal pelaksanaan imunisasi berdasarkan kelas dan kelompok usia:

  • Kelas 1 (Usia ±7 tahun):
    • Agustus: Campak-Rubela
    • November: DT (Difteri-Tetanus)
  • Kelas 2 (Usia ±8 tahun):
    • Agustus: HPV (khusus anak perempuan)
    • November: Td (Tetanus-Difteri ringan)
  • Kelas 5 (Usia ±11 tahun):
    • November: Td
  • Kelas 6 & 9 (Usia ±12 & ±15 tahun):
    • Agustus: HPV (bagi yang belum menerima sebelumnya)

Anak perempuan yang belum mendapatkan vaksin HPV saat kelas 2 tetap bisa mengakses vaksinasi kejar saat berada di kelas 6 atau 9. Sementara itu, anak yang tidak bersekolah juga menjadi sasaran dan dapat memperoleh vaksin di fasilitas kesehatan terdekat sesuai jadwal.

Pastikan Kondisi Anak Siap Imunisasi

Orang tua diimbau memeriksa kesiapan anak sebelum menerima imunisasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: pastikan anak dalam kondisi sehat, sudah sarapan sebelum imunisasi dan formulir skrining dari sekolah telah diisi

Efek samping setelah imunisasi umumnya ringan, seperti demam, nyeri, atau bengkak di lokasi suntikan. Orang tua bisa memberikan obat penurun panas dan mengompres bagian yang nyeri. Jika keluhan tidak membaik dalam tiga hari, segera konsultasikan ke Puskesmas.

Bagi anak yang terlewat, imunisasi tetap bisa dilakukan di Puskesmas terdekat. Orang tua hanya perlu menghubungi guru UKS atau datang langsung ke fasilitas layanan kesehatan.

Keberhasilan program BIAS memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak:

  • Orang tua: Pastikan anak mengikuti imunisasi tepat waktu
  • Guru dan tenaga UKS: Memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya imunisasi
  • Masyarakat: Mendorong partisipasi aktif dan mendukung pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekitar

Imunisasi bukan hanya tindakan preventif, tapi juga investasi masa depan demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan global.

Baca Juga

KKP Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Ikan Napoleon ke Hong Kong

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menggagalkan...

MRT Jakarta Angkut Lebih dari 152 Ribu Penumpang dalam Dua Hari

Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat tingginya minat...

China Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen

Tiongkok terus memperkuat transformasi sektor manufakturnya melalui pengembangan sistem...

Produksi Terbatas, Toyota GRMN Corolla 2026 Siap Jadi Buruan Kolektor

Toyota kembali meningkatkan performa hatchback andalannya dengan menghadirkan GRMN...

Terungkap dari Facebook, Gading Gajah Ilegal Disulap Jadi Ukiran dan Pajangan

Bali - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) menuntaskan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini