30.8 C
Jakarta
Rabu, September 2, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALKemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Indonesia Berkiblat

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Indonesia Berkiblat

Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat tingginya partisipasi masyarakat dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Program yang memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat, saat matahari berada tepat di atas Ka’bah, diikuti oleh 725.669 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap gerakan ini sangat besar. Ratusan ribu lokasi didaftarkan untuk melakukan verifikasi arah kiblat menggunakan metode astronomi tersebut.

“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat (17/7).

Dari total lokasi yang terdaftar, sebanyak 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, serta 31.466 lokasi lainnya turut berpartisipasi.

Arsad menambahkan, jumlah tersebut belum mencerminkan keseluruhan titik verifikasi karena dalam satu lokasi pendaftaran dimungkinkan dilakukan pengecekan arah kiblat di lebih dari satu tempat.

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Indonesia Berkiblat

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) saat menggelar Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Ciawi, Bogor. (katafoto/HO/Humas Kemenag)

Pusat pemantauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dipusatkan di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Ciawi, Bogor. Sebelum pelaksanaan verifikasi arah kiblat, Kemenag juga menggelar International Seminar on Islamic Astronomyyang menghadirkan pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Fenomena Rashdul Qiblat sendiri merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun, ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. Pada momen tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Pada 2026, fenomena ini berlangsung pada 15–16 Juli pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menempatkan tongkat atau benda yang berdiri tegak di area terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat.

“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” kata Arsad.

Selain untuk memastikan ketepatan arah kiblat, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ilmu falak sebagai bagian penting dalam pelayanan keagamaan.

Melalui kegiatan ini, Kemenag berharap masyarakat semakin mengenal metode ilmiah dalam penentuan arah kiblat, sekaligus meningkatkan akurasi arah kiblat di masjid, musala, rumah, hingga berbagai fasilitas umum.

Program tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sekretaris PCNU Kota Semarang, Jumarno, menilai Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena memudahkan proses verifikasi arah kiblat.

“Terima kasih atas program Gerakan Indonesia Berkiblat yang diprakarsai oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah,” ujarnya.

Baca Juga

DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Diketok 15 Desember 2026

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menargetkan pembahasan Rancangan...

Danantara Gelontorkan Rp456 Miliar untuk LRT City, Nasib 2.000 Konsumen Jadi Sorotan

Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria...

Turis Asing Habiskan Rp23 Juta Sekali Datang ke Indonesia, Ini yang Paling Banyak Dibeli

Jakarta - Arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terus...

Polusi Jakarta Membandel, Pesawat Dikerahkan Semprot Cairan SLS ke Udara

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan upaya...

Kemenkes Catat 50.891 Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat puluhan ribu kasus...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini