29.4 C
Jakarta
Jumat, Juli 17, 2026
BerandaKATA EKBISUMKMBecak Listrik Meluncur di Yogyakarta, Menkeu Sebut Tradisi dan Teknologi Bisa Berjalan...

Becak Listrik Meluncur di Yogyakarta, Menkeu Sebut Tradisi dan Teknologi Bisa Berjalan Bersama

Yogyakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi 2026. Kegiatan yang digelar di kawasan Alun-Alun Kidul, Kota Yogyakarta, Kamis (16/7), resmi dibuka oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Ajang tersebut menghadirkan sekitar 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pusat Investasi Pemerintah (PIP), salah satu Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan. Beragam produk unggulan ditawarkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses promosi dan pemasaran UMKM.

Selain menjadi etalase produk lokal, Pasar Rakyat UMi 2026 juga menyediakan berbagai layanan publik, mulai dari paket sembako murah, layanan Kementerian Keuangan, Samsat, pajak daerah, hingga beragam perlombaan dan hiburan untuk masyarakat.

“Masyarakat dapat memperoleh paket sembako murah, mengakses layanan Kemenkeu, Samsat, pajak daerah, adu lomba-lomba, serta menikmati hiburan di kawasan Alun-Alun Selatan. Saya mengajak para hadirin, jangan hanya melihat-lihat, kenali produknya, dengarkan ceritanya, beli produknya, lalu bantu promosikan,” ujar Menkeu.

Pada kesempatan itu, Menkeu juga memperkenalkan Program Bekalista, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan becak listrik. Program tersebut telah melibatkan 80 penerima manfaat, sementara 15 pengayuh becak hadir sebagai perwakilan dalam acara peluncuran.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah telah membangun ekosistem pendukung yang mencakup 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel keliling, delapan baterai cadangan, serta bengkel utama yang berlokasi di SMK Negeri 3 Yogyakarta.

Seluruh pengembangan ekosistem Bekalista dikerjakan dengan melibatkan tenaga kerja lokal Yogyakarta. Mulai dari proses pembuatan, perakitan, instalasi kelistrikan, hingga pengembangan teaching factory di lingkungan pendidikan vokasi, seluruhnya dikerjakan oleh sumber daya manusia daerah.

Menkeu menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bertentangan dengan kemajuan teknologi. Menurutnya, inovasi justru dapat menjadi sarana menjaga identitas budaya, termasuk melalui transformasi becak sebagai ikon transportasi khas Yogyakarta menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Tradisi bukan menghalang kemajuan, tapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri,” tegas Menkeu.

Menutup sambutannya, Menkeu mengajak pelaku UMKM untuk terus menjaga kualitas produk serta menjunjung tinggi kejujuran dalam menjalankan usaha. Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menkeu turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta beserta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi 2026.

“Dari Yogyakarta, mari kita kirimkan pesan kepada Indonesia, ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat. Hari ini yang kita elektrifikasi bukan sekadar becak, yang kita nyalakan adalah peluang, harapan, dan masa depan keluarga,” pungkas Menkeu.

Baca Juga

Dokter UGM Ungkap Manfaat Angkat Beban untuk Jantung dan Otak

Jakarta – Olahraga kardio seperti lari, berjalan kaki, bersepeda,...

PSEL Rp3 Triliun Dimulai, Bali Siap Ubah Gunungan Sampah Jadi Energi Listrik

Jakarta - Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah...

Prabowo Minta Warga Awasi Dapur MBG, Keluhan Bisa Langsung ke TikTok

Nusa Tenggara Barat - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat...

Danantara: Saatnya Indonesia Naik Kelas dalam Rantai Pasok Global Mineral

Jakarta – Indonesia dinilai perlu memperkuat posisi dalam rantai...

Keren, Puluhan Ton Sampah di Menteng Atas Jadi Bahan Bakar Alternatif

Jakarta - Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

[tds_leads input_placeholder="Email kamu" btn_horiz_align="content-horiz-center" pp_msg="U2F5YSUyMHRlbGFoJTIwbWVtYmFjYSUyMGRhbiUyMG1lbnlldHVqdWklMjAlM0NhJTIwaHJlZiUzRCUyMiUyMyUyMiUzRUtlYmlqYWthbiUyMFByaXZhc2klM0MlMkZhJTNFLg==" pp_checkbox="yes" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLXRvcCI6IjMwIiwibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjQwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tdG9wIjoiMTUiLCJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMjUiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3NjgsImxhbmRzY2FwZSI6eyJtYXJnaW4tdG9wIjoiMjAiLCJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sImxhbmRzY2FwZV9tYXhfd2lkdGgiOjExNDAsImxhbmRzY2FwZV9taW5fd2lkdGgiOjEwMTksInBob25lIjp7Im1hcmdpbi10b3AiOiIyMCIsImRpc3BsYXkiOiIifSwicGhvbmVfbWF4X3dpZHRoIjo3Njd9" display="column" gap="eyJhbGwiOiIyMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTAiLCJsYW5kc2NhcGUiOiIxNSJ9" f_msg_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_input_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_btn_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_pp_font_family="downtown-serif-font_global" f_pp_font_size="eyJhbGwiOiIxNSIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" f_btn_font_weight="700" f_btn_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" f_btn_font_transform="uppercase" btn_text="Klik disini" btn_bg="#000000" btn_padd="eyJhbGwiOiIxOCIsImxhbmRzY2FwZSI6IjE0IiwicG9ydHJhaXQiOiIxNCJ9" input_padd="eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjEyIiwicG9ydHJhaXQiOiIxMCJ9" pp_check_color_a="#000000" f_pp_font_weight="600" pp_check_square="#000000" msg_composer="" pp_check_color="rgba(0,0,0,0.56)" msg_succ_radius="0" msg_err_radius="0" input_border="1" f_unsub_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_msg_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_input_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_input_font_weight="500" f_msg_font_weight="500" f_unsub_font_weight="500" unsub_msg="QW5kYSUyMHN1ZGFoJTIwYmVybGFuZ2dhbmFuJTIwbWlsaXMlMjBpbmkh"]

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini