26.8 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANHampir Separuh Anak Usia Dini Belum Punya Jaminan Kesehatan, BKKBN Buka Data...

Hampir Separuh Anak Usia Dini Belum Punya Jaminan Kesehatan, BKKBN Buka Data Mengejutkan

Jakarta – Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Irma Ardiana, menyoroti masih rendahnya kepemilikan jaminan kesehatan bagi anak usia dini di Indonesia.

Mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia 2023, hanya sekitar 53 persen bayi di bawah usia satu tahun yang tercatat memiliki jaminan kesehatan. Sementara itu, 47 persen lainnya belum terlindungi.

“Sejak bayi lahir, seharusnya sudah memiliki jaminan kesehatan karena angka kesakitan pada anak jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa,” jelas Irma dalam webinar Jaminan Kesehatan Anak Usia Dini di Jakarta, Selasa (2/9).

Irma menyebut, sebagian besar anak yang sudah terdaftar merupakan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Untuk kelompok anak usia di bawah 1 tahun, sekitar 26,5 persen tercakup dalam skema BPJS PBI. Sedangkan pada kelompok usia 1–4 tahun, kepemilikan meningkat hingga 60 persen, dengan dominasi peserta PBI sebesar 30,6 persen.

Meski terjadi peningkatan pada kelompok usia yang lebih besar, masih banyak anak yang belum masuk dalam sistem perlindungan kesehatan.

Pemanfaatan Rawat Jalan Masih Rendah

Melansir dari laman infopublik, data Susenas 2021–2024 menunjukkan, pemanfaatan jaminan kesehatan untuk rawat inap anak usia dini naik signifikan hingga 75,32 persen. Namun, untuk layanan rawat jalan, angkanya masih rendah, stagnan di bawah 40 persen, dan bahkan turun menjadi 38,9 persen pada 2024.

“Rawat jalan sama pentingnya dengan rawat inap untuk mendukung tumbuh kembang anak, tetapi pemanfaatannya masih terkendala faktor akses, perilaku, maupun kondisi kesehatan anak,” kata Irma.

Ketimpangan Wilayah

Ketimpangan kepemilikan jaminan kesehatan juga masih terlihat antarwilayah. Beberapa daerah seperti NTB, Lampung, NTT, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan menghadapi tantangan besar. Sebaliknya, Aceh dan Kalimantan Utara mencatat capaian lebih baik dengan pemanfaatan rawat inap anak hampir menyentuh 100 persen.

Program 3 Zeros

Sebagai langkah perbaikan, pemerintah melalui BKKBN menggulirkan Program 3 Zeros mulai 2025. Program ini menargetkan:

  1. Zero anak tanpa akta lahir
  2. Zero anak tanpa jaminan kesehatan
  3. Zero anak tinggal di rumah tidak layak huni

“Gerakan lintas sektor ini diharapkan menjamin semua anak usia 0–6 tahun, bahkan sejak dalam kandungan, bisa hidup sehat, terlindungi, dan memperoleh hak dasarnya,” tutup Irma.

Baca Juga

Sumbang 14 Persen Investasi Nasional, Ekonomi Jakarta Tetap Ngebut di 2025

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan kinerja...

Transparansi Polisi Diperkuat, Polres Sumenep Jalani Asistensi LHKPN

Sumenep - Komitmen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas di...

Mengintip Arah Dunia dari WEF Davos 2026, Indonesia Perlu Bersiap

Percakapan global dalam beberapa waktu terakhir semakin berfokus pada...

Apem Beras, Jajanan Legendaris Jogja yang Sarat Makna dan Sejarah

Yogyakarta - Apem beras merupakan salah satu jajanan tradisional...

Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Mendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini