25.4 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISPanen 1,5 Ton Ikan Kerapu, Kepulauan Seribu Siap Jadi Lumbung Pangan Laut...

Panen 1,5 Ton Ikan Kerapu, Kepulauan Seribu Siap Jadi Lumbung Pangan Laut Nasional

Kepulauan Seribu – Sebanyak 1.500 kilogram ikan Kerapu Cantang berhasil dipanen di Kelurahan Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta, yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui program budi daya ikan.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat bersilaturahmi sekaligus menyaksikan hasil panen ikan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Ini menjadi kehormatan bagi kami,” ujar Fadjar dikutip dari laman berita jakarta pada Rabu (29/10).

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengembangkan Kepulauan Seribu sebagai lumbung pangan laut karena potensinya yang melimpah, mulai dari ikan hingga rumput laut. Selain panen, juga disertai penebaran 3.000 benih ikan Kerapu Cantang untuk menjaga kesinambungan produksi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Saya berharap program ini terus berlanjut dan bisa menjangkau seluruh kelompok nelayan di wilayah Kepulauan Seribu. InsyaAllah kegiatan baik ini akan membawa berkah bagi masyarakat kita,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta), Ahmad Abubakar, menegaskan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi biru.

Baznas bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah menjalankan program “Senyum Teluk Jakarta”, yakni pengembangan budi daya ikan laut konsumsi berbasis masyarakat. Program ini menyasar lima kelompok nelayan—tiga di Pulau Tidung dan dua di Pulau Kelapa—dengan total 50 orang nelayan penerima manfaat.

“Sejak tahun lalu, kami telah menyalurkan bantuan sebanyak 24.000 ekor benih Kerapu Cantang dan 28.000 kilogram pakan ikan. Hasilnya, pendapatan nelayan meningkat signifikan hingga mencapai rata-rata Rp6,82 juta per bulan per anggota kelompok,” ujarnya.

Ahmad berharap program ini terus diperluas agar semakin banyak masyarakat pesisir yang merasakan dampaknya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ekosistem perikanan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, konsep ekonomi biru bukan hanya soal pemanfaatan potensi laut sebagai sumber ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem agar populasi ikan tetap berkelanjutan.

“Menjaga ekosistem laut berarti memastikan ketersediaan pangan laut yang berkualitas bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan pembangunan perikanan yang berkelanjutan,” tandasnya.

Baca Juga

Apem Beras, Jajanan Legendaris Jogja yang Sarat Makna dan Sejarah

Yogyakarta - Apem beras merupakan salah satu jajanan tradisional...

BYD Buka Di-Space, Museum Futuristik yang Mengajak Publik Menyentuh Masa Depan Mobil Listrik

BYD menghadirkan Di-Space sebagai salah satu museum sains pertama...

Bukan Sekadar Estetika, Ini Alasan Baja Jadi Masa Depan Arsitektur Indonesia

Jakarta - Indonesia yang berada di jalur Cincin Api...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang

Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini