Sumatra Selatan – Provinsi Sumatra Selatan kembali menorehkan pencapaian penting di sektor energi terbarukan. Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara resmi memulai pembangunan pabrik bahan baku Bio-Avtur milik PT Green Power Palembang melalui prosesi peletakan batu pertama di Kawasan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Selasa (20/1).
Pembangunan fasilitas ini menjadi langkah monumental, bukan hanya bagi daerah, tetapi juga di tingkat global. Pasalnya, pabrik tersebut merupakan yang pertama di dunia yang memanfaatkan kelapa sebagai bahan baku utama produksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Bio-Avtur.
Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa proyek ini mencerminkan komitmen Sumatra Selatan dalam mendorong percepatan transisi energi nasional. Ia menyampaikan bahwa ketergantungan pada energi fosil harus segera dikurangi, sementara potensi energi terbarukan perlu dimaksimalkan.
Menurutnya, Kabupaten Banyuasin dipilih karena memiliki sumber daya kelapa yang melimpah serta dukungan masyarakat yang kuat. Proyek ini dinilai sebagai bentuk hilirisasi nyata yang tidak hanya berorientasi pada industri, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani kelapa lokal.

“Kita sadar energi fosil akan habis. Inilah masa depan kita. Banyuasin dipilih karena potensi kelapanya yang luar biasa serta keramahan warganya. Ini adalah hilirisasi nyata yang akan mengangkat martabat petani kelapa kita,” ujar Herman Deru
Pabrik Bio-Avtur ini dibangun di atas lahan seluas 3 hektare dengan total luas bangunan mencapai 9.500 meter persegi. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027. Dengan nilai investasi awal sekitar Rp310 miliar, pabrik ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 30.000 ton Crude Coconut Oil (CCO) per tahun atau setara dengan 100 ton per hari, yang akan digunakan sebagai bahan baku utama Bio-Avtur.
Selain mendorong agenda energi hijau, kehadiran PT Green Power Palembang juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Operasional pabrik ini diperkirakan dapat menyerap lebih dari 500 tenaga kerja, dengan prioritas perekrutan bagi masyarakat setempat.
Gubernur Herman Deru pun berharap pabrik ini dapat tumbuh berkelanjutan dan menjadi penggerak ekonomi baru bagi Kabupaten Banyuasin, sekaligus meninggalkan manfaat jangka panjang bagi daerah.
Sementara itu, Bupati Banyuasin H. Askolani menyebut peresmian pembangunan pabrik Bio-Avtur sebagai momentum bersejarah. Ia mengungkapkan bahwa Banyuasin merupakan salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia, menempati peringkat keenam secara nasional. Dengan berdirinya pabrik ini, rantai distribusi bahan baku menjadi lebih efisien sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan kelapa untuk industri.

